Google Searching

Info

Minggu, 28 Februari 2016

Daftar 10 Hewan Terbesar di Dunia


Dunia ini terdiri jutaan spesis yang dikategorikan sebagai binatang atau hewan.  Dari semua Hewan-hewan tersebut ada yang bentuk ukurannya sangat kecil, adapula yang sangat besar bahkan beberapa kali lipat jika dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia.

Besarnya seekor hewan dapat diukur dari kepanjangan, ketinggian ataupun ukuran beratnya. Jika dilihat dari berat dan panjangnya, maka Hewan Terbesar di Dunia ini adalah Paus Biru (Blue Whale). Berat Paus Biru mencapai 180 Ton sedangkan Hewan terbesar yang hidup di darat adalah Gajah dengan berat hingga 6,3 ton. Nah bagaimana urutan 10 Hewan Terbesar di Dunia.

Berikut ini adalah daftar 10 Hewan Terbesar di Dunia beserta berat dan panjangnya.

1. Paus Biru (Blue Whale)
Paus Biru merupakan Hewan yang terbesar di Dunia ini, berat Paus Biru ini dapat mencapai 180 Ton dan panjang badannya hingga 30 meter.  Paus biru merupakan hewan mamalia laut yang hidup di samudra Antartika, samudra Pasifik, samudra Hindia dan samudra Atlantik.


2. Gajah Afrika (African Elephant)
Gajah Afrika adalah Hewan darat terbesar di dunia dengan berat 6,350kg, panjangnya Gajah Afrika 10,6 meter. Berdasarkan data dari World Wildlife Foundation, total populasi Gajah Afrika ini hanya sekitar 700.000 ekor pada tahun 2014.


3. Beruang Cokelat (Brown Bear)
Beruang Coklat adalah Hewan Karnivora terbesar di Dunia, Beruang Coklat ini dapat ditemukan di Amerika Utara dan bagian Utara Eropa-Asia. Berat Beruang Coklat dapat mencapai 1Ton dengan ketinggiannya hingga 3 meter.

4. Buaya Muara (Saltwater Crocodile)
Buaya Muara adalah jenis Buaya terbesar di dunia. Disebut dengan Buaya Muara karena ini hidup di sungai-sungai yang dekat dengan laut (muara). Dalam bahasa Inggris, Buaya Muara ini disebut dengan Saltwater Crocodile, sedangkan panggilan lainnya dalam bahasa Indonesia adalah Buaya Laut ataupun Buaya Air Asin. Berat Buaya Muara ini mencapai hingga 1.360kg dengan panjang tubuh dapat mencapai 6,3 meter. Buaya Muara dapat ditemukan di Asia Tenggara, Asia Selatan dan Australia. Buaya Muara merupakan hewan jenis reptile terbesar di bumi ini.

5. Jerapah (Giraffe)
Jerapah merupakan hewan yang memiliki leher yang sangat panjang, ketinggian Jerapah dapat mencapai 5,8 meter dengan berat hingga 2.000kg. Ketinggian Jerapah ini menjadikannya sebagai Hewan tertinggi yang hidup di darat. Jerapah dapat ditemukan di benua Afrika.

6. Burung Unta
Burung Unta merupakan burung terbesar di muka bumi ini, ketinggian burung unta mencapai 2,7 meter dengan berat sekitar 156kg. Meskipun digolongkan sebagai Burung, Burung Unta pada dasarnya tidak dapat terbang di angkasa. Burung Unta hanya dapat lari di daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi yaitu sekitar 70 km per jam.

7. Salamander Raksasa Tiongkok (China Giant Salamander)
Salamander adalah hewan Amfibi  yang mirip dengan Kadal. Salamander memiliki tubuh yang ramping, hidung pendek dan ekor yang panjang. Salamander Raksasa Tiongkok ini memiliki kepanjangan  1,83 meter dan beratnya 64kg. Salamander Raksasa Tiongkok ini merupakan Hewan yang dilindungi karena populasinya berkurang dengan cepat. Salamander Raksasa Tiongkok ini hanya dapat ditemukan di daratan Tiongkok dan Taiwan dan merupakan Hewan jenis Amfibi yang terbesar di dunia ini.

