Google Searching

Teritip Gooseneck Pelagis

Belalang Termasuk Ordo Orthoptera

Belalang

Belalang adalah salah satu jenis hewan herbivora yang termasuk dalam ordo orthoptera dengan famili Acrididae. Hewan ini memiliki dua antena bagian kepala yang jauh lebih pendek dari bentuk tubuh. Belalang ini juga memiliki femur belakang yang panjang dan kuat sehingga dapat melompat dengan baik, dan bahkan juga memiliki kebiasaan-kebiasaan mengeluarkan suara pada malam hari. 

Morfologi Belalang

Tubuh belalang terdiri dari 3 bagian utama, yaitu kepala, dada (thorax) dan perut (abdomen). Belalang juga memiliki enam 6 kaki bersendi, 2 padang sayap, dan 2 antena. Kaki belakang yang panjang digunakan untuk melompat sedangkan kaki depan yang pendek digunakan untuk berjalan. Meskipun tidak memiliki telinga, belalang dapat mendengar. Alat pendengaran pada belalang disebut tympanum dan terletak pada abdomen dekat sayap. Tympanum berbentuk menyerupai disk bulat yang terdiri dari beberapa prosesor dan saraf yang digunakan untuk memantau geteran diudara, secara fungsional mirip dengan gendang telinga manusia. Belalang bernafas dengan trakea.

1. Kepala (caput)

Kepala pada serangga terdiri dari satu rentetan ruas-ruas metamer tubuh.  kepala serangga berfungsi untuk mengumpulkan makanan, manipulasi, penerima sensoris dan perpaduan saraf. Pada kepala serangga terdapat alat mulut,antena, mata majemuk, dan mata tunggal (osellus). 

2. Alat Mulut.

Bagian mulut serangga tersusun atas  labrum,  sepasang  mandibula,  sepasang maksila, labium dan hypofaring. Pada dasarnya bentuk mulut pada serangga dapat digolongkan menjadi menggigit mengunyah (Seperti pada: Ordo Orthoptera, Coleoptera, Isoptera, dan pada larva serangga), menusuk- menghisap (seperti   pada   Ordo Homoptera dan Hemiptera),   menghisap    (seperti    pada Ordo Lepidoptera), menjilat-menghisap (seperti pada Ordo Diptera). 

3. Antena.

Serangga mempunyai sepasang angtena pada kepala berbentuk tampak seperti benang yang memanjang. Antena pada serangga bervariasi bentuknya dengan fungsi sebagai alat sensor. Fungsi antena pada serangga merupakan alat perasa dan bertindak sebagai organ-organ pengecap, organ pembau, serta organ untuk mendengar. 

4. Mata Majemuk dan mata Tunggal (Ocelli)

Menurut serangga dewasa memiliki 2 tipe mata, yaitu mata tunggal dan smata majemuk. Menurut Jumar (2000), mata tunggal dinamakan ocellus (jamak: ocelli). Mata tunggal dapat dijumpai pada larva, nimfa, maupun pada serangga dewasa. Mata majemuk sepasang dijumpai pada serangga dewasa dengan letak masing-masing pada sisi kepala dan posisinya sedikit menonjol ke luar, sehingga mata majemuk ini mampu  menampung  semua  pandangan  dari  berbagai  arah.  Mata  majemuk  (mata faset), terdiri atas ribuan ommatidia.

5. Dada (thorax)

Toraks merupakan tagma (segmen) lokomotor tubuh dan toraks mangandung tungkai-tungkai dan sayap-sayap. Toraks terdiri atas tiga ruas, bagian anterior protoraks, mesotoraks, dan bagian posterior metatoraks. Spirakel yang  satu  berkaitan  dengan mesotoraks dan  yang  lain   berkaitan   dengan metatoraks. Meso dan metahoraks mengalami beberapa perubahan yang berkaitan dengan penerbangan.

6. Sayap

Sayap-sayap serangga adalah pertumbuhan-pertumbuhan yang keluar dari dinding tubuh yang terletak pada dorso-lateral antara notum dan pleura . Mereka timbul sebagai pertumbuhan keluar seperti kantung, tetapi bila berkembang dengan sempurna, maka akan berbentuk gepeng dan seperti sayap dan diperkuat oleh suatu deretan rangka-rangka sayap. Pada serangga, sayap berkembang sempurna dan berfungsi  dengan  baik  hanya  ada   dalam   stadium   dewasa,   kecuali   pada   Ordo Ephemeroptera, sayap berfungsi pada instar terakhirnya.Tidak semua serangga memiliki   sayap.   Serangga   tidak   bersayap   digolongkan   ke   dalam    sub    kelas Apterygota, sedangkan serangga yang memiliki sayap dimasukkan ke dalam golongan sub kelas Pterygota. Sayap serangga juga mengalami modifikasi, sebagai berikut:

a. Pada Ordo Tysanoptera, sayap depan berupa rumbai.

