Google Searching

Info

Senin, 06 Maret 2017

Menara Syah Bandar Jakarta

Menara Syah Bandar Jakarta

 Menara Syahbandar

Jalan jalan ke Kota Tua jangan lupa kurang afdol kalao kita tidak mampir ke Menara Syahbandar yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kota tua dan Museum Bahari.
Menara Syahbandar (Uitkijk) dibangun sekitar tahun 1839 yang berfungsi sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal yang keluar-masuk Kota Batavia lewat jalur laut serta berfungsi kantor "pabean" yakni mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di pelabuhan Sunda Kelapa.



Menara Syah Bandar Jakarta
Menara Syah Bandar Jakarta

Menara Syah Bandar Jakarta ini sebenarnya menempati bekas bastion (kubu) Culemborg yang dibangun sekitar 1645, seiring pembuatan tembok keliling kota di tepi barat. Sebelum dibangun Menara Syahbandar, fungsi menara pemantau sudah dibangun di dekat bastion Culemborg dengan bentuk "tiang menara", di atasnya terdapat "pos" bagi petugas.


 Papan Menara Syah Bandar Jakarta


Sesudah masa kemerdekaan, beberapa bangunan di dekatnya dirobohkan untuk perluasan jalan Pakin. Bangunan di tengah antara menara dan gedung administrasi, diganti dengan Prasasti di tugu yang ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin tahun 1977 sebagai penanda Kilometer 0 pada masa lalu.

Pada 1926 – 1967, Menara Syahbandar Jakarta pernah dipakai sebagai Kantor Syahbandar Pelabuhan Pasar Ikan, yang kemudian pindah ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Sebagai bagian dari Program Revitalisasi Kota Tua yang dimulai tahun 2006, Pemprov DKI Jakarta melakukan pekerjaan perbaikan terhadap Menara Syahbandar Jakarta yang dilakukan pada April 2007, sebagai realisasi Program Revitalisasi Kota Tua yang dicanangkan sejak tahun 2006.

Meriam Menara Syah Bandar Jakarta

Meriam Menara Syah Bandar Jakarta

Baca artikel Jakarta lainnya:
Menara Syah Bandar Jakarta,
Museum Bahari Jakarta,
Serba Serbi Kota Jakarta,

Usia bangunan Menara Syah Bandar Jakarta hingga saat ini kurang lebih 168 tahun, membuat bangunan setinggi 12 meter dengan ukuran 4x8 meter ini, secara perlahan menjadi miring sehingga kerap disebut "Menara Miring". Posisinya yang persis di sisi jalan raya Pakin, di mana setiap hari padat oleh kendaraan dan tak jarang jenis kendaraan berat seperti truk kontainer, menambah beban getar di sisi selatan menara. Menara ini juga disebut "Menara Goyang" karena menara ini terasa bergoyang ketika mobil melewati sekitarnya.


Menara Syah Bandar Jakarta

Menara Syahbandar Jakarta memiliki tiga ruangan, yaitu di lantai dasar, di bagian tengah berukuran 6×7 meter, dan paling atas yang berfungsi sebagai ruang pengamatan dengan empat jendela. Di bawah lantai dasar, terdapat ruangan yang dulu berfungsi sebagai tempat untuk mengurung awak kapal yang melanggar peraturan pelabuhan.

Jangkar Menara Syah Bandar Jakarta
Jangkar Menara Syah Bandar Jakarta

Menaiki tangga menara, menelusuri ruang-ruangnya, serta mencapai puncak dan memandang kapal- kapal aneka rupa di Pelabuhan Sunda Kelapa adalah daya tarik menara ini.


 Menara Syah Bandar Jakarta
Menara Syah Bandar Jakarta

Sebagai bekas benteng, dilantai bawah masih terdapat ruang bawah tanah untuk perlindungan dan pintu terowongan bisa tembus hingga Fatahillah (Museum Fatahillah, dulu Stadhuis) bahkan kemungkinan hingga Masjid Istiqlal karena dulu pernah ada Benteng Frederik Hendrik. Saat ini pintu menuju terowongan sudah ditutup, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Alamat Menara Syahbandar Jakarta : Jl. Pasar Ikan No.1, Sunda Kelapa, Jakarta. Lokasi GPS: -6.12753, 106.809066, Waze. Jam buka 9.00 -15.00 Minggu dan Selasa – Kamis; 9.00 – 14.30 Jumat – Sabtu; hari Senin libur. Peta Wisata Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Hotel di Jakarta Utara.
Sumber refferensi: Wikipedia

More:


Baca artikel Jakarta lainnya:
Menara Syah Bandar Jakarta,
Museum Bahari Jakarta,
Serba Serbi Kota Jakarta,
Taman RPTRA Kali Jodo Jakarta




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Lazada Promo