Google Searching

Info

Sabtu, 28 November 2015

Belalang Pink Serangga Langka

Belalang Pink Serangga Langka
Belalang Pink Serangga Langka
Sumber gambar: http://www.dailymail.co.uk

Belalang Pink merupakan Serangga Langka yaitu jenis Belalang biasa yang memiliki warna tubuh merah muda atau pink. belalang Pink ini pertama kali ditemukan sekitar tahun 1887. Sangat jarang sekali belalang warna pink ini ditemukan, meski keberadaannya tersebar dimana mana. 

Warna Pink pada belalang ini muncul bukan hasil rekayasa genetika, tetapi karena adanya keadaan yang disebut Erythrism, yaitu Pigmen warna merah dalam belalang yang jumlahnya berlebih. kelainan pigmen ini mirip dengan kondisi binatang binatang Albino. Bedanya kalau pada Albino terjadi karena pigmen warnanya yang tidak ada, sehingga yang muncul hanya pigmen berwarna putih saja.

Siaft dan ciri ciri dari belalang pink ini sama seperti kebanyakan belalang pada umumnya yang berwarna hijau. Namun sayangnya warna pinknya ini menjadi kendala bagi belalang untuk bersembunyi diantara dedaunan, karena warnanya yang pink menjadikannya terlihat oleh musuh musuhnya. Akibatnya belalang warna pink ini kerap menjadi sasaran empuk.

Kamis, 26 November 2015

Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta



Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), Bangsal Kencono 
Sumber: ( https://id.wikipedia.org)


Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki Rumah Adat Mataram sebagai bangunan induknya. 


 Rumah Adat : Bangsal Kencono Dan Rumah Joglo( http://www.tamanmini.com )


Rumah Adat adat Daerah Istimewa Yogyakarta dibagi menjadi tiga bagian dan diantaranya adalah

1. Bangsal Kencono. 
Sebuah bangunan pada bagian depan yang disebut sebagai Pendopo Agung. Bangunan ini difungsikan sebagai tempat menerima tamu dan melangsungkan pementasan kesenian. Pendopo ini disebut dengan nama Bangsal Kencono. 

2. Pringgitan
Sebuah bangunan yang ada pada bagian tengah bangunan. Nama yang berasal dari kata ringgit yang artinya wayang kulit, maka ditempat inilah pertunjukan wayang kulit biasa dilaksanakan. Sebuah Jenis kesenian, yang oleh masyarakat Jawa diakui sebagai kesenian Adi Luhung ini, peminatnya cukup besar walaupun waktu pementasannya yang sampai semalam suntuk.

3. Longkangan
 yaitu sebuah ruang diantara pendopo agung dan Pringgitan, terdapat ruangan yang cukup luas, berupa lantai dengan posisi yang agak rendah. Ruangan Longkangan berfungsi sebagai tempat latihan kesenian, yang pada gilirannya akan ditampilkan di Pendopo Agung. Pada hari-hari tertentu, anjungan Yogyakarta memang menampilkan kegiatan latihan kesenian.

4. Bangsal Proboyekso
Bagian dalam rumah adat Mataram ini disebut Dalem Ageng. Pada Keraton Yogyakarta, bangunan jenis ini dinamakan Bangsal Proboyekso. Ruang dalam Ageng anjungan Yogyakarta diisi dengan berbagai benda antic, atara lain: tempat tidur kuno yang terbuat dari bahan marmer, yang merupakan benda peninggalan Sultan Hamengkubuwono ke V. selain itu terdapat pula benda-benda dari istana (pura) Paku Alaman, antara lain : Tombak Pusaka Kyai Garuda Temanten, keris pusaka berluk tiga dengan pamor beras wutah yang bernama Kyai Jangkung Pacar. Konon, pusaka yang bernilai tinggi ini dibuat oleh seorang empu ternama, R. Ng. Kariyocurigo, yang hidup pada masa pemerintahan Sri Pakualam di tahun 1840. Di ruangan ini terdapat pula PasareanTedeng, berupa sebuah balai-balaikuno, tempat dimana Sri Sultan Hamengkubuwono IX dilahirkan. 
 

5. Senthong Tengah
Bagian lain dalam Dalem Ageng ini yaitu Senthong Tengah (pasareyan tengah) yang memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan kepada Dewi Sri, yang dalam mitos Hindu dianggap sebagai Dewi Kesuburan, kesejahteraan dan juga Dewi Padi.Senthong yang berbentuk tempat tidur kuno berpenutup cinde ini konon merupakan peninggalan pangeran Dipenogoro. 
Di tempat inilah, upacara Tampa Kaya, upacara simbolis pemberian nafkah hidup dari suami kepada isteri dalam sebuah perkawinan adat diselenggarakan. Dalam ruangan ini terdapat sepasang patung pengantin Jawa, yang dinamakan Kyai dan Nyai Blonyo (Loro Blonyo). 

6. Gadri
Bagian belakang dari dalam ageng masih terdaoat ruangan yang dinamakan Gadri. Sebuah Ruangan yang aslinya merupakan ruang keluarga dan makan.

Lihat Aneka Rumah Adat lainnya:
-,-

Rumah adat lainnya:
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia
Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau
Rumah Adat Provinsi Papua Barat (Rumah Honai)
Rumah Adat Provinsi Lampung (Nowou Sesat )
Rumah Adat Provinsi Bali (Rumah Gapura Candi Bentar)
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Barat (Rumah Tongkonan)
Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah (JOGLO)
Rumah Adat Provinsi Banten (Rumah Badui)  
Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta (Rumah Kebaya)
Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung (Rumah Rakit, Rumah Limas)
Rumah Adat Provinsi Jawa Barat (Rumah Kasepuhan Cirebon)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan (Rumah limas)
Rumah Adat Provinsi Jambi (Rumah Panjang )
Rumah Adat Provinsi Riau (Rumah melayu selaso jatuh kembar)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat (Rumah Gadang)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara (Rumah Bolon)
Rumah Adat Daerah Istimewa Aceh
Rumah Adat Provinsi Papua (Rumah Adat Honai)

More:

- , -

Manfaat dari Mandi Air hangat



Kesehatan jasmani banyak dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan seseorang melalui pola hidup teratur seperti pola makan, pola tidur, olah raga dan perawatan diri. Kebiasaan atau pola hidup yang tidak baik, seperti merokok, kurang istirahat, makan tidak bergizi, pemakaian kosmetik yang berlebihan, jarang mandi akan membuat penampilan menjadi lesu, tidak bertenaga dan tidak segar.