b. Pada Ordo Coleoptera, sayap depan mengeras dan dinamakan elitra.

c. Pada Ordo Diptera, sayap depan berkembang sempurna, sedangkan sayap belakang  mengalami  modifikasi  menjadi   struktur   seperti   gada   yang   disebut halter. Halter berfungsi sebagai penyeimbang tubuh pada saat terbang.

d. Pada Ordo Hemiptera, sayap depan sebagian mengeras dan sebagian lagi tetap berupa membran.

e. Pada Ordo Orthoptera, sayap depan berupa perkamen, diduga sebagai pelindung dan disebut sebagai tegmina (tunggal: tegmen).

7. Kaki

Tungkai thoraks serangga bersklerotisasi (mengeras) dan selanjutnya dibagi menjadi sejumlah ruas. Secara khas, terdapat 6 ruas pada kaki serangga. Ruas yang pertama yaitu koksa yang merupakan merupakan ruas dasar; trokhanter, satu ruas kecil (biasanya dua ruas) sesudah koksa; femur, biasanya ruas pertama yang panjang pada tungkai; tibia, ruas kedua yang panjang; tarsus,biasanya beberapa ruas kecil di belakang tibia; pretarsus, terdiri dari kuku-kuku dan berbagai struktur serupa bantalan atau serupa seta pada ujung tarsus. Sebuah bantalan atau gelambir antara kuku-kuku biasanya disebut arolium dan bantalan yang terletak di dasar kuku disebut pulvili. Tungkai-tungkai serangga mengalami modifikasi. 

Sejumlah modifikasi tersebut adalah :

a. Tipe cursorial, adalah tungkai yang digunakan untuk berjalan dan berlari.

b. Tipe fussorial, tungkai yang digunakan untuk menggali, ditandai dengan adanya kuku depan yang keras.

c. Tipe saltatorial, tungkai yang berfungsi untuk meloncat, ditandai dengan pembesaran femur pada tungkai belakang.

d. Tipe raptorial, tungkai yang berfungsi untuk menangkap dan mencengkeram mangsa, ditandai dengan pembesaran femur tungkai depan.

e. Tipe natatorial, tungkai yang berfungsi untuk berenang, ditandai dengan bentuk yang pipih serta adanya sekelompok “rambut-rambut renang” yang panjang.

f. Tipe ambolatorial,   tungkai   yang   berfungsi   untuk   berjalan    ditandai  dengan femur dan tibia yang lebih panjang dari bagian tungkai lainnya. Bentuk ini merupakan bentuk umum tungkai serangga.

8. Perut (abdomen)

Abdomen merupakan tempat organ dalam yang mana fungsi-fungsi fisiologis tubuh  berada  di  sana.  Pada  umumnya  abdomen  serangga  terdiri  dari  11  segmen metameri (berulang). Tiap segmen metamer memiliki satu sklereit dorsal tergum (jamak: terga), satu sklereitventral sternum (jamak: sterna) dan satu selaput daerah lateral pleuron (jamak: pleura) Bagaimana pun sistem itu mulanya berasal dari saluran yang dimulai dari bagian kepala, melewati thoraks dan salurannya sampai sejauh mana pada abdomen. Alat kelamin serangga biasanya terletak pada atau kira-kira pada ruas abdomen 8 dan 9. Ruas-ruas ini memiliki kekhususan yang berkaitan dengan kopulasi dan peletakan telur. 

Klasifikasi Orthroptera

a. Belalang kayu (Valanga nigricornis)

Kingdom : Animalia

Phylum : Arthropoda

Class : Insecta

Ordo : Orthoptera

Family : Acrididae

Genus :Valanga

Species : Valanga nigricornis

b. Belalang hijau (Oxya chinensis)

Kingdom : Animalia

Phylum : Arthropoda

Class : Insecta

Ordo :Orthoptera

Family : Acrididae

Genus :Oxya

Species :Oxya chinensis

c. Belalang batu (Dissosteira carolina)

Kingdom : Animalia

Phylum : Arthropoda

Class : Insecta

Ordo : Orthoptera

Family : Acrididae

Genus : Dissosteira

Species : Dissosteira carolina

d. Belalang Sembah

Kingdom : Animalia

Phylum : Arthropoda

Class : Insecta

Ordo : Orthoptera

Family : Acriddidae

Genus : Praying

Species :Praying mantis

e. Belalang Kembara (Locusta migratoria)

Kingdom : Animalia

Phylum : Anthropoda

Class : Insecta

Ordo : Orthoptera

Family : Acriddidae

Genus : Locusta

Species : Locusta migratoria

Lihat: Belalang Pink Serangga Langka

Jenis Belalang

Di Indonesia terdapat sekitar 10.000 ribu spesies belalang yang terbagi ke dalam 3 ordo. Beberapa jenis belalang yang banyak ditemukan diantaranya sebagai berikut:

1. Belalang Kayu

Nama latinnya adalah Valanga nigricornis, ia merupakan serangga yang menjadi hama pada pertanian. 