8. Paus Hiu (Whale Shark)
Hiu Paus merupakan Ikan pemakan plankton yang memiliki panjang 13,6 meter dengan berat sekitar 22 ton.

9. Cumi-cumi Kolosal (Colossal Squid)
Cumi-cumi Kolosal adalah jenis cumi-cumi terbesar di bumi ini. Panjang Cumi-cumi kolosal dapat mencapai 14 meter dengan berat sekitar 494kg. Cumi-cumi Kolosal ini hanya ditemukan di perairan Benua Antartika.

10. Gajah Laut (Elephant Seal)
Gajah Laut sebenarnya termasuk hewan jenis Karnivora yang masih dalam keluarga Anjing Laut. Dengan kata lain, Gajah Laut merupakan Anjing Laut yang berukuran sangat besar. Ukuran berat seekor Gajah Laut jantan dapat mencapai 4 ton.

Nah demikianlah urutan  10 Hewan Terbesar di Dunia

Sabtu, 27 Februari 2016

Apakah Serangga Memiliki Darah ?


Serangga hidup dihalaman rumah yang kita tempati, terutama dikebun atau taman banyak terdapat habitat serangga yang hidup disana. Seranga serangga itu seperti jangkrik, capung, belalang berkembang biak dikebun kebun yang banyak tumbuh pohon dan rumput sebagai sumber makanannya. Tapi tahukah anda, apakah serangga ini memiliki darah ?

Serangga seperti jangkrik, capung, belalang tentu saja memiliki darah. Meski kita tidak pernah meilhat darah dari serangga tersebut. Hal ini disebabkan karena darah serangga tidak memiliki warna, sehingga kita tidak dapat melihatnya.

Tidak seperti manusia, Hewan yang memiliki darah berwarna merah. Warna merah darah ini trbentuk dari sel warna merah darah yang terkandung didalamnya. el warna merah ini disebut Hemoglobin. Sebagian besar serangga tidak memiliki Hemoglobin, sehingga darah mereka bening.

Cacing, ulat bulu memiliki darah berwarna merah. sedangkan Udang, Siput, Gurita atau laba laba memiliki darah berwarna Biru. Warna Biru ini disebabkan adanya zat yang disebut Hemosianin, sebagai pengganti Hemoglobin.

Nah kesimpulannnya warna darah pada mahluk hidup tergantung dari zat zat yang ada di dalam darah itu sendiri.

Minggu, 14 Februari 2016

Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia


 Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia
 Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

Berikut Nama dan Gambar Rumah Adat dari seluruh Indonesia:
1. Nangroe Aceh Darussalam
Rumah adat : Rumah Krong Bade
Cirikhas:
  • bentuk persegi panjang menhadap ke timur barat
  • terbuat dari kayu dan dihiasi ukiran
  • Terdapat gentong air di depan rumah
  • terdapat anak tangga yang jumlahnya ganjil
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

2.Provinsi Sumatera Utara (SUMUT)
Rumah Adat : Rumah Bolon
Rumah Bolon artinya rumah besar, rumah adat Sumatera Utara ini memang berukuran besar. Rumah Bolon dirancang oleh arsetek kuno Simalungun.
Cirikhas:
  • Rumah Panggung, Bagian Kolong untuk tempat hewan peliharaan
  • Karena berbentuk rumah panggung, maka memiliki tangga yang jumlah anak tangganya selalu ganjil.
  • Pintu masuk rumah rendah "sibaba ni aporit" filosofinya adalah menghormati si pemilik rumah
  • Pada bagian depan rumah Bolon, tepatnya di atas pintu terdapat gorga, sebuah lukisan berwarna merah, hitam, dan putih. Biasanya terdapat lukisan hewan seperti cicak, ular ataupun kerbau.
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