Kebiasaan mandi secara teratur dapat menghilangkan bau badan, debu dan sel-sel kulit mati. Mandi tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebersihan, menjaga penampilan agar tetap segar, menjauhkan diri agar tidak stress, juga dapat memelihara kesehatan tubuh. Penggunaan sabun untuk mandi berfungsi untuk membersihkan kotoran dan debu dari permukaan kulit, pengelupasan kulit tua dan mati, serta membunuh kuman penyakit yang melekat.

Mandi dengan menggunakan air hangat atau air dingin akan memberikan efek berbeda. Air hangat dapat membuat otot tubuh terasa rileks, sementara air dingin dapat membuat badan terasa segar. Pagi hari sebelum memulai kegiatan sepanjang hari, lebih dianjurkan untuk mandi air dingin, sedangkan mandi air hangat lebih tepat dilakukan pada sore atau malam hari menjelang istirahat.

Khasiat mandi air hangat untuk kesehatan tubuh yaitu :

* Mandi air hangat dengan suhu sekitar 32 – 35 derajat celcius selama 10 – 20 menit dapat membuka pori-pori yang dapat mengeluarkan toksin atau racun dari dalam tubuh.

* Sebuah studi terbitan New England Yournal of Medicine menunjukkan, penderita diabetes yang menghabiskan waktu setengah jam berendam dalam bak air hangat, tingkat gula darahnya turun sekitar 13 %.

* Penyakit kulit tertentu seperti eksim, ruam atau gatal-gatal dapat diobati dengan menambahkan baking soda (Sodium Bicarbonate) ke dalam bak mandi air hangat. Dalam hal ini Sodim Bicarbonate bertindak sebagai antiseptik. Dianjurkan berendam selama 10 – 20 menit.

* Infeksi Yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat sendok cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Dianjurkan berendam selama 15 – 20 menit. Kegiatan ini juga dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh, karena cuka dapat menyeimbangkan kembali kadar keasaman tubuh.

* Campurkan air hangat dengan tetesan minyak esensial seperti lavender, peppermint atau lemon. Rendam kaki selama 10 – 20 menit ke dalam larutan tersebut, maka gejala flu dan sakit kepala dapat dicegah.

* Apabila otot terasa pegal, rendam kaki dengan air hangat bersuhu sekitar 37 derajar celcius yang dicampur dengan sedikit garam. Pada umumnya rasa pegal akan berkurang/hilang dengan cara seperti ini.


Selamat mencoba.

Mencegah Batu Empedu Secara Alamiah


Kandung empedu merupakan organ berbentuk buah pir kecil yang terletak diperut sebelah kanan, dan tersembunyi di bawah hati. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Selama makan, kandung empedu akan berkontraksi (menciut) sehingga mengeluarkan sedikit cairan empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus. Cairan empedu berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin, seperti vitamin A,D, E, dan K. Empedu merupakan campuran dari asam empedu, protein,garam-garam kalsium, pigmen dan unsur lemak yang disebut kolesterol.Sebagian dari empedu yang memasuki usus halus akan diteruskan dan dikeluarkan melalui feses.
Kelainan utama yang dapat timbul pada kandung empedu adalah terbentuknyabatu. Hal ini juga dapat terjadi pada saluran empedu. Batu empedu di sebabkan oleh perubahan secara kimiawi pada empedu seseorang. Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras, namun kebanyakan batu kandung empedu terbentuk dari kolesterol. Timbulnya batu empedu akan menjadi masalah bila masuk ke salah satu saluran yang menuju ke usus halus. Kadang-kadang batu dapat terbentuk dalam saluran empedu itu sendiri, misalnya karena bekas jahitan pada suatu operasi.

Pada kandung empedu, batu dapat menyebabkan peradangan yang disebutkolestitis akut, hal ini karena adanya pecahan batu empedu di dalam saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit. Batu-batu yang melalui kantong empedu dapat menyangkut di dalam hati dan saluran empedu,sehingga menghentikan aliran dari empedu ke dalam saluran pencernaan. Disamping itu, terdapat faktor lainnya yang memulai terjadinya proses pembentukan batu empedu. Unsur ini bisa berupa protein yang terdapat pada cairan lendir yang dibentuk kandung empedu dalam jumlah kecil. Halini memungkinkan kolesterol, bilirubin, dan garam kalsium membentuk partikel seperti kristal padat. Bentuk dari batu empedu bermacam-macam,yaitu batu yang terbentuk dari kolesterol berwarna kuning dan mengkilat seperti minyak, batu yang terdiri dari pigmen bilirubin bisa berwarna hitam tetapi keras atau berwarna coklat tua tetapi rapuh.

Ukurannya juga bermacam-macam dari yang kecil hingga sebesar batu kerikil, tetapirata-rata berdiameter 1 - 2 cm. Meskipun penyakit kantong empedu tidak menunjukkan gejala, pada keadaan memburuk gejala yang biasa ditimbulkan adalah serangan pada waktu makan makanan yang mengandung lemak tinggi jika seseorang sudah mengidap batu empedu. Hal ini terjadi karena lemak tersebut memicu hormon merangsang kantung empedu berkontraksi sehingga memaksa empedu yang tersimpan masuk ke dalam duo denum yaitu jalan keluar menuju usus kecil, jika batu menghambat aliran empedu maka akan timbul gejala seperti sakit yang akut pada sebelah kanan atas perut dan mengarah ke punggung, antara bahu dan ke dada depan. Gejala lainnya yaitu kolik, sendawa, gas dalam perut,gangguan pencernaan, berkeringat, mual, muntah, kedinginan, suhu tubuh agak tinggi, penyakit kuning (bila batu empedu menghalangi saluran empedu), dan feses berwarna coklat.

Penyakit batu kandung empedu dan saluran empedu biasanya menyerang orang-orang berusia antara 20 - 50 tahun. Penyakit ini 6 kali lebih sering terjadi pada wanita sampai usia 50 tahun. Di atas usia tersebut sama untuk kedua jenis kelamin. Selain itu, wanita yang mengalami lebih dari 2 kali kehamilan, maka resiko mendapatkan batu empedu semakin tinggi. Obesitas/kegemukan mempunyai resiko menderita batu empedu lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak obesitas. Beberapa upaya pencegahan terbentuknya batu empedu yang dapat ditempuh antara lain menjaga berat badan agar tetap normal, menurunkan kolesterol, dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Tetapi di lain pihak,diet keras untuk menurunkan berat badan dengan cepat dapat merangsang hati untuk mengeluarkan kolesterol dalam jumlah besar ke dalam cairan empedu, sehigga dapat menimbulkan batu empedu.

Untuk mengetahui apakah tubuh kita terdapat batu empedu digunakan suatualat pendeteksi batu empedu yang disebut ultrasound, yaitu dengan menggunakan gelombang suara yang tidak dapat didengar telinga. Gelombang suara ini diarahkan ke tubuh dan pantulan gelombangnya kemudian diolah komputer yang akan menunjukkan ada atau tidaknya batu empedu. Selain itu batu empedu dapat diketahui melalui foto sinar X dan pemeriksaan darah di laboratorium.

