Google Searching

Info

Selasa, 31 Juli 2018

Cara Mengatasi Kesemutan Karena Dehidrasi


Gejala kaki yang gampang kram maupun kesemutan jangan dianggap enteng, penyebabya bisa berbagai macam salah satunya dikarenakan dehidrasi. Dehidrasi sendiri diketahui sebagai kondisi saat tubuh kita kekurangan banyak cairan. Cairan yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit dari yang keluar sehingga fungsi normal tubuh akan terganggu. Selain adanya rasa kram dan kesemutan, biasanya dehidrasi juga digejalai oleh beberapa kondisi lainnya, seperti:

    Pernapasan cepat.
    Detak jantung cepat.
    Muntah atau feses bercampur darah.
    Kekeringan pada kulit di mana sisi elastisnya hilang.
    Demam
    Kekeringan di bagian mulut.
    Kebingungan dan gampang lelah.
    Tak buang air selama 8 jam atau lebih.
    Tekanan darah menurun atau rendah.
    Tak mudah berkeringat walau cuacanya panas.
    Ketika menangis tak keluar air mata.




Cara Mengatasi Kesemutan Karena Dehidrasi.

Ada banyak cara untuk mengatasi supaya kaki tak lagi kram atau kesemutan, yaitu dengan memenuhi cairan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Untuk Umum
Pemakaian Larutan Oralit, umumnya yang biasanya digunakan dalam mengatasi dehidrasi, karena pada dehidrasi pada dasarnya tak hanya cairan yang hilang dari tubuh kita, tapi juga garam dan gula.
Keseimbangan ketiganya akan kembali seperti semula bila mengonsumsi larutan oralit.

Untuk Atlet
Minun minuman elektrolit adalah yang paling tepat bagi para olahragawan yang aktif. Minuman berenergi juga terdapat karbohidrat dengan gula yang sudah dipilih secara terbaik, maka diyakini ampuh memberikan efek bagi tubuh. Asalkan selama pemulihan, para atlet tak mengonsumsi minuman soda, dehidrasi akan dapat diatasi.
  
Untuk Anak anak
Sebaiknya tidak memberikan banyak air, karena justru malah memicu penurunan kadar mineral yang bisa membuat kondisi dehidrasi menjadi lebih parah. Untuk amannya, larutan oralit adalah yang paling aman untuk diberikan kepada mereka.

Kondisi Dehidrasi Berat
Tak hanya atlet dan anak yang berkemungkinan merasakan dehidrasi. Orang dewasa justru lebih banyak yang mengalami dehidrasi karena kurangnya kepedulian terhadap asupan cairan. Jika terjadi kondisi dehidrasi berat alangkah baiknya bila langsung dibawa ke rumah sakit , supaya dapat dipasang infus sehingga segala kebutuhan tubuh (garam, gula dan cairan) bisa didapatkan.Pemasangan Infus adalah solusi yang baik karena kadar mineral maupun cairan tubuh bakal dapat dikembalikan ke level normal secara aman.

More:
Cara Mengatasi Kesemutan Karena Dehidrasi

Mobile ads:


Jumat, 27 Juli 2018

Wajah Baru Taman Lapangan Banteng Kini


Wajah Baru Taman Lapangan Banteng Kini
 Wajah Baru Taman Lapangan Banteng Kini

Taman di kota Jakarta kini bertambah lagi dengan diresmikannya Taman Lapangan Banteng yang sudah direnovasi punya wajah yang lebih manis yang terdiri dari zona Monumen Pembebasan Irian Barat, olahraga, dan taman.

Kolam air mancur menari lapangan banteng
 Kolam air mancur menari

Pengerjaan revitalisasi Lapangan Banteng ini dilakukan sejak awal 2017 lalu dengan anggaran dari pihak swasta mencapai Rp 68 miliar. Monumen Pembebasan Irian Barat yang ada di Lapangan Banteng kini dikelilingi kolam air mancur dan undakan bagai amphitheater. Di tengan kolam air mancur, ada bagian yang bisa jadi 'panggung, bisa digunakan untuk aneka kegiatan warga, termasuk fashion show.

 amphitheater dan kolam air mancur di Lapangan Banteng
Penampakan amphitheater dan kolam air mancur di Lapangan Banteng dilihat dari atas.


Sejarah Lapangan Banteng.
Dari situs Wikipedia didapat sejarah singkat Lapangan Banteng, dulu bernama Waterlooplein (bahasa Belanda: plein = lapangan) yaitu suatu lapangan yang terletak di Weltevreden, Batavia; tidak jauh dari Gereja Katedral Jakarta. Pada masa itu, Lapangan Banteng dikenal dengan sebutan Lapangan Singa karena di tengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan pertempuran di Waterloo, dengan patung singa di atasnya. Pertempuran Waterloo tersebut terjadi tanggal 18 Juni 1815 di dekat kota Waterloo, yaitu sekitar 15 km ke arah selatan dari ibukota Belgia, Brussels. Pertempuran itu merupakan pertempuran terakhir Napoleon melawan pasukan gabungan Inggris-Belanda-Jerman. Pertempuran ini juga dicatat dalam sejarah sebagai penutup dari seratus hari sejak larinya Napoleon dari pengasingannya di pulau Elba.

Sedangkan Tugu Singa tersebut didirikan pada zaman pemerintahan pendudukan tentara Jepang (1942-1945). Setelah Indonesia merdeka, namanya diganti menjadi Lapangan Banteng. Terdapat kemungkinan pada zaman dahulu tempat yang kini menjadi lapangan itu dihuni berbagai macam satwa liar seperti macan, kijang, dan banteng. Pada waktu J.P. Coen membangun kota Batavia di dekat muara Ciliwung, lapangan tersebut dan sekelilingnya masih berupa hutan belantara yang sebagian berpaya–paya. Sebelah timur dijalan Lapangan banteng timur tedapat Kantor Satlantas Polres jakarta Pusat. (sumber wikipedia)

 

Ada tiga zona di lapangan banteng
Setelah revitalisasi rampung, Taman Lapangan Banteng dapat digunakan untuk aneka kegiatan warga, termasuk fashion show. Taman Lapangan Banteng, Lapangan seluas 5,2 hektare dengan wajah barunya dilengkapi dengan air mancur menari, Air mancur itu beratraksi mengikuti irama lagu.Pemerintah Provinsi DKI akan membuka Taman Lapangan Banteng ini kegiatan yang berbasis sosial budaya, olahraga dan lingkungan hidup. 

