Info

Jumat, 26 Juni 2020

Bakteri Salmonella


Bakteri Salmonella

Bakteri Salmonella

Apa itu Salmonella? Namanya terdengar asing di telinga kita.
Salmonella yaitu suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne (gangguan kesehatan/sakit yang diakibatkan oleh konsumsi pangan yang telah terkontaminasi mikroba patogen/kuman atau bahan kimia berbahaya ).

Bakteri Salmonella dapat ditemukan di usus hewan, terutama babi dan unggas, dan itu dapat menyebar melalui kotoran mereka. Misalnya, jika kotoran yang terkontaminasi masuk ke air yang digunakan untuk mengairi tanaman, tanaman tersebut dapat membawa bakteri hingga ke pasar. 
Unggas mentah terkadang bisa terkontaminasi dengan bakteri. Ini dapat tersebar di seluruh dapur kita jika kita tidak mencuci tangan, talenan, dan pisau atau peralatan lain setelah kita menangani unggas mentah.

Makanan apa yang paling mungkin terkontaminasi dengan salmonella?
Setiap produk hewani mentah atau setengah matang dapat membawa salmonella. Itu termasuk daging, produk susu yang tidak dipasteurisasi seperti susu dan keju, telur, dan makanan laut. Buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan juga bisa terkontaminasi dengan salmonella. 
Dalam 2 tahun terakhir, CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) telah melaporkan wabah Salmonella yang berhubungan dengan produk kecambah alfalfa, pistachio, mentega kacang, dan mentimun.

Apa saja gejala keracunan bakteri salmonella?
"Beberapa orang mungkin hanya membawa organisme dalam saluran pencernaan dan tidak sakit, tetapi biasanya itu akan menyebabkan mual, muntah, dan diare bahkan kadang-kadang dengan demam," kata Alan Taege.

Gejala lain mungkin termasuk sakit kepala, kram perut, dan hilangnya nafsu makan. Gejala-gejala ini biasanya dimulai dalam 12 hingga 72 jam setelah infeksi. Mereka berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Namun, perlu beberapa bulan agar kebiasaan buang air besar kembali normal. Dalam kasus yang jarang terjadi, salmonella juga dapat menyebabkan arthritis reaktif, sejenis nyeri sendi yang dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan akhirnya dapat menyebabkan arthritis kronis.


Referensi:
https://www.dokter.id/berita/waspada-bakteri-salmonella-part-1

Info:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Info

Info Promo