Bagi penderita batu empedu, prinsip utama perawatannya yaitu mengistirahatkan kandung empedu. Hindari makanan berlemak karena lemak merangsang kandung empedu untuk bekerja keras. Kandungan protein dalam diet cukup 1 - 1 ½ gram per berat badan setiap hari. Kalori perlu pula dibatasi, karena kebanyakan penderita batu empedu juga penderita obesitas. Bahan makanan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan juga harus dihindari. Cara alamiah yang dapat digunakan untuk mengatasi batu empedu yaitu :

30 gram daun keji beling segar + 30 gram sambiloto segar + 60 gram
rambut jagung direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya
disaring, diminum hangat-hangat.

60 gram herba kumis kucing segar + 30 gram tongkol jagung + 30 gram daun
meniran segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya
disaring, diminum hangat-hangat.

30 gram daun sendok segar + 30 gram daun kembang pukul empat segar + 100
gram akar alang-alang direbus dengan 700 ccc air hingga tersisa 300 cc,
airnya disaring, diminum hangat-hangat.

Minum jus apel sebanyak 4 gelas setiap hari selama 5 hari. Pada harike-6 lakukan puasa, dan pada saat berbuka puasa minum air putih + 30gram garam inggris, pada pukul 20.00 minum ½ gelas air lemon + ½ gelas minyak zaitun, aduk lalu diminum.
Catatan : anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas,lakukan secara teratur sehari 2 kali. Dalam melakukan perebusan gunakanpanci enamel atau periuk tanah. Tetep konsultasi ke dokter.

Sumber: Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma

Multivitamins Raise Cancer Risk

Bagi Perempuan yang mengonsumsi multivitamin tiap hari berpotensi mengidap kanker payudara. Demikian menurut studi yang dilakukan lebih dari sepuluh tahun terhadap 35 ribu perempuan oleh tim peneliti Karolinska Institute, Swedia, yang dimuat dalam jurnal the American Journal of Clinical Nutrition.

Penemuan tersebut mengguncang industri kesehatan Australia yang terus mendesak agar konsumen multivitamin tidak panik. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa mereka yang secara rutin mengononsumsi pil multivitamin meningkatkan risiko tumbuh tumor hingga 19 persen.

Hasil penelitian ini, seperti dikutip dari laman news.com.au, Minggu 18 April 2010, sangat mengkhawatirkan dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Banyak perempuan justru mengonsumsi multivitamin karena yakin suplemen tersebut bisa mencegah penyakit-penyakit kronis seperti kanker.

Secara biologis, pendapat tersebut dapat dijelaskan demikian. Mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral secara signifikan meningkatkan kerapatan atau kepadatan jaringan payudara yang merupakan faktor risiko tinggi pemicu kanker payudara. Asam folat, yang sering terkandung dalam bentuk padat dalam multivitamin, juga mampu meningkatkan pertumbuhan tumor.

Penemuan para peneliti Swedia ini disambut para pakar kesehatan Australia dengan ketertarikan dan kewaspadaan. Kanker payudara merupakan kanker paling umum di idap perempuan di Australia. Lebih dari 12 ribu wanita di Australia mengidap tumor ganas yang menewaskan lebih dari 2.700 perempuan tiap tahun. Satu dari sembilan perempuan di “Negeri Kanguru” tersebut akan di diagnosa mengidap penyakit mematikan ini pada usia 85 tahun.

“Hasil dari studi prospektif ini mengungkapkan bahwa penggunaan multivitamin bisa meningkatkan risiko kanker payudara,” kata ketua tim peneliti, Susanna Larrson.

Multivitamin termasuk bisnis besar di Australia. Produsen terkemuka multivitamin, Blackmores, bahkan meraup laba sebesar A$30,6 juta sebelum pajak untuk tahun fiskal tahun lalu. Sejumlah ahli gizi dan diet telah menegaskan bahwa suplemen tidak diperlukan karena tubuh manusia lebih mudah menyerap nutrisi dari makanan dibanding dari suplemen.


VIVAnews
By Arfi Bambani Amri, Farida Harriska Adiati - Monday, April 19

Gejala Aneurisma Apa Itu ?


Gejala Aneurisma otak yang belum pecah pada umumnya gejalanya sulit dikenali. Padahal, pengenalan gejala sejak awal menjadi sangat penting agar penanganan lebih dini dan tidak berakibat fatal.

Hal itu dikemukakan Prof Dr dr Eka Julianta Wahjoepramono Sp BS, Sabtu (17/4), yang hari itu dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan. Dalam kesempatan itu, Prof Eka membacakan orasi ilmiah ”Bedah Saraf: Dari Panca Indera ke Indera Maya, dari Operasi Batang Otak ke Aneurisma Raksasa”.

Pidato pengukuhan itu menjelaskan perjalanan bedah saraf yang semula mengandalkan pancaindra semata hingga muncul berbagai alat canggih yang membuat bedah saraf semakin berkembang. Acara pengukuhan dihadiri Prof Peter Black selaku Presiden World Federation Neurosurgical Societies, Harvard Medical School.

Dalam orasinya Prof Eka memaparkan, aneurisma ialah penggelembungan pembuluh darah otak yang bisa terjadi di setiap arteri di otak, khususnya pada percabangannya dan paling banyak terjadi pada daerah sirkulus arteriosus willisi yang ada di dasar tengkorak. Penggelembungan darah otak itu terjadi karena tidak terbentuk lapisan otot pada pembuluh darah otak sehingga dinding menjadi tipis yang akan menggelembung karena semburan aliran darah dalam waktu lama. Jika aneurisma pecah, terjadilah pendarahan di otak.

Pada sebagian kecil penderita dapat timbul gejala akibat tekanan pada aneurisma raksasa, yakni pada struktur saraf di sekitarnya. Sebanyak 15-30 persen penderita pecah aneurisma raksasa pada struktur otaknya mengalami peringatan awal berupa sedikit rembesan darah dari aneurisma otak. Gejala yang timbul antara lain nyeri kepala hebat disertai kaku kuduk.

Aneurisma yang tidak dikenali gejalanya amat berbahaya karena bisa terjadi pecah ulang. Pecah kedua kalinya selalu berakibat lebih fatal dan seterusnya. Eka mengungkapkan, mengenal tanda pecahnya aneurisma selagi masih ringan amat penting agar pasien segera di diagnosis dan ada tindakan secepatnya untuk mencegah pecah ulang. Merupakan tugas para dokter bedah saraf untuk mengedukasi masyarakat agar mengenal tanda-tanda dan gejala pecahnya aneurisma otak sebelum jadi fatal.

