Langsung ke konten utama

Unggulan

Gambar Kura Kura Kolase Tugas Pelajaran SBDP

  Gambar Kura Kura Kolase  Disekolah pada pelajaran SBDP , Seni Budaya dan Prakarya, mendapat tugas membuat Gambar Kolase Kura-kura. Berikut ini adalah hasil prakarya yang aku buat, dengan warna Hijau di koombinasikan dengan Hijau tua pada bagian kaki, kepala dan ekor kura-kura.  Gambar Kura Kura Kolase Tugas Pelajaran SBDP Gambar Kolase Ikan Nemo Cantik . Cara membuat Gambar Kura Kura Kolase  Bahan bahan:  1. Pertama disiapkan dulu kertas yang berisi sketsa Kura kura.  Lihat: Koleksi Sketsa Kura-kura silahkan Download. 2. Kertas Origami  Kertas Origami pilih warna yang sesuai dengan gambar atau dengan warna yang diinginkan.  Beli kertas origami dengan tekstur dan warna yang berkualitas baik, untuk hasil yang baik. 3. Siapkan Pinset  Fungsinya untuk menempelkan guntingan kertas ke gambar sketsa kura-kura. 4. Siapkan Gunting kertas 5. Siapkan lem kertas  Untuk menempelkan guntingan kertas Origami. 6. Pinsil Gambar Kura Kura Kolase Tugas Pelajaran SBDP Cara membuat bentuk gambar kolase

Sejarah Kuda

Sejarah Kuda
 Sejarah Kuda


Kuda merupakan hewan yang telah lama digunakan untuk kepentingan manusia, entah itu diambil tenaganya, kecepatannya, bahkan dagingnya sebagai makanan. Kuda (Equus caballus atau Equus ferus caballus) adalah salah satu dari sepuluh spesies modern mamalia dari genus Equus. 
Peternakan kuda diperkirakan telah dimulai sejak tahun 4500 SM, bukti-bukti penggunaan kuda untuk keperluan manusia baru ditemukan terjadi sejak 2000 SM. Bukti bahwa kuda telah dikenal begitu lama oleh peradaban manusia. Ternak kuda ini mulai berkembang sehingga banyak dengan baik, sehingga banyak sekali para peternak yang ingin membudidayakan atau beternak kuda ini. Selain sangat memiliki peran yang sangat penting kuda ini juga memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi dibandingkan dengan jenis ternak lainnya. 

Namun, secara sistematisnya menurut Mill dan Nankervis (1999) kuda ini dapat di bedakan berdasarkan taksonomi, klasifikasi dan morfologinya berdasarkan tingkatannya yaitu sebagai berikut :

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Perissodactylater
Famili : Equidae
Genus : Equus
Spesies : Equus caballus

Tetua kuda berasal dari tiga tipe primitif kuda yang sampai sekarang salah satunya bertahan. Kuda tersebut adalah 

(1) Forest Horse, 
Dikenal sebagai Equus caballus silvaticus atau diluvial horse yang kemungkinan dibentuk dari Equus caballus germanicus yang bertahan pada masa setelah jaman es dengan tinggi 152 cm dengan rambut yang kasar, ekor dan bulu tengkuk yang lebat, serta tapak kaki yang lebar yang cocok untuk daerah rawa. Warna bulu biasanya berwarna 7 merah atau hitam.

(2) Przewalskii Asiatic wild horse 
Adalah kuda liar yang masih bertahan sampai sekarang dengan nama ilmiah Equus caballus przewalskii przewalskii. Di daerah Mongol dikenal dengan nama taki dan orang kirghis menyebutnya Kertag. 
Kuda ini ditemukan di daerah Asia tengah oleh peneliti Rusia bernama mikhalovitch przewalskii pada tahun 1879. Kuda przewalskii mempunyai tinggi sekitar 132 cm dengan keeempat kaki berwarna hitam serta ekor dan rambut tengkuk berwarna hitam, sedangkan daerah di bawah perut berwarna krem. 

(3) Kuda Tarpan, merupakan kuda liar yang menyebar ke Eropa Timur sampai Ukraina. Kuda tarpan ini mempunyai nama ilmiah Equus caballus gmelini. Kuda tarpan liar terakhir dengan jenis kelamin betina mati di Askanianova (sebelah timur Crimea Ukraina) pada tahun1880. Kuda ini mempunyai tinggi 132 cm (Edward, 1994).

Terdapat pula 3 jenis kuda modern yaitu:

1. Heavy Horse 
Kuda dengan bentuk tubuhnya besar dengan struktur yang tebal, kekuatan yang besar, tapi mempunyai kecepatan yang lambat.

2. Light Horse 
Kuda yang memiliki perototan yang panjang dan proporsional, bentuk tubuhnya sempit dan mempunyai bahu berbentuk slope. Kuda ini biasanya diidentikan dengan kuda Thoroughbred. 

3. Kuda Poni dengan proporsi yang unik, panjang badannya melebihi tingginya, kedalamannya sama dengan panjang kakinya, dan panjang kepalanya sama dengan bahu (Edward, 1994).

Baca Juga:

Komentar

Postingan Populer