3.Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR)
Rumah Adat : Rumah Gadang
  • Rumah ini didirikan diatas tanah orang yang bersangkutan dengan didahului musyarawah keluarga
  • Rumah ini dibangun, diperbaiki, dirobohkan dengan cara gotong royong.
  • Digunakan untuk tempat tinggal dan tempat adat ( tempat untuk kepentingan umum diutamakan)
  • Jumlah ruang biasanya ganjil
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

4.Provinsi Riau
Rumah Adat : Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar
Cirikhas:
  • Ruangan terdiri dari : ruangan besar untuk tempat tidur. ruangan bersila, anjungan dan dapur, serta balai adat
  • Corak rumah berasal dari alam baik itu flora, fauna, dan angkasa serta bentuk wajik, dan kaligrafi Al Quran.
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

5.Provinsi Kepulauan Riau
Rumah Adat : Rumah Selaso Jatuh Kembar
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

6.Provinsi Jambi
Rumah Adat : Rumah Panggung Kajang Leko
Rumah adat Jambi ini merupakan hasil dari pencarian identitas daerah. Pada tahun 70'an Gubernur Jambi mengadakan sayembara "Sepucuk Jambi Sembilan Lurah" untuk menetapkan rumah adat apa yang akan menjadi identitas Jambi. Akhirnya rumah panggung ditetapkan sebagai rumah adat jambi.
Rumah ini berasal dari arsitetur Marga Bathin. Rumah ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran kurang lebih 12 x 9 meter. Rumah Panggung Kajang Leko adalah salah satu bentuk pengejawantahan cita rasa seni, budaya, dan keyakinan masyarakat Jambi yang tersirat mulai dari bentuk bangunan, fungsi ruangan, seni ukiran, dll 
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

7.Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL)
Rumah Adat : Rumah Limas
Cirikhas:
  • Rumah bertingkat-tingkat, terdapat filosofi budaya tersendiri disetiap tingkatannya, tingkatan ini disebut bengkilas
  • Luasnya 400-1000 meter persegi
  • Karena luas, rumah limas biasa digunakan untuk acara adat.
  • Dinding kayu, pintu, dan lantai biasanya terbuat dari kayu tembesu, sementara tiang terbuat dari kayu Unglen yang tahan air.
  • Adat yang kental sangat mendasari pembangunan Rumah Limas. Tingkatan yang dimiliki rumah ini disertai dengan lima ruangan yang disebut dengan kekijing. Ini merupakan simbol atas lima tahap kehidupan bermasyarakat yaitu: usia, jenis, bakat, pangkat dan martabat.
  • Tingkat atau kijing yang dimiliki Rumah Limas menandakan garis keturunan asli masyarakat palembang
  •  
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

8.Provinsi Bangka Belitung (BABEL)
Rumah Adat : Rumah Rakit, Rumah Limas
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

9.Provinsi Bengkulu
Rumah Adat : Rumah Rakyat
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

10. Provinsi Lampung
Rumah Adat :NOWOU SESAT
Rumah Lampung terdiri dari bagian untuk tempat tinggal yang disebut lamban/nowou dan bagian untuk beribadah disebut sesat serta bagian untuk menyimpan bahan makanan dan pusaka yaitu lemban pamanohan

Cirikhas
  • berbentuk panggung, 
  • atap terbuat dari anyaman ilalang, 
  • Dinding terbuat dari kayu dikarenakan untuk menghindari serangan hewan dan lebih kokoh bila terjadi gempa bumi
  • didirikan didekat sungai berjajar sepanjang jalan utama yang membelah perkampungan, yang disebut tiyuh.
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

11.Provinsi DKI Jakarta
Rumah Adat : Rumah Kebaya
Cirikhas
  • Atap landai, diteruskan dengan atap pelana di bagian teras
  • Ada yang berbentuk rumah panggung, ada yang rumah menapak diatas tanah
  • Biasanya ada sumur di halaman rumah
  • Lisplang terbuat dari kayu dengan oranamen segitiga sejajar disebut "gigi balang"
  • Pembagian ruangan dari depan ke belakang berdasarkan hiearki sifat publik ke servise di bagian belakang
  • Lanta teras depan "gojegan" selalu dibersihkan untuk menerima tamu
  • Ruang tamu disebut "Paseban"
  • Ruagn tamu disebut "Pangkeng"
  • Ruang tidur disebut "Srondoyan".
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