Terapi guna menangani aneurisma otak biasanya dengan prosedur kliping atau embolisasi. Kliping ialah pembedahan mikro dengan menjepit leher aneurisma sehingga aneurisma tidak lagi teraliri darah dari pembuluh darah induk. Tingkat sukses penjepitan mencapai 80-90 persen. Sementara embolisasi adalah penyumpalan atau penyumbatan aneurisma. Prosedur-prosedur tersebut sudah dapat dilakukan oleh dokter-dokter di Indonesia.

Dia mengatakan, penanganan aneurisma memang masih sangat mahal, apalagi jika pasien datang dengan kondisi berat sehingga harus di ruang rawat intensif. ”Kami, para dokter, berupaya memberikan bantuan, misalnya membebaskan pasien tidak mampu dari biaya dokter. Tetapi, kalau sudah menggunakan ruang perawatan intensif di rumah sakit memang menjadi sangat mahal karena bisa mencapai jutaan rupiah per hari,” ujarnya. Ketersediaan dokter bedah saraf pun sangat terbatas.

Prof Black mengatakan, idealnya rasio dokter bedah saraf dengan populasi adalah 1:250.000. Namun, di Indonesia, rasionya masih 1:2.000.000. (INE)

 Kompas - Senin, 19 April 2010

Kamis, 12 November 2015

10 Hewan Tercepat di Dunia


Dimuka Bumi ini terdapat berbagai macam hewan ada yang besar dan ada pula yang kecil, mereka semua dapat bergerak atau berpindah tempat. Nah tahukah anda hewan yang mana dari semua hewan yang ada dapat tercepat dalam bergerak. Berikut ini daftar 10 Hewan Tercepat di Dunia ini meliputi Hewan yang bergerak dengan bergerak dengan Kaki (Lari dan Lompat), Sayap (Terbang), dan bergerak dengan Sirip (Berenang).

Hewan yang dapat bergerak tercepat adalah Hewan yang bergerak dengan sayapnya yaitu Burung Peregrine Falcon yang mampu terbang dengan kecepatan 389km/jam. Di darat, Hewan yang bergerak dengan kaki tercepat adalah Cheetah yang Kecepatan larinya mencapai  120km/jam. Sedangkan Hewan yang bergerak dengan sirip tercepat adalah Ikan Black Marlin dengan kecepatan berenang hingga 130km/jam.

Berikut ini adalah daftar lengkap 10 Hewan Tercepat di Dunia :

1. Peregrine Falcon
Burung Peregrine Falcon merupakan Hewan tercepat di Bumi ini, Burung Peregrine Falcon dapat terbang dengan kecepatan tertinggi hingga 389km/jam. Burung Peregrine Falcon atau Burung Alap-alap Kawah ini merupakan burung pemburu yang memiliki kemampuan menukik dengan kecepatan yang sangat tinggi dan penglihatan yang tajam sehingga mangsanya tidak diberikan kesempatan untuk melarikan diri.

2. Spine tailed Swift (Burung Kepinis Jarum)
Spine Tailed Swift atau disebut juga Needle-tailed swift atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Burung Kepinis Jarum adalah Hewan Tercepat kedua di dunia. Kecepatan terbang Burung Kepinis Jarum adalah 169km/jam dan merupakan burung pemakan serangga yang habitatnya di Hutan.

3. Frigate Bird
Burung Frigatebird mampu terbang dengan kecepatan tertingginya hingga 153km/jam. Frigate Bird umumnya hidup di Samudera yang berada di garis Khatulistiwa.

4. Black Marlin
Black Marlin merupakan Ikan Tercepat, dengan kecepatan bergeraknya mencapai 130km/jam. Ikan Black Marlin juga merupakan Ikan Terbesar dengan ukuran 4,65 meter dan berat 750kg. Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik merupakan daerah habitat bagi ikan ini.

5. Cheetah
Cheetah adalah Hewan pemburu didarat tercepat di Dunia, dengan kecepatan larinya dapat mencapai kecepatan hingga 120km/jam dengan akselerasi 0 -100km/jam dalam waktu 3,5 detik.  Benua Afrika dan Asia Selatan serta Timur Tengah merupakan habitat hidup hewan pemburu tercepat ini.

6. Sailfish (Ikan Layaran)
Ikan Sailfish memiliki sirip punggung tegak yang mirip dengan layar kapal sehingga dalam bahasa Indonesia  disebut dengan Ikan Layaran
Pada saat merasa terancam atau sedang bersemangat maka Ikan Layaran ini akan membuka sirip punggungnya lebar lebar. Kecepatan berenang yang tinggi hingga 110km/jamdapat dilakukan oleh ikan Ikan Sailfish ini. Di muka Bumi ini Ikan Sailfish terdiri dari dua sepsis yaitu Sailfish Atlantik dan Sailfish Indo-Pasifik.

7. Swordfish (Todak)
Ikan Swordfish atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Todak merupakan Ikan laut yang memiliki rahang atas dan moncongnya memanjang berbentuk seperti pedang pipih dan kuat. Dengan moncongnya yang panjang ini digunakan untuk memukul dan melukai mangsanya. Panjang moncong ini hampir sepertiga dari panjang badan Ikan Todak (Swordfish).Ikan Todak yang berbobot 650kg ini dapat berenang dengan kecepatan tinggi hingga 97km/Jam.

8. Pronghorn Antelope (Kijang Pronghorn)
Pronghorn Antelope merupakan hewan sejenis Kijang yang hidup di benua Amerika Utaran bagian Tengah dan Barat. Hewan Mamalia ini mampu berlari dengan kecepatan tinggi hingga 88,5km/jam. Sehingga Pronghorn Antelope menduduki posisi kedua hewan darat tercepat di dunia setelah Cheetah.

9. Wildebeest
Wildebeest yang hidup di Afrika bagian selatan ini menjadi salah satu hewan darat yang dapat berlari dengan kecepatan tinggi hingga mencapai 80,5km/jam. Wildebeest merupakan Hewan Mamalia pemakan Tumbuh-tumbuhan, namun Wildebeest sering menjadi mangsa hewan pemburu seperti Cheetah, Singa ataupun Anjing liar. Untuk mengindari hewan-hewan buas tersebut, Wildebeest harus berlari cepat.

10. Singa
Siraja hutan atau Singa atau dalam bahasa Inggris disebut dengan LION.  Singa yang sering dijuluki Raja dari segala pemburu ini mampu berlari dengan kecepatan hingga mencapai 80km/jam.