Ada tiga zona di taman Lapangan banteng yang baru ini yang bisa dipergunakan masyarakat untuk bersosialisasi, berkumpul, maupun berolahraga.  Ketiga zona yang yang ada memiliki fungsi dan fasilitas yang berbeda yaitu: 

Tugu Pembebasan Irian Barat.

- Zona kesatu konservasi berpusat di Tugu Pembebasan Irian Barat.  
Monumen Pembebasan Irian Barat yang ada di Lapangan Banteng kini dikelilingi kolam air mancur dan undakan bagai amphitheater.Di tengan kolam air mancur, ada bagian yang bisa jadi panggung. 


 ruang terbuka publik lapangan banteng

- Zona kedua adalah Zona olahraga berupa ruang terbuka publik. Warga pun bebas melakukan aktivitas fisik di zona olahraga.


kehutanan dan pertamanan lapangan banteng

- Zona ketiga adalah kehutanan dan pertamanan.

Menurut berita dari megapolitan.kompas.com histori  pengerjaan proyek revitalisasi lapangan banteng sebagai berikut:
Revitalisasi Lapangan Banteng ini dimulai sejak Maret 2017. Peresmian dimulainya proyek revitalisasi ini dilakukan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono yang saat itu menjabat Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta.
Kala itu, Sumarsono menyebutnya sebagai amanat dari Ahok. "Setelah berkomunikasi dengan Pak Basuki Tjahaja Purnama gubernur definitif, revitalisasi ini merupakan satu dari sembilan pekerjaan rumah yang dititipkan kepada saya untuk segera diselesaikan," ujar Sumarsono. Baca juga: Demi Keamanan, Pemprov DKI Batasi Jam Operasional Lapangan Banteng Ahok memang menggagas revitalisasi ini sejak 2016. Tujuan awalnya, dia ingin Lapangan Banteng memiliki lapangan bola berstandar internasional. Tak hanya lapangannya, patung Pembebasan Irian Barat juga akan dipugar. Akan dibangun danau kecil yang mengelilingi patung tersebut. "Kami lagi kerjain lapangan bola itu, standar internasional. Dengan rumput sintetis dan lengkap dengan saluran air pembuangannya. Jadi lapangan bisa dibersihkan dan ada pembuangannya, biar enggak bau karena kutu," kata Ahok.

Peresmian revitalisai taman lapangan Banteng menurut berita dari kompas.com sebagai berikut;
Setelah pengerjaannya dilakukan lebih dari satu tahun yang lalu, revitalisasi Lapangan Banteng akhirnya selesai. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan ikon baru Jakarta tersebut pada Rabu (25/7/2018) malam.Sumber kompas.com

Lapangan seluas 5,2 hektare ini mulai direvitalisasi pada Maret 2017 lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan meresmikannya pada 25 Juli 2018.Semoga taman Lapangan banteng yang kini menjadi sangat indah dan penuh kenangan sejarah menjadi bermanfaat bagi masyarakat banyak
Revitalisasi Lapangan Banteng ini dimulai sejak Maret 2017. Peresmian dimulainya proyek revitalisasi ini dilakukan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono yang saat itu menjabat Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Revitalisasi Lapangan Banteng yang Digagas Ahok dan Diresmikan Anies...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/07/26/19170891/revitalisasi-lapangan-banteng-yang-digagas-ahok-dan-diresmikan-anies.
Penulis : Jessi Carina
Editor : Icha Rastika
Mobile ads:



Referensi:
https://megapolitan.kompas.com/read/2018/07/26/19170891/revitalisasi-lapangan-banteng-yang-digagas-ahok-dan-diresmikan-anies
https://megapolitan.kompas.com/read/2018/03/05/14021471/seperti-apa-wajah-taman-lapangan-banteng-kini
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180721115332-272-315903/foto-wajah-baru-taman-lapangan-banteng/2
https://id.wikipedia.org/wiki/Lapangan_Banteng
https://news.detik.com/foto-news/d-3956958/keren-wajah-baru-lapangan-banteng-dilihat-dari-ketinggian
https://news.detik.com/foto-news/d-4134134/melihat-kerennya-air-mancur-menari-di-lapangan-banteng/2#share_top
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180721115332-272-315903/foto-wajah-baru-taman-lapangan-banteng/4
https://www.antaranews.com/berita/707722/ini-tiga-zona-di-lapangan-banteng-yang-perlu-anda-tahu



Kamis, 26 Juli 2018

9 Tanaman Pengusir Nyamuk

 Tanaman Pengusir Nyamuk

  Tanaman Pengusir Nyamuk

Banyak Nyamuk dirumah terasa sangat menjengkelkan, membuat kita tida dapat duduk dan beraktifitas dengan nyaman.
Untuk mengusir nyamuk banyak tersedia obat pengusir yang dibuat dari cairan kimia. Tetapi setelah saya baca dan brosing di Internet tenyata ada tumbuhan yang dapat menangkal nyamuk. Nyamuk tidak menyukai tanaman ini dari bau bunga atau daunnya dan bau dari sarinya. Berikut ini nama dan jenis tanaman yang dapat menangkal nyamuk:

Anti nyamuk karena bau bunga atau daunnya:

1. Bunga Marigold
Tanaman Bunga Marigold, salah satu jenis tanaman berbunga. Masyarakat Bali menyebut bunga ini dengan nama bunga gumitir. Sekilas bunga marigold ini memiliki bentuk yang hampir mirip dengan bunga kenikir, namun berbeda dengan bunga kenikir. Bunga marigold akan tumbuh pada setiap tangkai batang dengan warna kuning berkelopak merah dan berbentuk bulat.

Bunga marigold ini terdapat dalam berbagai jenis warna, seperti putih (Matrigold vanilla), kuning, oranye, oranye kemerahan (seperti marigold red cherry) dan warna campuran. Bunga marigold mengandung lebih banyak nektar sehingga serangga terutama lebah menyukai bunga ini. Bunga marigold ini banyak dijadikan sebagai tanaman pengusir nyamuk.

2. Ageratum
Tanaman Ageratumatau dikenal dengan nama Bandotan (Ageratum conyzoides L.).
Merupakan tanaman bunga yang mekar pada musim panas, mudah tumbuh, dan bunga berbulu. Bentuk daun Ageratum menyerupai daun mint, meskipun bunga terlihat seperti aster kecil dilihat dari tanamannya. Bunganya memiliki beberapa jenis warna antara lain: warna biru, ungu, pink, dan bahkan putih dan merah. 

Tanaman ageratum tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari penuh atau teduh parsial dan merupakan salah satu dari bunga tahunan sangat sedikit yang mampu fleksibilitas tersebut. Karena tanaman ini memiliki bau yang menyengat sehinnga banyak serangga yang menghindarinya.