12.Provinsi Jawa Barat (JABAR)
Rumah Adat : Rumah Kasepuhan Cirebon
Rumah di Jawa Barat banyak macamnya. Berikut rumah adat di Jawa Barat berdasarkan bentuk atapnya:
  • Badak Heuay
  • Jolopong
  • Tagog Anjing
  • Perahu Kemureb
  • Buka Palayu
  • Capit Gunting
  • Julang Ngapak
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

13.Provinsi Banten Ibukota nya adalah Serang
Rumah Adat : Rumah Badui
Cirikhas
  • Rumah Panggung berbahan baku bambu pada umumnya
  • Atapnya terbuat dari daun disebut sulah nyanda
  • Terdapat tiga ruangan: aitu ruangan yang dikhususkan untuk ruang tidur kepala keluarga juga dapur yang disebut imah, ruang tidur untuk anak-anak sekaligus ruang makan yang disebut tepas, dan ruang untuk menerima tamu yang disebut sosoro
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

14.Provinsi Jawa Tengah (JATENG)
Rumah Adat : JOGLO Jawa Tengah.
Cirikhas
  • ruangan pada umumnya terbagi menjadi: pendhopo, pringgitan, dan omah ndalem atau omah njero
  • dibangun diatas empat tiang penyangga yang disebut "soko guru"
  • terdapat juga tumpang sari yang merupakan susunan terbalik yang tersangga soko guru
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

15.Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY)
Rumah Adat : Bangsal Kencono Dan Rumah Joglo
Cirikhas Bangsal Kencono
  • Berupa Padepokan yang Luas Halamannya
  • Banyak Sangkar Burung dan Tanaman di Halaman
  • Terdapat patung batu Bupolo di pintu masuk
  • Dipergunakan untuk event-event kesultanan dan keagamaan
  • Dipergunakan juga untuk acara naiknya Sultan
  • Ornamen Bangunan bernuansa Hindu
  •  
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

16.Provinsi Jawa Timur (JATIM)
Rumah Adat : Rumah JOGLO Situbondo
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

17.Provinsi Bali
Rumah Adat : Rumah Gapura Candi Bentar

Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

18.Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Rumah Adat : Rumah Istana Sultan Sumbawa
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

19.Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Rumah Adat : Rumah Musalaki
Cirikhas
  • berupa rumah panggung
  • dibawahnya terdapat balai panjang tempat menerima tamu
  • tiang rumah diatas batu/tidak ditanam
  •  
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

20.Provinsi Kalimantan Barat (KALBAR)
Rumah Adat : Rumah Istana Kesultanan Pontianak
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

21.Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENG)
Rumah Adat : Rumah Betang
Cirikhas
  • Rumah panggung dengan panjang kurang lebih 30-150 m, lebar 10-30 m, tinggi tiang 3-5 m, dihuni 100-150 orang
  • Rumah panggung ini dihubungkan oleh tangga yang disebut hejot
  • Di halaman terdapat balai untuk menerima tamu dan patung/totem yang disebut sapundu

Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

22.Provinsi Kalimantan Selatan (KALSEL)
Rumah Adat : Rumah Banjar Bubungan Tinggi
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

23.Provinsi Kalimantan Timur (KALTIM)
Rumah Adat : Rumah Lamin
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

24.Provinsi Sulawesi Utara (SULUT)
Rumah Adat : Rumah Pewaris
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

25.Provinsi Sulawesi Barat (SULBAR)
Rumah Adat : Rumah Tongkonan
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

26.Provinsi Sulawesi Tengah (SULTENG)
Rumah Adat : Rumah Tambi
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

