Langsung ke konten utama

Unggulan

Gambar Kura Kura Kolase Tugas Pelajaran SBDP

  Gambar Kura Kura Kolase  Disekolah pada pelajaran SBDP , Seni Budaya dan Prakarya, mendapat tugas membuat Gambar Kolase Kura-kura. Berikut ini adalah hasil prakarya yang aku buat, dengan warna Hijau di koombinasikan dengan Hijau tua pada bagian kaki, kepala dan ekor kura-kura.  Gambar Kura Kura Kolase Tugas Pelajaran SBDP Gambar Kolase Ikan Nemo Cantik . Cara membuat Gambar Kura Kura Kolase  Bahan bahan:  1. Pertama disiapkan dulu kertas yang berisi sketsa Kura kura.  Lihat: Koleksi Sketsa Kura-kura silahkan Download. 2. Kertas Origami  Kertas Origami pilih warna yang sesuai dengan gambar atau dengan warna yang diinginkan.  Beli kertas origami dengan tekstur dan warna yang berkualitas baik, untuk hasil yang baik. 3. Siapkan Pinset  Fungsinya untuk menempelkan guntingan kertas ke gambar sketsa kura-kura. 4. Siapkan Gunting kertas 5. Siapkan lem kertas  Untuk menempelkan guntingan kertas Origami. 6. Pinsil Gambar Kura Kura Kolase Tugas Pelajaran SBDP Cara membuat bentuk gambar kolase

Sepak Bola di Indonesia

Sepak Bola di Indonesia
Sepak Bola di Indonesia

Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan", Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat persepakbolaan Indonesia semakin gencar.

Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw.

Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-19, U-19, dan U-23).

Dari berbagai sumber

Komentar

Postingan Populer