Dari berbagai sumber

Sabtu, 24 Oktober 2015

Jejak Kaki Raksasa di Tapak Tuan Aceh


Jejak Kaki Raksasa di Tapak Tuan Aceh
 Jejak Kaki Raksasa di Tapak Tuan Aceh

Jejak Kaki Raksasa di Tapak Tuan Aceh terletak di antara batu karang, Penampakan telapak kaki ukuran 6 X 2,5  meter itu menghadap ke laut luas. Di dalam telapak kaki raksasa dipenuhi air berwarna kuning keemasan. Tak jauh dari sana, bukit hijau menjulang dan sebuah kain putih sebagai penanda terpasang beberapa meter dari tapak.
Menurut legenda Aceh selatan tapak kaki raksasa itu adalah tapak kaki Tuan Tapa, seorang tokoh dalam cerita legenda. Keberadaan tapak raksasa yang terletak di kaki Gunung  Lampu, Tapak Tuan, saat ini menjadi daya tarik wisatawan baik dari dalam negri maupun luar negri.

Jalan yang harus dilalui ntuk berkunjung ke sana memang tidak mudah. Para pengunjung harus melewati batu karang beragam ukuran. Dipermudah dengan rambu petunjuk berupa garis putih yang dicat di setiap batu. Tinggal mengikuti arah rambu tersebut,anda pasti menemukan tapak raksasa yang siap memanjakan mata.

Cerita legenda tapak Tuan Tapa ini menjadi cikal bakal nama ibu kota Aceh Selatan, yaitu Tapaktuan. Sebuah kota terletak sekitar 440 kilometer dari ibukota provinsi Banda Aceh.

Legenda Tapak Tuan menjadi cerita rakyat turun temurun dan dipercaya masyarakat disana, meski kini tapak tersebut tidak lagi alami, tapi lokasi tersebut masih memikat hati para wisatawan.

"Menurut cerita di sini dulu memang ada jejak tapak ini. Biar agar tidak hilang, makanya sekarang sudah dibuat begini," kata seorang pemandu, Khairil, kepada detikcom, Sabtu (24/10/2015).

Jejak Kaki Raksasa di Tapak Tuan Aceh

Pengelola objek wisata Tapak Tuan Tapa, Chaidir Karim, mengisahkan, dulu di sana hidup seorang pertapa sakti bertubuh raksasa yang sangat taat kepada Allah. Syech Tuan Tapa, namanya. Suatu hari, ada dua naga dari negeri Cina menemukan seorang bayi terapung ditengah laut. Mereka kemudian menyelamatkan bayi itu dan merawatnya hingga tumbuh dewasa.

Beberapa tahun kemudian, kedua orangtua bayi yang menjadi raja dan permaisuri di Kerajaan Asralanoka mengetahui keberadaan putri mereka. Raja meminta kembali buah hatinya pada kedua naga. Permintaan itu ditolak. Tanpa pikir panjang, raja membawa lari putrinya naik ke dalam kapal. 
"Kedua naga marah dan mengejar raja hingga terjadi pertempuran ditengah laut. Hal itu menyebabkan semedi Tuan Tapa terusik," kata Chaidir.

Tuan Tapa lalu keluar dari gunung tempat ia bertapa dan melangkah ke sebuah gunung. Saat berdiri dipuncak gunung, Tuan Tapa hendak melontarkan tubuh ke arena pertempuran. "Jejak kaki saat dia berdiri itulah yang membekas di sini," ungkapnya.
Niat Tuan Tapa untuk menyelamatkan bayi yang telah menjadi seorang putri. Ternyata, maksud baik Tuan Tapa membuat kedua naga marah besar sehingga terjadi pertempuran. Tuan Tapa berhasil membunuh kedua naga dengan menggunakan tongkat.

Singkat cerita, pertarungan itu dimenangkan oleh Tuan Tapa. Sang putri pun kembali ke pelukan raja dan permaisuri. Tapi keduanya tidak kembali lagi ke kerajaan dan memilih menetap di Aceh.

"Keberadaan mereka di tanah Aceh diyakini sebagai cikal bakal masyarakat Tapaktuan," jelasnya.

Jejak Kaki Raksasa di Tapak Tuan Aceh

Tak lama berselang setelah kejadian itu, Syech Tuan Tapa menghilang disebuah lokasi. Oleh masyarakat Tapaktuan, lokasi tersebut diyakini sebagai makam Tuan Tapa. Letaknya di depan Masjid Tuo di Kelurahan Padang, Kecamatan Tapaktuan. Hingga kini, makam tersebut masih ramai dikunjungi.

Selain tapak raksasa, tak jauh dari sana juga terdapat batu di tengah laut yang diyakini sebagai kopiah Tuan Tapa yang kini sudah menjadi batu. Kopiah itu terlepas saat pertarungan terjadi. tongkat yang sudah menjadi batu pun ada di sana.

Berjarak lima kilometer dari lokasi tapak, ada karang berbentuk hati di Desa Batu Itam dan sisik naga di Desa Batu Merah. Menurut cerita, bekas potongan tubuh naga jantan yang kalah bertarung. Ada juga karang berbentuk layar kapal di Pantai Batu Berlayar, Desa Damar Tutong, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan, yang terletak sekitar 20 kilometer dari tapak kaki raksasa. Konon karang itu sisa kapal raja dan permaisuri Kerajaan Asralanoka yang hancur ketika pertempuran.

"Sekarang banyak wisatawan yang berkunjung ke sini," kata Khairil.

Penasaran dengan telapak raksasa? Yuk kunjungi kabupaten berjuluk Kota Naga ini.


Sumber:  http://news.detik.com
Sabtu 24 Oct 2015, 11:47 WIB
Agus Setyadi - detikNews


Kamis, 15 Oktober 2015

Cara Kunang-Kunang Berkembang Biak

Cara Kunang-Kunang Berkembang Biak
Cara Kunang-Kunang Berkembang Biak

Setiap mahluk hidup pasti dapat berkembang biak untuk mempertahankan kelestariannya, begitu juga dengan Kunang kunang atau Kica kica ini. Cara Reproduksi Kunang-Kunang berkembang biak dengan dua cara. Kunang kunang memiliki  dua tipe ritual perkawinan.

Tipe pertama, cahaya yang dilepaskan oleh Kunang kunang betina akan menarik perhatian kunang-kunang jantan. Pada tipe pertama ini ini, kunang-kunang betina merupakan pihak yang aktif mencari pasangan sedangkan yang jantan pasif.

Pada tipe kedua, ritual perkawinan diawali dengan kedipan-kedipan cahaya dari kunang-kunang jantan yang mencoba menarik perhatian kunang kunang betina dewasa.Pada tipe kedua ini ini, kunang-kunang jantan merupakan pihak yang aktif mencari pasangan sedangkan yang betina pasif.