27.Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA)
Rumah Adat : Rumah Istana Buton / Malige
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

28.Provinsi Sulawesi Selatan (SULSEL)
Rumah Adat : Rumah Tongkonan
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

29.Provinsi Gorontalo
Rumah Adat : Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

30.Provinsi Maluku
Rumah Adat : Rumah Baileo
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

31.Provinsi Maluku Utara
Rumah Adat : Rumah Baileo
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

32.Provinsi Papua Barat
Rumah Adat : Rumah Honai
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

33.Provinsi Papua
Rumah Adat : Rumah Honai
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia

Lihat Aneka Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia lainnya:
-,-

Rumah adat lainnya:
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia
Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau
Rumah Adat Provinsi Papua Barat (Rumah Honai)
Rumah Adat Provinsi Lampung (Nowou Sesat )
Rumah Adat Provinsi Bali (Rumah Gapura Candi Bentar)
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Barat (Rumah Tongkonan)
Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah (JOGLO)
Rumah Adat Provinsi Banten (Rumah Badui)  
Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta (Rumah Kebaya)
Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung (Rumah Rakit, Rumah Limas)
Rumah Adat Provinsi Jawa Barat (Rumah Kasepuhan Cirebon)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan (Rumah limas)
Rumah Adat Provinsi Jambi (Rumah Panjang )
Rumah Adat Provinsi Riau (Rumah melayu selaso jatuh kembar)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat (Rumah Gadang)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara (Rumah Bolon)
Rumah Adat Daerah Istimewa Aceh
Rumah Adat Provinsi Papua (Rumah Adat Honai)
More:

- , -

12 Provinsi Di Indonesia Dilintasi Gerhana Matahari Total


12 Provinsi Di Indonesia Dilintasi Gerhana Matahari Total
12 Provinsi Di Indonesia Dilintasi Gerhana Matahari Total

Harian Kompas hari senin, 18 Januari 2016, memuat berita bahwa ada 12 Provinsi Di Indonesia yang akan dilintasi Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016. kejadian alam yang langka ini disambut para Peneliti, masyarakat, turis, dan pemerintah mulai bersiap menyambut gerhana matahari total tanggal 9 Maret 2016.

Peristiwa Gerhana matahari adalah fenomena langka yang jadi buruan manusia sejak dulu. Kali ini istimewa karena wilayah daratan yang dilalui gerhana total hanya Indonesia. Jalur totalitas gerhana membentang dari Samudra India hingga utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Jalur gerhana itu selebar 155-160 kilometer dan terentang sejauh 1.200-1.300 kilometer, yang kali ini melintasi 12 provinsi di Indonesia.

Provinsi-provinsi itu adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara juga dilintasi. Namun, tidak semua daerah di provinsi itu dilintasi jalur totalitas gerhana.

"Lama gerhana matahari total (GMT) di Indonesia 1,5-3 menit," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, di Jakarta, Jumat (15/1).

Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpendek terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik dan terpanjang di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik.

Totalitas gerhana terlama terjadi di satu titik di atas Samudra Pasifik di utara Papua Niugini selama 4 menit 9 detik.

Pada Rabu, 9 Maret 2016, gerhana terjadi pagi hari bersamaan dengan perayaan hari raya Nyepi. Di wilayah Indonesia barat, gerhana mulai pukul 06.20 WIB, sedangkan di Indonesia tengah dan timur pukul 07.25 Wita dan 08.35 WIT. Fase GMT rata-rata terjadi satu jam kemudian.

Selama GMT, piringan Matahari tertutup penuh oleh piringan Bulan dan hanya menyisakan cahaya korona atau bagian atas atmosfer Matahari. "Hari yang terang akan berubah seperti senja untuk sesaat," kata Thomas.

Di luar daerah yang dilintasi jalur totalitas gerhana akan mengalami gerhana matahari sebagian (GMS). Daerah yang mengalami GMS akan melihat Matahari berbentuk sabit. "Seluruh wilayah Indonesia, di luar yang mengalami GMT, akan mengalami GMS," lanjutnya.