3. Geranium
Bunga geranium terkenal karena keindahannya, namun ternyata memiliki manfaat lain dari bunga ini seperti juga dengan cara menanam bunga calla lily. Dengan warna bunganya yang indah dan mencolok membuat siapapun yang melihat akan terpesona. apalagi jika ternyata memiliki khasiat lain sebagai tanaman pengusir nyamuk alami.

Dengan menanam tanaman ini di rumah, maka dipastikan hunian anda akan terbebas dari serangga yang cukup merugikan ini.  Zat citronella yang terkonsentrsi pada daun tanaman geranium akan mempu mengusir nyamuk dengan ampuh. Caranya cukup sederhana, letakkan tanaman di luar rumah. Kemudian saat angin meniup tanaman dan mengenai daun, maka daun akan bergoyang dan mengeluarkan aroma khas yang tidak sukai oleh nyamuk.





Anti nyamuk karena sarinya dioleskan pada tubuh:

1. Rosemary
 Bunga rosemary merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang cukup populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia.Bunga rosemary dengan nama ilmiah Rosmarinus officinalis memiliki bunga yang berwarna paduan ungu dan putih, dikenal dengan baunya yang begitu harum dan menyegarkan.Biasanya, orang senang menanamnya di ruangan dalam rumah untuk menaruhnya sebagai pewangi ruangan alami, ataupun ditanam di taman pekarangan rumah. Kadang-kadang, ada juga yang suka menggunakannya untuk pengusir nyamuk.Selain itu, bunga ini juga dapat digunakan sebagai bahan makanan, biasanya diolah sedemikian rupa untuk pengharum kue dan juga diolah untuk kebutuhan obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

2. Catnip
Catnip masuk dalam keluarga daun mint Ladies. Catnip adalah tanaman semak yang tumbuh liar di beberapa daerah seperti Eurasia dan Amerika Utara. Nama latin Catnip adalah Nepeta cataria. Catnip termasuk keluarga tumbuhan mint. Terlihat dari bau mint (menthol) yang disebarkannya.Tanaman ini sangat dibenci nyamuk, namun disukai kucing, cocok nih untuk Anda yang suka kucing.

3. Citronella/Minyak Sereh
Cara penggunaan  minyak sereh untuk mengusir nyamuk, oleskan minyak esensial ini setiap 30-60 menit sekali agar efeknya bertahan lebih lama. Dalam penggunannya dapat mencampur minyak sereh dengan beberapa tetes minyak kelapa atau minyak kacang kedelai dan mengoleskannya ke badan Anda seperti menggunakan lotion. Anda dapat pula memasukkan minyak sereh tersebut ke dalam botol dan ditambahakan dengan air kemudian menyemprotkannya ke kulit, rambut, atau bahkan pakaian Anda. Menggunakan minyak sereh murni langsung ke badan Anda dipercaya memiliki efek yang lebih efektif dibandingkan lilin-lilin beraroma minyak sereh.

4. Tansy
Tansy liar adalah rumput lama dengan sebatang batang musim gugur yang rapi. Bunga Tansy memiliki batang tinggi payung bunga kecil berwarna kuning terang mengeluarkan bau yang kuat camphor, sering dijumpai di tengah-tengah padang rumput musim panas dan tepi hutan. Memiliki daun yang memiliki aroma bau menyengat.
Bunga dan batang, apabila dikeringkan, akan mengawetkan bentuk dan warna mereka, dan dapat digunakan untuk tujuan hiasan dan obat obatan. Terutama untuk minyak balsam aromatik, yang telah digunakan untuk merawat luka dan menguatkan rambut.

5. Kemangi
Basil yang khas dalam masakan Italia ini bisa digantikan dengan daun kemangi Ladies. Untuk mempercantik penataannya, Anda bisa memasukkan basil/kemangi dalam vas bunga yang berisi air, lalu letakkan di dalam dan di luar rumah.

6. LavenderTanaman Lavender sudah terbukti banyak dipakai sebagai bahan tambahan dalam obat nyamuk, tentu lavender sangat ampuh untuk mengusir nyamuk. Namun katanya, varian Lavender yang paling baik adalah lavandin, dengan kamper yang konsentrasinya tinggi, ampuh untuk mengusir semua serangga, bukan hanya nyamuk.

7. Lemon Balm
Aroma lemonnya akan mengingatkan kita padaaroma batang serai, namun lebih segar dan dapat membangkitkan selera makan. Kandungan citronellal yang tinggi membuat serangga tidak suka dekat-dekat tanaman ini.

8. Mint
Mint, bukan hanya dapat mengusir nyamuk, namun minyak esensial yang dikandungnya juga dapat mengobati kulit Anda dari gigitan nyamuk.Sedangkan minyak dari daun mint dan thyme dianggap efektif untuk melawan nyamuk Anopheles dan Culex yang merupakan penyebab malaria dan filariasis. 

9. Bawang putih
Bawang putih sudah lama dipercaya orang untuk digunakan sebagai mengusir nyamuk. Caranya sederhana dan mudah anda cukup mengiris bawang putih dan menaruhnya di tempat-tempat di mana sirkulasi udara berasal, misalnya jendela dan pintu rumah.
Demikianlah informasi tentang tanaman yang dapat berfungsi mengusir Nyamuk. Semoga bermanfaat.

More:
Tag:Tanaman penangkal nyamuk, Tanaman Pengusir Nyamuk ,

Mobile ads:




Klasifikasi Ilmiah NYAMUK


Klasifikasi Ilmiah NYAMUK

Klasifikasi Ilmiah NYAMUK


Nyamuk adalah tergolong dalam kelompok serangga.Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm.
Dalam bahasa ilmiahnya nyamuk tergolong dalam order Diptera; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies.

Nyamuk betina, membentuk probosis panjang pada bagian mulutnya yang berfungsi untuk menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi) untuk mengisap darah. Protein diperlukan Nyamuk betina untuk pembentukan telur dan oleh karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak mengandung protein, kebanyakan nyamuk betina perlu mengisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan. 

 Nyamuk betina,
 Nyamuk betina,

Berbeda dengan nyamuk betina, Nyamuk jantan dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk mengisap darah. Ada nyamuk betina dari satu genus, Toxorhynchites, tidak pernah mengisap darah. Larva nyamuk besar ini merupakan pemangsa jentik-jentik nyamuk yang lain.