2. Belalang hijau

Nama latin Oxya serville ini masih kerabat dekat dengan belalang kayu. Jenis belalang ini memiliki  ukuran tubuh belalang hijau lebih kecil dan warna tubuhnya yang berwarna hijau saat musim hujan. Sedangkan saat di musim kemarau dimana kelembapan udara rendah, warna tubuhnya akan berubah menjadi cokelat.

3. Belalang Kaki Merah

Jenis belalang ini memiliki kaki belakang yang bewarna merah dan ukuran tubuhnya yang kecil, dimana serangga dewasa dari belalang kaki merah hanya sekitar 2 cm.  Tubuhnya berwarna kuning semu hijau dengan bagian punggunya yang berwarna cokelat.

4. Belalang Sembah atau Mantis

Belalang sembah sebenarnya bukan merupakan spesies serangga tetapi lebih kepada kumpulan serangga yang masuk ke dalam ordo Mantodea. 

5. Belalang Daun

Serangga yang bernama latin Phyllium bioculatum. Tubuhnya sangat mirip dengan daun yang digunakannya sebagai alat mengelabuhi diri. Sayangnya, adaptasi ini tidak bermanfaat bagi beberapa jenis predator yang memanfaatkan indra pendengarannya salah satu contohnya adalah Burung Hantu celepuk.

6. Belalang Ranting

Jenis belalang ini di Indonesia banyak di temukan di kawasan hutan pulau kalimantan. Selain di Indonesia, serangga ini ditemukan di banyak daerah hutan tropis dan sub tropis lainnya seperti Malaysia dan Cina. Sesuai namanya, bentuk tubuhnya mirip dengan ranting yang panjang, bahkan saking panjangnya ia menjadi serangga terpanjang yang ada di dunia yang panjangnya mencapai 62.4 cm. Spesimen serangga yang memegang rekor terpanjang ini di kawasan hutan Guangxi Zhuang, Cina pada tahun 2014. Di Indonesia sendiri, belalang ranting terpanjang yang dimiliki LIPI cibinong panjangnya hanya sekitar 35 cm.

7. Belalang Bunga Kuning

Belalang ini disebut belalang bunga kuning dikarenakan sering hinggap pada bunga-bungaan. Serangga yang satu ini sangat unik karena dapat mengetahui hewan yang akan memangsanya. Nimpa (kepompong) belalang bunga kuning jantan dapat mengubah warnannya apabila ada pemangsa yang datang. Warnanya berubah menjadi kuning atau hijau cerah dan menjadi tampak lebih besar. Itulah yang dilakukan hewan ini untuk melindungi dirinya. Selain itu, serangga ini juga sering bersembunyi pada tangkai bunga agar terhindar dari pemangsa. Belalang betina lebih besar ukuran tubuhnya daripada pejantan. Si betina ini dapat menakut-nakuti hewan yang berbahaya bagi dirinya seperti katak, tokek atau burung kecil dengna cara melebarkan sayapnya.

8. Belalang Cina

Belalang cina memiliki nama latin Tenodera aridifolia. Ukuran tubuhnya sekitar 58 milimeter atau lebih. Warnanya hitam kemerahan hingga hijau pucat. Sayap depan berwarna hitam kemerahan dengan warna hijau di sepanjang bagian depannya. Warna matanya terlihat berubah-ubah, yaitu berwarna cokelat saat matahari terbenam atau menjadi lebih pucat saat matahari terbit dan ketika siang hari.

9. Belalang Anggrek

Belalang anggrek memiliki keindahan di tubuhnya terdapat lobus berukuran besar sehingga membuatnya menyerupai sekuntum bunga. Dari segi warna, belalang anggrek juga tidak kalah menarik karena ada yang berwarna putih, merah muda, kebiruan maupun kombinasi ketiganya. Karena keindahan tubuhnya tersebut, banyak orang yang memeliharanya terutama di negara-negara barat.