Setap kedipan cahaya dari masing masing jenis kunang-kunang memiliki warna, intensitas dan kekuatan yang khas sehingga hanya kunang-kunang jenis yang sama yang mampu mengartikulasikan makna kedipan cahaya tersebut. Para ahli dalam membedakan berbagai jenis kunang-kunang yang ada salah satunya dengan mengamati kekhasan cahaya pada saat mencari pasangan.

Kunang-kunang betina biasanya  menunggu di atas tanah atau rerumputan sambil menunggu isyarat dari kunang-kunang jantan.  Ketika melihat cahaya kunang-kunang jantan, sang betina akan memberikan respon dengan pancaran cahaya yang mengisyaratkan bahwa ia telah menerima signal sang jantan.Selanjutnya pejantan terbang menuju betina. Setelah dekat, kunang-kunang jantan mengeluarkan cahaya terang berkali-kali, Demikian juga si betina akan melakukan hal yang sama yang menandakan siap bercumbu dan kemudian mereka kawin.

Proses Perkawinan Kunang Kunang
Perkawinan pada kunang kunang terjadi dengan saling menyentuhkan kedua alat kelaminnya yang berada di ujung perut dan dilanjutkan dengan perpindahan sperma dari pejantan ke tubuh betina. Abdomen betina akan menyimpan Sperma pejantan sampai ia siap bertelur. 

Pada saat proses perkawinan berlangsung  kunang-kunang tidak mengeluarkan cahaya, Proses perkawinannya dapat berlanjut sepanjang malam.Setelah proses perkawinan selesai, betina langsung memakan sang kekasihnya yang telah membuahi sel telurnya. Dengan memakan kunang kunang kekasihnya, maka sang betina mendapatkan tambahan protein untuk membesarkan sel telur yang ada dalam tubuhnya. Serangga jenis lainnya yang mempunyai kebiasaan seperti ini seperti yaitu Black widow.
 
Kunang-kunang bertelur pada saat hari gelap, setiap kunang kunang dapat bertelur antara 100 dan 500 butir.
Telur telur ini  diletakkan di tanah, ranting, rumput, tempat berlumut atau di bawah dedaunan. Daerah yang ideal sebagai lokasi menyimpan telurnya yaitu Pekuburan dan ladang ladang pertanian yang tanahnya relatif gembur dan tidak banyak terganggu. Larva kunang-kunang akan muncul setelah 30 hari, larva ini menyerupai cacing memancarkan cahaya, bentuknya pipih dengan kepala kecil dan rahang kuat. Fungsi cahaya pada larva hanya untuk memperingatkan pemangsa agar tidak mencoba mengganggunya. 

Setelah muncul Larva larva ini akan memakan makanan yang berupa cacing tanah, siput kecil atau serangga kecil lain. Saat menjadi larva adalah masa paling lama yaitu sekitar1-2 tahun sebelum menjadi kepompong. 
Hanya sebagian kecil dari telur kunang-kunang menetas menjadi larva dan hanya sedikit larva yang sukses menjadi kepompong karena dimangsa oleh pemangsa yang memangsa telur maupun anakan kunang-kunang.

Larva larva ini setelah cukup usianya maka membuat liang di dalam tanah untuk  menjadi kepompong larva. 
Selanjutnya ia akan masuk dan melingkarkan tubuhnya di dalam liang. Mulutnya akan mengeluarkan lendir lengket yang ditempelkan di dinding liang. Setelah sebulan larva beristirahat dalam liang, ia menanggalkan kulit untuk terakhir kali dan memasuki masa kepompong. Kepompong pada mulanya berwarna kuning pucat dan perlahan-lahan menjadi gelap, berlangsung sekitar 10 hari.

Awalnya Kunang-kunang dewasa keluar dari kepompong dengan tubuh pucat yang akhirnya berkembang menjadi lebih gelap. Kedua pasang sayap direntangkan agar mengembang dan kering, membentuk Elitera, perisai yang melindungi kedua sayap belakangnya yang lunak.

Kunang-kunang dewasa hidup selama 2 - 3 minggu, untuk melakukan perkawinan. Selama itu aktivitas makan kunang-kunang sangat beragam, beberapa jenis hanya mengisap cairan tumbuhan, sementara jenis lainnya meneruskan kebiasaan makan seperti ketika masih larva, sebagai pemakan serangga lain atau siput-siputan kecil. Tidak semua kunang kunang menghasilkan kerlip cahaya. Ada beberapa spesies kunang kunang yang terus menerus mengeluarkan cahaya.

Cara Pemeliharan Kunang kunang

Cara Pemeliharan Kunang kunang
 Cahaya Kunang kunang


Kunang kunang termasuk serangga dari keluarga Lampyridae yang merupakan familia dalam ordo kumbang Coleoptera. Banyak orang menyebut Kunang kunang dengan nama Kica-kica.

Kunang kunang adalah serangga unik yang dapat yang mengeluarkan cahaya berkerlip sendiri yang dapat terlihat dengan jelas pada malam hari atau dalam keadaan gelap. Mereka hanya keluar jika hari sudah menjadi gelap. Nah karena keunikannnya ini kadang orang berminat untuk memeliharanya.

Cara Pemeliharan Kunang kunang.
Kunang-kunang atau Kica Kica diusahakan dipelihara pada tempat yang disesuaikan dengan desain
mendekati habitat aslinya. Meski tidak perlu luas tetapi makanannya selalu tersedia, untk makanannya pun bisa di ambil dari alam sekitar kita.

Jenis Makanan Kunang kunang
Makanan utama kunang-kunang adalah cairan tumbuhan, siput-siputan kecil, cacing, maupun serangga lain. Nah lengkap sudah untuk memelihara Kica kica atau Kunang kunang ini. Semoga sukses yah.


Lihat  juga:
Apakah Serangga Memiliki Darah ?
Belalang Pink Serangga Langka
Klasifikasi ilmiah Capung
Cara Kunang-Kunang Berkembang Biak
Cara Pemeliharan Kunang kunang
Cara Budidaya Semut Rangrang
Capung
Laba Laba   
Kunang kunang
Scorpio Bayi


Selasa, 13 Oktober 2015

Kelompok Hewan Vertebrata


Vertebrata adalah kelompok dari jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan-hewan yang tergolong dalam Vertebrata dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni :

    Ikan (Pisces)
    Amfibi (Amphibia)
    Reptil (Reptilia)
    Burung (Aves)
    Hewan Menyusui (Mammalia)

Berikut ini penjelasannnya.

1. Hewan Menyusui (Mammalia) 
Merupakan hewan yang memiliki kelenjar susu (betina) yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air. 
Contoh Hewan Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus, Lumba-lumba dan Duyung.

2. Ikan (Pisces) 
Merupakan hewan yang hidup didalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip dan berkembang biak dengan cara bertelur.