Klasifikasi ilmiah Nyamuk:
Kingdom:     Animalia
Filum:     Arthropoda
Kelas:     Insecta
Ordo:     Diptera
Subordo:     Nematocera
Infraordo:     Culicomorpha
Superfamili:     Culicoidea
Famili:     Culicidae
Meigen, 1818
Subfamilia:
    Anophelinae
    Culicinae

Diversitas: 41 genera

More:
Klasifikasi Ilmiah NYAMUK
9 Tanaman Pengusir Nyamuk

Mobile ads:





Referensi;
https://id.wikipedia.org/wiki/Nyamuk



Minggu, 22 Juli 2018

Cara Budidaya Jamur Media Bonggol Jagung


Cara Budidaya Jamur Media Bonggol Jagung

Cara Budidaya Jamur Dengan Media Bonggol Jagung atau Jenggel Jagung

Tanaman Jagung banyak dibudidayakan oleh para petani. Biji jagung yang sudah dipipil atau diambil bijinya maka akan menyisakan lingah berupa bonggol jagung yang biasanya hanya menjadi tumpukan sampah yang tidak terpakai.

Biasannya bonggol/janggel jagung akan langsung dibuang setelah di ambil bijib jagungnnya padahal dari bonggol jagung ini, bila kita kratif dapat kita manfaatkan menjadi media tanam Jamur.
Bonggol jagung memiliki kandungan yang dapat menjadi bahan utama sebagai media tanam jamur. Bahkan anda tidak perlu menambahkan bibit jamur, sebab jamur dapat tumbuh secara alami pada media bonggol jagung. Jenis jamur yang di hasikan dari bonggol jagung ini bukan katgori jamur racun dan bisa untuk di konsumsi. 

Cara Budidaya Jamur Dengan Media Bonggol Jagung atau Jenggel Jagung

 Cara Budidaya Jamur Media Bonggol Jagung


Cara budi daya yang digunakan tidak jauh berbeda dengan pembuatan budidaya pada Jamur tiram , Jamur merang, Jamur Kuping dan sebagainnya hanya perbedaannya terletak pada media yang di gunakan adalah bonggol atau jenggel atau tongkol jagung. Kelebihan dari budidaya menggunakan tongkol jagung ini tidak mengunakan benih jamur dalam budidayannya hanya benih alami yang tumbuh pada jamur jagung tersebut, prosesnnya sendiri tidak cukup rumit tidak ada system penguapan seperti yang di lakukan pada pembuatan jamur tiram hanya perlu penyiraman secara teratur agar suhu yang di hasilkan selalu stabil dan bisa menghasilkan bibit –bibit jamur yang berkualitas.

Bahan dan alat yang di gunakan :
A. Bonggol jagung
B. Ragi 7 Butir
C. Bekatul 5 Kg
D. Urea 1 Kg
E. Karung Goni
F. Terpal Plastik
G. Papan




Cara pembuatan Budidaya Jamur Dengan Media Bonggol Jagung
- Siapkan tempat untuk menumpuk bonggol jagung tersebut dengan membuat kotak dari papan yang telah di sediakan tadi dengan ukuran 5 m x 1 m.

- Setelah tempat sudah siap untuk digunakan tumpuk bonggol jagung dengan tinggi  kurang lebih 15 cm, sebelum dilakukan penumpukan bonggol,  letakan karung goni pada alas tempat penumpukan dengan karung goni. Mengapa menggunakan karung goni? jamur adalah jenis tanaman yang menyukai lokasi yang lembab dan panas, nah karung goni mempunyai bahan yang panas dan daya serap terhadap air cukup lama. ratakan timbunan bonggol jagung setinggi 15 cm secara merata.

- Campurkan bahan-bahan yang telah kita siapkan tadi yaitu ragi, bekatul dan urea menjadi satu dan aduk rata. Setelah proses pencampuran selesai dilakukan, taburkan secara merata dan secukupnnya, jangan dihabiskan cukup setengah dari takaran yang sudah disiapkan tadi.

- Setelah proses penaburan dari bahan ragi, bekatul dan urea selesai dilakukan tutup kembali dengan menggunakan bonggol jagung setinggi kurang lebih 15 cm kemudian taburkan kembali campuran ragi, bekatul dan urea tadi sampai merata dan habiskan semua campuran tersebut setelah semua selesai di lakukan siram dengan air hingga basah kemudian tutup rapat dengan menggunakan terpal.

Cara Budidaya Jamur Dengan Media Bonggol Jagung atau Jenggel Jagung

Perawatan dan Pemeliharaan Budidaya Jamur Dengan Media Bonggol Jagung

Kita hanya bisa menunggu hingga beberapa hari kedepan untuk melihat keberhasilan apakan jamur dapat muncul atau tidak.

Saat anda mulai melihat misellium jamur tumbuh maka segera buka penutup terpal. Maka selanjutnya anda bisa melakukan tahapan perawatan dan pemeliharaan. Perawatan tidak berlangsung dengan intensif bahkan cenderung lebih mudah. Anda hanya cukup melakukan hal berikut ini :

    - Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban media.
    - Apalagi saat jamur mulai tumbuh maka kelembaban harus benar-benar dijaga.
    - Penyiraman dilakukan dengan menggunakan air bersih serta dicampur  dengan urea.
    - Siramkam setiap 2-3 hari sekali, atau saat media mulai terlihat kering.
    - Lakukan penyiraman di pagi ataupun sore hari.
    - Hal yang paling harus diperhatikan adalah pencahayaan.
    - Pastikan bahwa lokasi mendapat cahaya matahari cukup, namun terhindar dari hujan.
   
Untuk menjaga kelembapan media tersebut lakukan penyiraman secara rutin dan lokasi penempatan harus selalu terkena sinar matahari tetapi terhindar dari hujan, proses penyiraman bisa dicampur menggunakan pupuk urea dan lokasi pembibitan jamur jagung ini jangan di atas lantai atau kramik lokasi yang tepat adalah diatas tanah.

Pemanenan Budidaya Jamur Dengan Media Bonggol Jagung
Jenis jamur ini dapat dipanen ketika sudah berumur kurang labih 14 hari dari terahir proses pembuatan tersebut, panen bisa di lakukan pagi atau sore hari.  Kriteria jamur yang sudah dapat dipanen adalah yang telah mencapai ukuran maksimal dengan bentuk seperti jamur kedelai,berbentuk bulat dan mempunyai tongkat.

Siklus budidya yang berlangsung dengan cepat, maka anda harus mengulang siklus dari awal dengan menggunakam bonggol jagung yang sama. Saat bonggol telah hancur, maka anda harus menggantinya dengan bonggol yang baru.


Budidaya Jamur dengan Bonggol Jagung merupakan paling mudah. Budidaya ini dapat menjadi peluang bisnis yang amat menjanjikan dan juga potensinya masih sangat besar.