Walaupun memiliki tubuh yang indah, ia merupakan predator yang kejam dan akan memakan serangga lain yang mendekatinya. Dengan kaki depan yang telah termodifikasi menjadi japit, ia akan menangkap dan memotong mangsanya. Bahkan banyak sekali kasus kanibalisme di antara sesama belalang anggrek khususnya betina memangsa pejantan yang berukuran lebih kecil

Habitat Belalang

Belalang kebanyakan lebih menyukai kawasan alam terbuka yang lembah dengan banyak rumput serta tanaman rendah lainnya, meskipun beberapa spesies lainnya hidup di hutan ataupun hutan belantara. Beberapa lainnya berada di tebing, tanah, dan bebatuan lembap berlumut dan mengkonsumsi lumut. Banyak spesies belalang yang hidup di padang rumput sering menyerang ladang petani sekitar. Populasi belalang yang berlebih akan sangat merugikan petani jika menyerang tanaman di perkebunan.

Belalang mengeluarkan suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen (disebut stridulasi), atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang. Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.

Makanan Belalang

Belalang umumnya banyak terdapat pada daerah yang banyak terdapat daun didalamnya, seperti di daerah padang rumput dan hutan belantara, karena disitulah banyak ditemukan makanannya. Belalang yang menjadi karnivora akan dapat menemukan serangga kecil yang menjadi mangsanya, sedangkan yang menjadi herbivora akan dengan mudah mendapatkan dedaunan yang akan dimakannya.

Cara berkembang Biak Belalang

Belalang berkembang biaknya secara umum yakni melalui proses perkawinan. Belalang jantan memiliki tubuh yang lebih kecil akan duduk di belakang dari belalang betina. Selanjutnya sperma dari belalang jantan akan dikopulasikan ke dalam tubuh betina. Belalang berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur dan prosesnya secara seksual. 

Setelah melalui proses perkawinan, Belalang berkembang biak dengan cara bertelur dan bisa menghasilkan telur hingga 300 butir. Telurnya biasanya diletakkan dibawah tumpukan daun maupun di tanah. Telur akan menetas dan menjadi nimfa yang hanya mempunyai kemungkinan hidup sekitar 50% akibat predator seperti burung, tikus, dan kadal. Belalang dewasa yang sudah memiliki organ reproduksi, akan kembali mencari pasangan dan berkembang biak.

Siklus Hidup Belalang

Daur hidup belalang meliputi proses metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis tidak sempurna atau Hermimetabola adalah proses berkembang yang melalui tahap telur yang menetas menjadi nimfa, dan tumbuh menjadi imago atau dewasa. Agar lebih jelas, berikut adalah daur hidup belalang dengan gambar dan penjelasannya.

1. Telur

Belalang betina akan meletakkan telur yang dibuahi dalam bentuk polong telur, baik di pasir atau di antara serasah daun. Setiap polongnya, terdiri dari 10-300 telur dengan bentuk yang menyerupai butiran nasi. Telur belalang membutuhkan waktu sekitar 10 bulan hingga akhirnya menetas dan menjadi nimfa. Telur-telur ini juga dapat tertidur selama musim gugur dan musim dingin.

2. Nimfa Belalang

Setelah menetas, nimfa atau belalang muda akan mulai memakan dedaunan tanaman lunak dan segar. Tahap ini, belalang memiliki warna yang ringan, tidak memiliki sayap, dan juga belum memiliki organ reproduksi. Secara umum, nimfa akan mengalami 5-6 proses ganti kulit dan mengubah bentuk serta struktur tubuhnya hingga menjadi dewasa. Dalam tahap daur hidup belalang ini, membutuhkan waktu 5-10 hari, tergantung spesies dan kondisi cuaca hingga akhirnya ukurannya bertambah dan bantalan sayap berkembang.

3. Imago (Belalang Dewasa)

Setelah 25-30 hari, sayap pada nimfa akan berkembang sepenuhnya dan daur hidup belalang pun berada pada proses terakhir. Selain sayap yang sudah sempurna, belalang dewasa juga memperoleh kematangan seksual dalam waktu 15 hari dan bertahan selama sekitar 30 hari. dari semua proses siklus belalang, waktu yang dibutuhkan untuk daur hidup belalang dari telur hingga dewasa adalah sekitar 11 bulan. Umur dari belalang sendiri diperkirakan dapat bertahan hingga sekitar 12 bulan.

Nah, demikianlah tentang Belalang hingga proses daur hidup belalang dari telur hingga menjadi imago atau belalang dewasa.

# Biologi# Insecta (Serangga)Hewan Dengan Mata Banyak

Lihat  juga:
Anatomy of a Bee
Apakah Serangga Memiliki Darah ?
Belalang Pink Serangga Langka
Klasifikasi ilmiah Capung
Cara Kunang-Kunang Berkembang Biak
Cara Pemeliharan Kunang kunang
Cara Budidaya Semut Rangrang
Capung
Laba Laba   
Kunang kunang
Scorpio Bayi


Informasi lain



Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Belalang
https://jenis.net/belalang/


Komentar