Google Searching

Info

Senin, 21 November 2016

Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan berkeping biji tunggal (atau monokotil) adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama, seperti Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae.

Tumbuhan monokotil memiliki ciri-ciri:
   -  Batang tidak bercabang, 
   -  Batang tidak berkambium, 
   -  Akar serabut, 
   -  Pertulangan daun sejajar dan mempunyai ikatan pembuluh koklea (Mukhtar, 1992). 

Tumbuhan monokotil tidak memiliki cabang, ikatan pembuluh tertutup, tidak berkambium, mempunyai akar serabut, biji berkeping satu, dan jumlah biji tiga atau berkelipatan tiga (Saktiyono, 1989).
Pada batang tumbuhan golongan monokotil, jaringan permanen primer selain dari meristem apikal juga berasal dari meristem interkalar. Jaringan monokotil primer terdiri dari jaringan dasar fundamental dimana letak ikatan pembuluh terbesar. 

Pada batang monokotil tidak terdapat kambium, kecuali pada beberapa spesies. Karena itu tidak mempunyai jaringan sekunder, walaupun tidak dapat mengadakan pertumbuhan sekunder, batang monokotil dapat mempunyai batang yang besar karena adanya pertumbuhan meristem menebal. 

Pada anatomi batang dikotil dan monokotil tersebut, memiliki perbedaan pada tipe ikatan pembuluh pada batang. Pada dikotil, tipe ikatan pembuluhnya yaitu tipe kolateral terbuka dan bikolateral. Sedangkan pada monokotil, tipe ikatan pembuluhnya yaitu bertipe kolateral tertutup yang umumnya di bungkus oleh sarung sklerenkim. 

Susunan anatomi akar lebih sederhana daripada susunan anatomi batang walaupun susunan anatomi akar bervariasi. Pada penampang melintang akar primer dijumpai tiga sistem jaringan pokok yaitu epidermis, korteks, dan sistem jaringan pengangkut. Di ujung akar terdapat bagian akar primer yang lain, yaitu akar yang berfungsi melindungi promeristem akar.

Contoh Tumbuhan Monokotil:
1. Graminae atau Poaceae (rumput-rumputan): macam-macam rumput, padi, jagung, tebu,alang-alang dan sebagainya.
2. Palmae atau arecaceae (palem-paleman): pinang, kelapa sawit, sagu, enau, salak dan sebagainya.
3. Orchidaceae (kelompok angrek): Macam-macam jenis angrek
4. Musaceae (pisang-pisangan): macam-macam pisang
5. Pandanaceae (pandan): Macam-macam pandan
6. Zingiberaceae (jahe-jahean): jahe, lengkuas, kunyit, dan sebagainya.



Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil yaitu tumbuhan yang memiliki biji berkeping dua yang merupakan cabang dari tumbuhan Angiospermae. Ciri tumbuhan dikotil adalah bercabang-cabang, berkambium, akar tunggang, pertulangan daun menyirip dan mempunyai ikatan pembuluh kolateral terbuka (Kimball, 1992).

Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan berkeping dua yang memiliki lembaga, dua daaun lembaga dan akar serta pucuk lembaga yang tidak memiliki pelindung khusus. Batang bagian bawah tanaman dikotil lebih besar daripada ujungnya, hal ini dikarenakan tumbuhan dikotil mempunyai kambium (Suprapto, 1994). 

Tumbuhan dikotil mempunyai cabang ikatan pembuluh kolateral berkambium, mempunyai akar tunggang dan pembuluh akut tersusun dalam lingkaran (Saktiyono, 1989).
Tumbuhan berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua adalah segolongan tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama dengan memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon:daun yang terbentuk pada embrio) terbentuk sejak dalam tahap biji sehingga bersifat mudah terbelah dua.

Kelompok ini sebagai takson dan dinamakan kelas Magnoliopsida. 

Kelas Magnoliopsida dipakai sebagai nama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil.
Magnoliopsida adalah nama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yang lebih lama, kelas Dicotyledoneae(kelas “tumbuhan berdaun lembaga dua atau tumbuhan dikotil).

Contoh Tumbuhan dikotil:
1. Euphorbiaceae (getah-getahan): contohnya karet, ubi kayu, nangka, cempedak, puring, kemiri dan sebagainya.
2. Papilionaceae (kacang-kacangan): macam-macam kacang seperti kacang tanah, kacang panjang, buncis, kacang hijau, dadap, turi, orok-orok dan sebagainya.
3. Solanaceae (terung-terungan): kerntang, terung, tomat, cabe, tembakau, dan sebagainya.
4. Rutaceae (jeruk): macam-macam jeruk
5. Malvaceae (Kapas-kapasan): kapas, waru, kembang sepatu, sidaguri dan sebagainya.
6. Rubiaceae (kelompok kopi): macam-mcam kopi, bunga Nusa endah, bunga kaca piring dan sebagainya.


Sabtu, 12 November 2016

Hukum Ohm


George Simon Penemu Hukum Ohm

George Simon seorang fisikawan berkebangsaan jerman berhasil menemukan Hukum Ohm.
Dengan Hukum Ohm ini beliau telah berhasil menemukan hubungan antara besar beda potensial dengan besarnya kuat arus yang mengalir.  Pernyataan George Simon Ohm ini kemudian dikenal dengan  dengan nama hukum Ohm.

 
 Hukum Ohm


Info Lainnya:



Hukum Ohm membahas tentang hubungan antara kuat arus, hambatan dan beda potensial, Berikut ini kutipan dari bunyi Hukum Ohm :  

"Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar itu jika suhu penghantar tetap."


Dari pernyataan Ohm diatas dapat dirumuskan bahwa,

V = I.R


Keterangan :

V = Beda Potensial atau Tegangan memiliki satuan Volt. Sering disebut Voltage

I  = Kuat arus atau sering di sebut arus listrik, memiliki satuan Ampere

R = Hambatan atau Resistansi memiliki satuan Ohm, nama barangnya di sebut Resistor





 Dengan rumus ini, dengan mudah kita dapat mengetahui besarnya Arus, dan hambatan.

Rumus  I = V : R    >>    untuk mengetahui besarnya Kuat Arus.
Rumus  R = V : I    >>    untuk mengetahui besarnya Hambatan atau Resisttansi
  
Anda tidak perlu menghapal semuanya cukup dengan satu rumus tadi V= I.R.
 Carangya anda harus ingat konsep dasarnya perkalian 

Contoh:
Perhatikan   8 = 4 x 2    >>>   V  =   I x R
                     4 = 8 : 2     >>>   I   =  V : R
                     2 = 8 : 4     >>>   R  =  V : I

Kesimpulannnya jadi anda tinggal merubah angka dengan simbol. 
Jelas kan...  Sukses.


Referensi:
http://www.daviddarling.info/encyclopedia/O/Ohm.html
https://electronicscomponents.wordpress.com/tag/georg-simon-ohm/


Info Lainnya:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Lazada Promo