Semoga ilmu ini bisa bermanfaat dan selamat mencobannya, sukses selalu!
Dari berbagai sumber di internet.

Lihat posting lainnya:





 


.. Mobile ads:


Selasa, 17 Juli 2018

Jembatan Kota Intan di Kota Tua Jakarta


Jembatan Kota Intan Kota Tua Jakarta
Jembatan Kota Intan (foto: www.flickr.com)
Jembatan Kota Intan Kota Tua Jakarta

Jembatan Kota Intan berada di kawasan  Kota Tua Jakarta yang dikenal dengan old city jakarta. Jembatan Kota Intan adalah jembatan tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC.

Jembatan Kota Intan kini terletak di Kali Besar kawasan Kota Tua wilayah Jakarta Barat dan berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Kota Tua Jakarta juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), Kawasan ini adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia.  Luas wilayah khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Dijuluki "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah. 
                                                                                                   
Nama Jembatan Kota Intan telah berganti-ganti nama sesuai pergantian zaman. Pada mulanya jembatan ini disebut Engelse Burg atau "Jembatan Inggris" yang dibangun pada tahun 1628.

Kenapa dinamakan Jembatan Inggris ?

Dinamakan Jembatan Inggris, karena pada saat jembatan itu dibangun terdapat kubu pasukan Inggris di sebelah Timur jembatan tersebut. Pada tahun 1628-1629 jembatan ini pernah rusak karena penyerangan pasukan Banten dan Mataram. Kemudian dibangun kembali oleh VOC Belanda pada tahun 1630 dan berganti nama menjadi "Jembatan Pasar Ayam" atau Hoenderpasarburg, karena di seberang jembatan tersebut terdapat pasar ayam,bagi penduduk Batavia.


Jembatan Kota Intan 1900-1940

Jembatan Kota Intan 1900-1940 sumber wikipedia

Dalam perjalanannya tahun 1655 jembatan ini pernah diperbaiki dari batu setelah jembatan yang lama yang terbuat dari kayu hancur pada waktu banjir dan diberi nama Het Middelpunt Burg atau "Jembatan Pusat". Bentuk dan gayanya tidak berubah hingga saat ini. 

Pada masa kejayaan Ratu Juliana, jembatan ini pernah berganti nama menjadi Jembatan Ratu Juliana, karena pernah diperbaiki oleh sang ratu.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jembatan ini berganti nama menjadi Jembatan Kota Intan sesuai dengan nama lokasi setempat, dimana pada masa awal pembangunannya terletak persis di ujung kubu/bastion Diamond dari Kastil Batavia.

Jembatan Kota Intan ini merupakan jembatan gantung, seperti kebanyakan jembatan-jembatan besar lain yang juga digantung di negeri asalnya VOC, yaitu Belanda.

Dari atas jembatan ini kita dapat melihat kantor pabean, ke arah Utara. Jembatan ini masih ada sampai sekarang meski kayu hutannya sudah diganti dengan baja. Pada abad ke17 kapal-kapal masih dapat berlayar lebih jauh ke arah hulu Sungai Ciliwung dengan cara mengangkat tengah-tengah jembatan itu ke atas. Akan tetapi tidak diketahui bahwa jembatan tersebut pernah mempunyai fungsi sebagai batang pajak seperti yang disebut di daerah Luar Batang. 

Situs Gedung Candra Naya di Jakarta
Menara Syah Bandar Jakarta
Museum Bahari Jakarta
Serba Serbi Kota Jakarta,
Taman RPTRA Kali Jodo Jakarta
Museum Bank Indonesia di Kota Tua Jakarta,
 Situs Gedung Candra Naya di Jakarta

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Kota_Intan
http://jakarta.panduanwisata.id/jakarta-barat/melihat-sisi-sejarah-dari-jembatan-kota-intan/


Mobile ads:


Minggu, 08 Juli 2018

Megahnya Pura Besakih di Pulau Bali

Pura Besakih di Pulau Bali
Gambar: http://s8hotel.com
Megahnya Pura Besakih di Pulau Bali

Pulau Bali kaya akan pesona budayanya, salah satunya adalah Pura. Ada banyak pura di Pulau Bali, salah satunya yang terbesar adalah Pura Besakih. Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Provinsi Bali merupakan tempat Pura Besakih  berada.

Menurut cerita, konon dulu tempat ini sebelum dibangunnya Pura Besakih hanya terdapat kayu-kayuan dalam sebuah  hutan belantara. Sebelum adanya selat Bali ( Segara Rupek ) Pulau Bali dan pulau Jawa dahulu masih menjadi satu dan belum dipisahkan oleh laut, pulau ini bernama Pulau Panjang  atau Pulau Dawa. 
Di suatu tempat di Jawa Timur yaitu di Gunung Rawang (Gunung Raung) ada seorang Yogi atau pertapa yang bernama Resi Markandeya.  Karena ketinggian ilmu bhatinnya ,kesucian rohaninya, serta kecakapan dan kebijaksanaan beliau maka oleh rakyat,beliau diberi julukan Bhatara Giri Rawang.

Awalnya Resi Markandeya bertapa di Gunung Demulung, kemudian pindah ke gunung Hyang (konon gunung Hyang itu adalah DIYENG di Jawa Tengah yang berasal dan kata DI HYANG). Sekian lamanya beliau bertapa di sana, mendapat titah dari Hyang Widhi Wasa agar beliau dan para pengikutnya merabas hutan di pulau Dawasetelah selesai, agar tanah itu dibagi-bagikan kepada para pengikutnya.

Demikianlah kemudian beliau berangkat ke tanah Bali disertai pengikutnya yang pertama yang berjumlah 8000 orang dengan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan. Sesampainya ditempat yang dituju,beliau memerintahkan pengikutnya agar mulai merambas hutan. Akan tetapi Saat merabas hutan, banyak para pengiring Sang Yogi Markandeya yang sakit, lalu mati dan ada juga yang mati dimakan binatang buas, karena tidak didahului dengan upacara yadnya (bebanten / sesaji).

Kemudian beliau memerintahkan pengikutnya untuk menghentikan perambasan. Dengan hati yang sedih beliau kemudian mengajak pengikutnya untuk kembali ke Jawa. Beliau kembali ketempat pertapaannya semula untuk mohon petunjuk kepada sang Hyang Widhi.Setelah beberapa lamanya beliau berada dipertapaannya, timbul cita-citanya kembali untuk melanjutkan merambas hutan tersebut. Pada suatu hari yang baik,beliau kembali berangkat ke tanah Bali. Kali ini beliau mengajak pengikutnya yang kedua berjumblah 4000 orang yang berasal dari desa Aga yaitu penduduk yang mendiami lereng Gunung Rawung . Turut dalam rombongan itu para Pandita atau para Rsi. Para pengikutnya membawa perlengkapan beserta alat-alat pertanian dan bibit tanaman untuk ditanam di tempat yang baru.