Fenomena alam langka itu diburu peneliti dan wisatawan. Data sementara, peneliti Lapan serta Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) akan mengamati GMT di Maba. Tim Lapan juga akan mengamati di Ternate, Maluku Utara.

Tim Program Studi Astronomi ITB dan Observatorium Bosscha ITB tersebar di sejumlah wilayah. Sejumlah peneliti yang tergabung dalam Universe Awareness (Unawe) Indonesia akan melihat GMT di Poso, Sulawesi Tengah. Sebagian lagi akan meneliti di Tanah Grogot, Kalimantan Timur, dan Belitung, Bangka Belitung.

Adapun peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peneliti Korea Selatan, dan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta mengamati gerhana di Palu, Sulteng, dan sekitarnya. Jumlah peneliti asing bisa bertambah mengingat sebagian masih mengajukan izin penelitian.

"Tim BMKG akan meneliti variasi medan magnet Bumi dan anomali gravitasi Bumi selama gerhana," ujar Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Jaya Murjaya dalam peluncuran Hitung Mundur GMT 2016, Kamis (14/1).

Kepala Observatorium Bosscha ITB Mahasena Putra mengatakan, sejumlah peneliti yang tersebar di beberapa daerah itu berencana menyiarkan langsung GMT melalui fasilitas live streaming sehingga totalitas gerhana tetap bisa dinikmati masyarakat di daerah lain.

Selain kegiatan ilmiah, peneliti, komunikator astronomi, dan astronom amatir itu juga akan mengadakan berbagai kegiatan edukasi publik, mengajak menikmati GMT dengan aman. Lalu, menjadikannya sebagai peristiwa budaya yang menyenangkan.

"GMT adalah fenomena alam yang istimewa, belum tentu anak cucu kita akan mengalaminya," kata Premana W Premadi dari Unawe Indonesia.

Pemerintah daerah pun bersiap. Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, berbagai kegiatan pendukung menjelang hingga sesudah gerhana disiapkan. (MZW)

Sumber: Harian Kompas.



Jamur Tiram


Jamur Tiram
Jamur Tiram

Jamur tiram atau dalam bahasa latinnya Pleurotus ostreatus, masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii. Jamur Tiram atau sering disebut dengan King Oyster Mushroom memiliki ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.

Bagian tudung dari Jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.Jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.

Jamur Tiram


Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Pada saat ini banyak orang membudidayakan ajmur tiram untuk konsumsi. Membudidayakan jamur tiram haruslah memperhatikan habitat asli tempat ia tumbuh. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu.

Dalam siklus hidupnya, umumnya jamur tiram atau Pleurotus ostreatus, mengalami dua tipe perkembangbiakan yakni secara aseksual maupun seksual. Seperti halnya reproduksi aseksual jamur, reproduksi aseksual basidiomycota secara umum yang terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secara endogen pada kantung spora atau sporangiumnya, spora aseksualnya yang disebut konidiospora terbentuk dalam konidium.

Jamur Tiram

Pada reproduksi secara seksual terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa. Spora seksual pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung basidium.

Manfaat Jamur tiram selain untuk konsumsi ternyata mempunyai manfaat lainnya menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain sebagai penurun kolestrol, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda.

Jamur Tiram

Jamur Tiram juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, anemia. Selain itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker.

Lihat: Video Jamur Tiram

Klasifikasi ilmiah Jamur tiram

Status konservasi: Aman
Kerajaan:     Fungi
Filum:     Basidiomycota
Kelas:     Homobasidiomycetes
Ordo:     Agaricales
Famili:     Tricholomataceae
Genus:     Pleurotus
Spesies:     P. ostreatus
Nama binomial:  Pleurotus ostreatus
Champ. Jura. Vosg. 1: 112, 1872
Sumber: wikipedia.org

Posting lainnya:
Fungi atau Jamur 

Lihat: Video Jamur Tiram
 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Lazada Promo