3. Burung (Aves) 
Merupakan hewan yang bisa terbang, hewan Aves atau Burung ini memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Meskipun Aves sering disebut sebagai hewan yang bisa terbang, ada beberapa jenis hewan yang tergolong dalam Aves tetapi tidak bisa terbang seperti Ayam, Bebek, Angsa dan Kalkun.

4. Amfibi (Amphibia) 
Merupakan hewan yang dapat hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengatur suhu badan sendiri) dan bernafas dengan paru-paru. 
Contoh Hewan Amfibi seperti Katak, Salamander dan kadal air.

5. Reptil (Reptilia)
Merupakan  hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. 
Contoh Hewan Reptil adalah buaya, kadal dan ular.

 

  

Klasifikasi Hewan Berdasarkan Tulang Belakang (Vertebrata dan Invertebrata)

Hewan yang hidup di Dunia banyak sekali jenis dan aneka ragamnya. Dalam Ilmu Biologi untuk memudahkan identifikasinya maka diklasifikasikan menjadi dua golongan besar berdasarkan struktur tulang belakangnya yaitu: Vertebrata dan Invertebrata.

 1. Vertebrata
Vertebrata adalah Kelompok dari jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan-hewan yang tergolong dalam Vertebrata dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni :

    Ikan (Pisces)
    Amfibi (Amphibia)
    Reptil (Reptilia)
    Burung (Aves)
    Hewan Menyusui (Mammalia)

2. Hewan Invertebrata
Invertebrata adalah kelompok dari jenis hewan yang tidak memiliki struktur tulang belakang atau tulang punggung. Hewan Invertebrata memiliki Struktur morfologi, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan  darah yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata. 
Hewan yang termasuk dalam golongan Hewan Invertebrata antara lain :

    Filum Protozoa,
    Filum Porifera
    Filum Cnidaria,
    Filum Ctenophora
    Filum Platyhelminthes atau Cacing Pipih,
    Filum Nematoda (Cacing Gilik),
    Filum Annelida (Cacing Gelang),
    Filum Mollusca (Filum Moluska),
    Filum Artropoda,











Hewan Invertebrata

Invertebrata adalah kelompok dari jenis hewan yang tidak memiliki struktur tulang belakang atau tulang punggung. Hewan Invertebrata memiliki Struktur morfologi, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan  darah yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata. 

Hewan yang termasuk dalam golongan Hewan Invertebrata antara lain :

1. Filum Annelida (Cacing Gelang)
Hewan cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ dengan sistem peredaran darah tertutup. 
Filum Annelida terbagi menjadi 5 kelas yaitu Polychaeta (Hewan berambut banyak), Oligochaeta (Hewan berambut sedikit atau tidak ada rambut sama sekali), dan Hirudinea (Hewan menghisap darah). 
Contoh cacing jenis Filum Annelida diantaranya seperti cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas dan lintah.

2. Filum Mollusca (Filum Moluska)
yaitu hewan yang memiliki tubuh lunak baik dilindungi oleh cangkang maupun yang tidak dilindungi oleh cangkang. Cangkang Filum Mollusca terdiri dari bahan kalsium (zat kapur). Filum Mollusca terdiri dari 3 kelas yakni P (memiliki 2 buah cangkang seperti kerang, tiram dan simping), Gastropoda (Siput baik yang bercangkang ataupun tidak), Cepalophoda (Gurita dan cumi-cumi), Scaphopoda dan  Amphineura.

  
3. Filum Porifera atau hewan berpori
Hewan air yang hidup di laut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut dan dapat berpindah tempat dengan bebas. Sumber makanan Porifera adalah Bakteri dan Plankton. Filum Porifera terbagi menjadi 3 kelas yaitu Kelas Corcorea, kelas Hexactinelida dan Kelas Demospangia.

4. Filum Cnidaria
Hewan yang memiliki knidosit yang berfungsi sebagai sel penyengat yang digunakan untuk menangkap mangsa dan membela diri. 
Cnidaria dibagi menjadi 4 kelompok yaitu Anthozoa (anemone laut, koral, pena laut), Scyphozoa (Ubur-ubur), Cubozoa (ubur-ubur kotak) dan Hydrozoa. Filum Cnidari kebanyakan terdapat di lingkungan laut. Filum Cnidaria terkadang dikategori sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.

6. Filum Ctenophora 
Hewan yang memiliki lubang-lubang kecil atau pori dihampir seluruh tubuhnya. Pori tersebut dapat menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau musuhnya.Meskipun bentuknya seperti ubur-ubur, tetapi filum Coelenterata tidak memiliki sel penyengat (knidosit) seperti pada filmu Cnidaria. Filum Ctenophora terkadang dikategorikan sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.

7. Filum Platyhelminthes atau Cacing Pipih
Hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing pipih ini pada umumnya hidup di sungai, laut, danau ataupun sebagai parasit di tubuh organisme lain. Terdapat 3 kelas dalam filum Platyhelminthes yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (Cacing Isap) dan Cestoda (cacing pita).

8. Filum Nematoda (Cacing Gilik)
Hewan cacing yang berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh Filum Nematoda berbentuk runcing dan sedangkan tengahnya bulat. Contoh Cacing Gilik diantaranya seperti cacing tambang, cacing askaris dan cacing filaria.

9. Filum Protozoa
Hewan yang bersel satu yang hidup di dalam air. Bentuk tubuh Protozoa sangat kecil yaitu berkisar antara 10-50 µm tetapi ada juga yang memiliki bentuk tubuh hingga 1mm. Sumber makanan Protozoa adalah hewan dan tumbuhan. Berdasarkan alat geraknya, Protozoa terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Rhizopoda (berkaki semu), kelas Flagellata (berbulu cambuk), kelas Cilliata (berambut getar), dan kelas Sporozoa (berspora).

10. Filum Artropoda
Filum bertubuh segmen yang biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan dan simetri bilateral. Filum Artropda juga dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku. Filum Artropoda terbagi menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah  Chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking),  Myriapoda (lipan), Krustasea (kepiting, lobster, udang) dan Hexapoda (serangga).



Rabu, 07 Oktober 2015

Klasifikasi Hewan berdasarkan Jenis Makanannya


Penggolongan Hewan berdasarkan Jenis Makanan digolongkan menjadi 3 jenis yaitu :

1.    Herbivora (Hewan yang memiliki jenis pemakan tumbuhan);
Contoh Hewan Herbivora antara lain Kuda, Sapi, Kambing, Kelinci dll.

2.    Karnivora (Hewan yang memiliki jenis pemakan daging);
Contoh Hewan Karnivora diantaranya adalah Anjing, Kucing, Singa, Harimau, Serigala dll

3.    Omnivora (Hewan yang memiliki jenis pemakan daging dan tumbuhan);
Contoh Hewan Omnivora diantaranya Ayam, Babi dan Tikus .