Setelah tiba di tempat yang dituju, Resi Markandeya segera melakukan tapa yoga semadi bersama-sama para yogi lainnya dan mempersembahkan upakara yadnya, yaitu Dewa Yadnya dan Buta Yadnya. Setelah upacara itu selesai, para pengikutnya disuruh bekerja melanjutkan perabasan hutan tersebut, menebang pohon-pohonan dan lain-lainnya mulai dan selatan ke utara. Karena dipandang sudah cukup banyak hutan yang dirabas, maka berkat asung wara nugraha Hyang Widhi Wasa, Sang Yogi Markandeyamemerintahkan agar perabasan hutan, itu dihentikan dan beliau mulai mengadakan pembagian-pembagian tanah untuk para pengikut-pengikutnya masing-masing dijadikan sawah, tegal dan perumahan.

Megahnya Pura Besakih di Pulau Bali
Megahnya Pura Besakih di Pulau Bali (Gambar:inputbali.com)

Demikianlah pengikut Rsi Markandya yang berasal dari Desa Aga ( penduduk lereng Gunung Rawung Jawa Timur ) menetap di tempat itu sampai sekarang. Ditempat bekas dimulainya perambasan hutan itu oleh Sang Rsi/Yogi Markandya menanam kendi (caratan) berisi air disertai 5 jenis logam yaitu: emas,perak,tembaga,perunggu dan besi yang disebut Panca Datu dan permata Mirahadi ( mirah yang utama ) dengan sitertai sarana upakara selengkapnya dan diperciki Tirta Pangentas ( air suci ). Tempat menanam 5 jenis logam itu diberinama Basuki yang artinya selamat. Kenapa disebut demikian,karena pada kedatangan Rsi Markandya yang ke dua beserta 4000 pengikutnya selamat tidak menemui hambatan atau bencana seperti yang dialami pada saat kedatangan beliau yang pertama. Ditempat itu kemudian didirikan palinggih. Lambat laun di tempat itu kemudian didirikan pura atau khayangan yang diberi nama Pura Basukian. Pura inilah cikal-bakal berdirinya pura –pura yang lain di komplek Pura Besakih.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pembangunan pura ditempat itu dimulai sejak Isaka 85 atau tahun 163 Masehi. Pembangunan komplek pura di Pura Besakih sifatnya bertahap dan berkelanjutan disertai usaha pemugaran dan perbaikan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kemasa. (sumber:babadbali.com, senaya.web.id)

Lihat Posting terkait:
Megahnya Pura Besakih di Pulau Bali
Mobile ads:


Rumah Adat Provinsi Maluku Utara ( Rumah Baileo )


Rumah Adat Provinsi Maluku Utara ( Rumah Baileo )
 Rumah Adat Provinsi Maluku Utara ( Rumah Baileo )

Rumah Adat Provinsi Maluku Utara,Rumah Adat , Rumah Baileo,

Rumah Adat Provinsi Maluku Utara dikenal dengan nama Rumah Baileo.
Rumah adat Baileo ini melambangkan kejamukan agama di Maluku. Ciri khas rumah adat ini adalah ukurannya yang besar sebab rumah adat ini tidak dipakai sebagai tempat tinggal saja melainkan untuk musyawarah dan acara hiburan. Uniknya didalam salah satu ruangan rumah adat ini terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka suci.

Foto : dari berbagai sumber

Rumah adat lainnya:
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia
Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah (JOGLO)
Rumah Adat Provinsi Jawa Timur (Rumah JOGLO Situbondo) 
Rumah Adat Provinsi Banten (Rumah Badui)  
Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta (Rumah Kebaya)
Rumah Adat Provinsi Jawa Barat (Rumah Kasepuhan Cirebon)
Rumah Adat Provinsi Bali (Rumah Gapura Candi Bentar)
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Rumah Musalaki )
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat ( Rumah Istana Sultan Sumbawa )
Rumah Adat Provinsi Bengkulu
Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau
Rumah Adat Provinsi Lampung (Nowou Sesat )
Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung (Rumah Rakit, Rumah Limas)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan (Rumah limas)
Rumah Adat Provinsi Jambi (Rumah Panjang )
Rumah Adat Provinsi Riau (Rumah melayu selaso jatuh kembar)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat (Rumah Gadang)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara (Rumah Bolon)
Rumah Adat Daerah Istimewa Aceh
Rumah Adat Provinsi Papua (Rumah Adat Honai)
Rumah Adat Provinsi Papua Barat (Rumah Honai)
Rumah Adat Provinsi Maluku Utara ( Rumah Baileo )   
Rumah Adat Provinsi Maluku ( Rumah Baileo ) 
Rumah Adat Provinsi Gorontalo ( Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan ( Rumah Tongkonan )   
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah ( Rumah Tambi )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Utara ( Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tenggara ( Rumah Istana Buton / Malige )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Barat (Rumah Tongkonan)
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Utara (Rumah Baloy)   
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Timur ( Rumah Lamin )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Selatan ( Rumah Banjar Bubungan Tinggi )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah ( Rumah Betang )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat ( Rumah Istana Kesultanan Pontianak )




Mobile ads:


Rumah Adat Provinsi Maluku ( Rumah Baileo )


Rumah Adat Provinsi Maluku ( Rumah Baileo )
 Rumah Adat Provinsi Maluku ( Rumah Baileo )

Rumah Adat Provinsi Maluku,Rumah Adat , Rumah Baileo

Rumah Adat Provinsi Maluku dikenal dengan nama Rumah Baileo. Rumah ada Baileot ini melambangkan kejamukan agama di Maluku. Ciri khas rumah adat Baileo ini adalah ukurannya yang besar sebab rumah adat ini tidak dipakai sebagai tempat tinggal saja melainkan untuk musyawarah dan acara hiburan. Uniknya didalam salah satu ruangan rumah adat ini terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka suci.

Foto : dari berbagai sumber

Rumah adat lainnya:
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia
Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah (JOGLO)
Rumah Adat Provinsi Jawa Timur (Rumah JOGLO Situbondo) 
Rumah Adat Provinsi Banten (Rumah Badui)  
Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta (Rumah Kebaya)
Rumah Adat Provinsi Jawa Barat (Rumah Kasepuhan Cirebon)
Rumah Adat Provinsi Bali (Rumah Gapura Candi Bentar)
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Rumah Musalaki )
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat ( Rumah Istana Sultan Sumbawa )
Rumah Adat Provinsi Bengkulu
Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau
Rumah Adat Provinsi Lampung (Nowou Sesat )
Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung (Rumah Rakit, Rumah Limas)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan (Rumah limas)
Rumah Adat Provinsi Jambi (Rumah Panjang )
Rumah Adat Provinsi Riau (Rumah melayu selaso jatuh kembar)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat (Rumah Gadang)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara (Rumah Bolon)
Rumah Adat Daerah Istimewa Aceh
Rumah Adat Provinsi Papua (Rumah Adat Honai)
Rumah Adat Provinsi Papua Barat (Rumah Honai)
Rumah Adat Provinsi Maluku Utara ( Rumah Baileo )   
Rumah Adat Provinsi Maluku ( Rumah Baileo ) 
Rumah Adat Provinsi Gorontalo ( Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan ( Rumah Tongkonan )   
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah ( Rumah Tambi )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Utara ( Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tenggara ( Rumah Istana Buton / Malige )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Barat (Rumah Tongkonan)
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Utara (Rumah Baloy)   
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Timur ( Rumah Lamin )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Selatan ( Rumah Banjar Bubungan Tinggi )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah ( Rumah Betang )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat ( Rumah Istana Kesultanan Pontianak )


Mobile ads:


Rumah Adat Provinsi Gorontalo ( Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris )


Rumah Adat Provinsi Gorontalo ( Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris )
 Rumah Adat Provinsi Gorontalo ( Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris )


Rumah Adat Provinsi Gorontalo,Rumah Adat , Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris.
Rumah Adat Provinsi Gorontalo dinamakan Rumah Dulohupa, Rumah Pewaris.
 Rumah adat dolohupa merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Gorontalo. Ciri khas rumah Rumah Dulohupa ini adalah mempunyai atap yang sangat berseni dengan struktur bangunan menyerupai rumah panggung. Sebagian besar bahan dasar bangunan  Rumah Dulohup ini adalah menggunakan kayu asli.

Foto : dari berbagai sumber

Rumah adat lainnya:
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia
Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah (JOGLO)
Rumah Adat Provinsi Jawa Timur (Rumah JOGLO Situbondo) 
Rumah Adat Provinsi Banten (Rumah Badui)  
Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta (Rumah Kebaya)
Rumah Adat Provinsi Jawa Barat (Rumah Kasepuhan Cirebon)
Rumah Adat Provinsi Bali (Rumah Gapura Candi Bentar)
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Rumah Musalaki )
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat ( Rumah Istana Sultan Sumbawa )
Rumah Adat Provinsi Bengkulu
Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau
Rumah Adat Provinsi Lampung (Nowou Sesat )
Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung (Rumah Rakit, Rumah Limas)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan (Rumah limas)
Rumah Adat Provinsi Jambi (Rumah Panjang )
Rumah Adat Provinsi Riau (Rumah melayu selaso jatuh kembar)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat (Rumah Gadang)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara (Rumah Bolon)
Rumah Adat Daerah Istimewa Aceh
Rumah Adat Provinsi Papua (Rumah Adat Honai)
Rumah Adat Provinsi Papua Barat (Rumah Honai)
Rumah Adat Provinsi Maluku Utara ( Rumah Baileo )   
Rumah Adat Provinsi Maluku ( Rumah Baileo ) 
Rumah Adat Provinsi Gorontalo ( Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan ( Rumah Tongkonan )   
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah ( Rumah Tambi )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Utara ( Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tenggara ( Rumah Istana Buton / Malige )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Barat (Rumah Tongkonan)
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Utara (Rumah Baloy)   
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Timur ( Rumah Lamin )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Selatan ( Rumah Banjar Bubungan Tinggi )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah ( Rumah Betang )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat ( Rumah Istana Kesultanan Pontianak )



Mobile ads:


Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan ( Rumah Tongkonan )


Rumah Adat Provinsi Sulawesi selatan ( Rumah Tongkonan )

Rumah Adat Provinsi Sulawesi selatan (SULSEL)
Rumah Adat : Rumah Tongkonan

Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan dinamakan Rumah Tongkonan. Ciri khas rumah adat Tongkonan ini adalah mempunyai bentuk yang unik pada atapnya. Atap rumah ini berbentuk seperti perahu. Selain itu terdapat hiasan tanduk kerbau di bagian depan rumahnya.


Rumah Adat Provinsi Sulawesi selatan ( Rumah Tongkonan )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan ( Rumah Tongkonan )

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Atapnya melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu (saat ini sebagian tongkonan menggunakan atap seng). Di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Bagian dalam ruangan dijadikan tempat tidur dan dapur. Tongkonan digunakan juga sebagai tempat untuk menyimpan mayat. Tongkonan berasal dari kata tongkon (artinya duduk bersama-sama). Tongkonan dibagi berdasarkan tingkatan atau peran dalam masyarakat (stara sosial Masyarakat Toraja). Di depan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem (banga) saat ini sebagian sudah dicor. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari (disebut pa'bare' allo), yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara.

Rumah Adat Provinsi Sulawesi selatan ( Rumah Tongkonan )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi selatan ( Rumah Tongkonan )

Khususnya di Sillanan-Pemanukan (Tallu Lembangna) yang dikenal dengan istilah Ma'duangtondok terdapat tongkonan yaitu Tongkonan Karua (delapan rumah tongkonan) dan Tongkonan A'pa'(empat rumah tongkonan) yang memegang peranan dalam masyarakat sekitar.

Tongkonan karua terdiri dari:

    Tongkonan Pangrapa'(Kabarasan)
    Tongkonan Sangtanete Jioan
    Tongkonan Nosu (To intoi masakka'na)
    Tongkonan Sissarean
    Tongkonan Karampa' Panglawa padang
    Tongkonan Tomentaun
    Tongkonan To'lo'le Jaoan
    Tongkonan To Barana'

Tongkonan A'pa' terdiri dari:

    Tongkonan Peanna Sangka'
    Tongkonan To'induk
    Tongkonan Karorrong
    Tongkonan Tondok Bangla' (Pemanukan)

Banyak rumah adat yang konon dikatakan tongkonan di Sillanan, tetapi menurut masyarakat setempat, bahwa yang dikatakan tongkonan hanya 12 seperti tercatat di atas. Rumah adat yang lain disebut banua pa'rapuan. Yang dikatakan tongkonan di Sillanan adalah rumah adat di mana turunannya memegang peranan dalam masyarakat adat setempat. Keturunan dari tongkonan menggambarkan strata sosial masyarakat di Sillanan. Contoh Tongkonan Pangrapa' (Kabarasan)/ pemegang kekuasaan pemerintahan. Bila ada orang yang meninggal dan dipotongkan 2 ekor kerbau, satu kepala kerbau dibawa ke Tongkonan Pangrapa' untuk dibagi-bagi turunannya.