Demikianlah Penggolngan Hewan berdasarkan Jenis Makanan

Klasifikasi Hewan Berdasarkan Tempat Hidup.



Klasifikasi Hewan Berdasarkan Tempat Hidup, pada umumnya digolongkan menjadi 3 yakni :

1.  Hewan yang tempat hidup di Air;
Hewan air terdiri dari Hewan yang hidup di air laut yaitu Ikan Salmon, Ikan Kakap, Ikan Sardin, Ikan Tongkol, Ikan Tenggiri, Ikan Tuna dan lain sebagainya.
Sedangkan Hewan yang hidup di air tawar antara lain Ikan Gabus, Ikan Gurame, Ikan Sepat, Ikan Nila, Ikan Mujair dan lain sebagainya.

2. Hewan yang tempat hidup di Darat; contohnya Kuda, Sapi,Harimau, Anjing, Kucing,  Kerbau,Babi, Kambing, Ular, dan lain sebagainya.

 3. Hewan yang tempat hidup di dua alam yaitu di Darat dan Air,
Hewan jenis ini biasanya disebut dengan Hewan Amfibi (Amphibia) yaitu Hewan bertulang belakang yang hidup di dua alam yang berbeda.
Contoh Hewan Amfibi diantaranya adalah Kadal, Katak, dan Sesilia.

Demikianlah Klasifikasi Hewan Berdasarkan Tempat Hidup.

Klasifikasi Hewan Berdasarkan Penutup Tubuhnya

Klasifikasi  Hewan Berdasarkan Penutup Tubuhnya

Hewan yang digolongkan berdasarkan penutup tubuhnya terdiri dari 3 jenis, yaitu :

1. Hewan Bersisik
Contoh Hewan yang penutup tubuhnya adalah sisik diantaranya adalah Ikan dan Ular

2. Hewan Berbulu
Contoh Hewan yang tubuhnya ditutupi oleh Bulu antara lain Ayam, Burung, Itik dan angsa.

3. Hewan Berambut
Contoh Hewan yang berambut diantaranya adalah Harimau, Kucing, Anjing, Tupai, Musang, Monyet, Beruang, Luwak,Singa danlainnya.

Demikianlah Klasifikasi  Hewan Berdasarkan Penutup Tubuhnya

Klasifikasi Hewan Berdasarkan Cara Bergeraknya


Klasifikasi Hewan Berdasarkan Cara Bergeraknya

Hewan yang digolongkan berdasarkan Cara bergeraknya terdiri dari 4 jenis, diantaranya adalah :

1.  Hewan yang bergerak dengan Kaki, dapat dilakukan dengan cara berjalan, melompat atau berlari
 Pada Hewan yang bergerak dengan kaki ini memiliki dua kaki dan empat kaki.
Contoh Hewan yang bergerak dengan empat Kaki diantaranya adalah Kucing, Kuda, Anjing, Singa, Jerapah, Gajah, Harimau, Tikus, Serigala dan lain sebagainya.
Contoh Hewan yang bergerak dengan dua Kaki diantaranya adalah Ayam, Burung, Bebek, Angsa dll.

2.  Hewan yang bergerak dengan Sayap,
Contoh Hewan yang tergolong dalam jenis ini adalah Burung, Kupu-kupu dan Serangga bersayap lainnya.

3.  Hewan yang bergerak dengan perut,
Hewan jenis ini sering disebut dengan Hewan Melata atau Hewan Reptil,
Contohnya Ular, Buaya, Komodo, Lipan, Belut dan Kadal.

4.   Hewan yang bergerak dengan sirip;
Contohnya Ikan.

Klasifikasi Hewan Berdasarkan Cara Berkembang Biaknya


Berbagai macam hewan yang hidup di dunia ini tentunya memiliki sistem reproduksi untuk mempertahankan spesiesnya. Berdasarka sistem reproduksi inilah Hewan dapat diidentifikasi. Berikut ini Klasifikasi Hewan Berdasarkan Cara Berkembang Biaknya

Klasifikasi  Hewan berdasarkan cara berkembang biaknya terdiri dari 3, yaitu :

1. Ovipar, yaitu Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. 
Contohnya: Burung,Ayam, Itik, Penyu dan Ikan.

2.  Vivipar, yaitu Hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak. 
Contohnya: Babi, Rusa, Kambing, Kerbau, Kuda, Gajah, Kucing, Kelinci, Tikus, Marmut, Anjing dan lainnya.

3.  Ovovivipar, yaitu Hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak dan bertelur. 
Contohnya: Ular.

Demikianlah Klasifikasi Hewan Berdasarkan Cara Berkembang Biaknya.

Klasifikasi Hewan Berdasarkan Sistem Penafasan

Berbagai macam hewan yang hidup di darat dan di air digolongkan kedalam kelompok hewan yang memiliki sistem pernafasan. Berikut ini klasifikasinya.

Klasifikasi Hewan berdasarkan cara bernafasnya ada 5 jenis diantaranya adalah :

1. Hewan yang bernafas dengan Insang, hidupnya diair.
Contohnya Ikan,

2. Hewan yang bernafas dengan Paru-paru yang hidup didarat:
Contohnya Gajah, Burung, Anjing, Harimau, Singa, Kucing, Zebra, Sapi, Kerbau,Kuda dan lain sebagainya.
Sedangkan Hewan yang bernafas dengan Paru-paru yang hidup diair Contohnya: Paus, Lumba lumba.


3. Hewan yang bernafas dengan Kulit.
Contohnya Cacing Tanah.

4. Hewan yang bernafas dengan Trakea.
Contohnya Kupu-kupu, lebah, semut dan lain-lain.

5. Hewan yang bernafas dengan Paru-paru dan Kulit.
Contohnya Katak.

7 Jenis Klasifikasi Hewan

Di Dunia ini terdapat banyak sekali spesies hewan dari yang terbesar hingga yang terkecil. untuk memudahkan identifikasinya maka species hewan tersebut digolongkan  berdasarkan berbagai jenis.

Klasifikasi Hewan berdasarkan:

1. Klasifikasi Hewan Berdasarkan Tulang Belakang.
2. Klasifikasi Hewan Berdasarkan Tempat Hidup.
3. Klasifikasi Hewan Berdasarkan Jenis Makanan.
4. Klasifikasi Hewan Berdasarkan Penutup Tubuh
5. Klasifikasi Hewan Berdasarkan Cara Bergerak
6. Klasifikasi Hewan Berdasarkan Cara Berkembang Biak
7. Klasifikasi Hewan Berdasarkan Cara Bernafas.


Dengan adanya klasifikasi ini maka dengan mudah Hewan dapat di identifikasikan.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Lazada Promo