 Rumah Adat Provinsi Sulawesi selatan ( Rumah Tongkonan )


Stara sosial di masayarakat Sillanan di bagi atas 3 tingkatan yaitu:

    Ma'dika (darah biru/keturunan bangsawan);
    To Makaka (orang merdeka/bebas);
    Kaunan (budak), budak masih dibagi lagi dalam 3 tingkatan.
.
Rumah Adat Provinsi Sulawesi selatan ( Rumah Tongkonan )

Sejarah Kabarasan:
Pada awalnya Kabarasan dipegang oleh Tintribuntu yang berkedudukan di Buntu Lalanan (rumah adat Buntu sebelah barat). Kemudian Anaknya Tintribuntu yaitu Tome kawin dengan anak dari Tongkonan Sangtanete Jioan (Tongkonan Sangtanete sebelah timur). Sampai dipertahankan oleh Pong Paara' di Sangtanete Jioan. Setelah Pong Paara' meninggal (tidak ada anaknya), akhirnya muncul pemberani dari Doa' (Rumah adat Doa') yaitu So'Padidi (alias Pong Arruan). Kabarasan dipindahkann ke Doa'. Kekuasaan lemah di Doa' setelah So' Padidi meninggal, karena semua anaknya adalah perempuan 3 orang, sehingga muncul tipu muslihat yang mengatakan bahwa bisa dipotongkan kerbau 3 ekor saja. Karena minimal kerbau dikorbankan adalah 4, maka Doa' dianggap tidak mampu memegang kekuasaan. Akhirnya dibawa Boroalla ke Tonngkonan Pangrapa', sampai saat ini.

Sumber : Dari berbagai sumber


Foto : dari berbagai sumber

Rumah adat lainnya:
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia
Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah (JOGLO)
Rumah Adat Provinsi Jawa Timur (Rumah JOGLO Situbondo) 
Rumah Adat Provinsi Banten (Rumah Badui)  
Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta (Rumah Kebaya)
Rumah Adat Provinsi Jawa Barat (Rumah Kasepuhan Cirebon)
Rumah Adat Provinsi Bali (Rumah Gapura Candi Bentar)
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Rumah Musalaki )
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat ( Rumah Istana Sultan Sumbawa )
Rumah Adat Provinsi Bengkulu
Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau
Rumah Adat Provinsi Lampung (Nowou Sesat )
Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung (Rumah Rakit, Rumah Limas)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan (Rumah limas)
Rumah Adat Provinsi Jambi (Rumah Panjang )
Rumah Adat Provinsi Riau (Rumah melayu selaso jatuh kembar)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat (Rumah Gadang)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara (Rumah Bolon)
Rumah Adat Daerah Istimewa Aceh
Rumah Adat Provinsi Papua (Rumah Adat Honai)
Rumah Adat Provinsi Papua Barat (Rumah Honai)
Rumah Adat Provinsi Maluku Utara ( Rumah Baileo )   
Rumah Adat Provinsi Maluku ( Rumah Baileo ) 
Rumah Adat Provinsi Gorontalo ( Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan ( Rumah Tongkonan )   
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah ( Rumah Tambi )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Utara ( Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tenggara ( Rumah Istana Buton / Malige )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Barat (Rumah Tongkonan) Rumah Adat Provinsi Kalimantan Utara (Rumah Baloy)   
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Timur ( Rumah Lamin )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Selatan ( Rumah Banjar Bubungan Tinggi )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah ( Rumah Betang )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat ( Rumah Istana Kesultanan Pontianak )




Mobile ads:


Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah ( Rumah Tambi )


Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah ( Rumah Tambi )
 Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah ( Rumah Tambi )

Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah (SULTENG),Rumah Adat, Rumah Tambi

Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah dikenal dengan nama Rumah Tambi. Rumah adat tambi memiliki Ciri khas bentuk persegi panjang dengan arsitektur rumah panggung. Bahan dasar dalam pembuatan rumah adat Tambi ini menggunakan kayu asli dan juga batu alam. Semakin tinggi dan besar rumah ini maka status sosial sang pemilik semakin tinggi.


Foto : dari berbagai sumber

Rumah adat lainnya:
Rumah Adat Nusantara 33 Provinsi di Indonesia
Rumah Adat Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
Rumah Adat Provinsi Jawa Tengah (JOGLO)
Rumah Adat Provinsi Jawa Timur (Rumah JOGLO Situbondo) 
Rumah Adat Provinsi Banten (Rumah Badui)  
Rumah Adat Provinsi DKI Jakarta (Rumah Kebaya)
Rumah Adat Provinsi Jawa Barat (Rumah Kasepuhan Cirebon)
Rumah Adat Provinsi Bali (Rumah Gapura Candi Bentar)
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Rumah Musalaki )
Rumah Adat Provinsi Nusa Tenggara Barat ( Rumah Istana Sultan Sumbawa )
Rumah Adat Provinsi Bengkulu
Rumah Adat Provinsi Kepulauan Riau
Rumah Adat Provinsi Lampung (Nowou Sesat )
Rumah Adat Provinsi Bangka Belitung (Rumah Rakit, Rumah Limas)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Selatan (Rumah limas)
Rumah Adat Provinsi Jambi (Rumah Panjang )
Rumah Adat Provinsi Riau (Rumah melayu selaso jatuh kembar)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Barat (Rumah Gadang)
Rumah Adat Provinsi Sumatera Utara (Rumah Bolon)
Rumah Adat Daerah Istimewa Aceh
Rumah Adat Provinsi Papua (Rumah Adat Honai)
Rumah Adat Provinsi Papua Barat (Rumah Honai)
Rumah Adat Provinsi Maluku Utara ( Rumah Baileo )   
Rumah Adat Provinsi Maluku ( Rumah Baileo ) 
Rumah Adat Provinsi Gorontalo ( Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan ( Rumah Tongkonan )   
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tengah ( Rumah Tambi )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Utara ( Rumah Pewaris )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Tenggara ( Rumah Istana Buton / Malige )
Rumah Adat Provinsi Sulawesi Barat (Rumah Tongkonan) Rumah Adat Provinsi Kalimantan Utara (Rumah Baloy)   
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Timur ( Rumah Lamin )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Selatan ( Rumah Banjar Bubungan Tinggi )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Tengah ( Rumah Betang )
Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat ( Rumah Istana Kesultanan Pontianak )


Mobile ads:


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Info Promo