Langsung ke konten utama

Unggulan

Gambar Kura Kura Kolase Tugas Pelajaran SBDP

  Gambar Kura Kura Kolase  Disekolah pada pelajaran SBDP , Seni Budaya dan Prakarya, mendapat tugas membuat Gambar Kolase Kura-kura. Berikut ini adalah hasil prakarya yang aku buat, dengan warna Hijau di koombinasikan dengan Hijau tua pada bagian kaki, kepala dan ekor kura-kura.  Gambar Kura Kura Kolase Tugas Pelajaran SBDP Gambar Kolase Ikan Nemo Cantik . Cara membuat Gambar Kura Kura Kolase  Bahan bahan:  1. Pertama disiapkan dulu kertas yang berisi sketsa Kura kura.  Lihat: Koleksi Sketsa Kura-kura silahkan Download. 2. Kertas Origami  Kertas Origami pilih warna yang sesuai dengan gambar atau dengan warna yang diinginkan.  Beli kertas origami dengan tekstur dan warna yang berkualitas baik, untuk hasil yang baik. 3. Siapkan Pinset  Fungsinya untuk menempelkan guntingan kertas ke gambar sketsa kura-kura. 4. Siapkan Gunting kertas 5. Siapkan lem kertas  Untuk menempelkan guntingan kertas Origami. 6. Pinsil Gambar Kura Kura Kolase Tugas Pelajaran SBDP Cara membuat bentuk gambar kolase

Makan Petai Dianjurkan Saat Mens

Makan Petai Dianjurkan Saat Mens

Petai juga berkhasiat sebagai antidepresan. Shutter Stock


Buah petai dan jengkol jangan langsung menghindari makanan yang satu ini karena punya khasiat luar biasa.

Saat mengonsumsi petai, salah satu jenis biji-bijian ini sudah pasti mengeluarkan gas sulfur yang bisa menimbulkan aroma tak sedap di mulut. Meski demikian, sangat disayangkan jika Anda lantas memutuskan untuk "alergi" terhadap petai.
Petai sebenarnya mengandung zat antioksidan yang bagus dan asam amino triptofan. Asam amino triptofan ini membentuk serotonin di dalam tubuh dan membuat tubuh lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan menjaga kestabilan suasana hati.
Saat menstruasi merupakan waktu yang tepat untuk makan petai. Ini karena pada masa menstruasi, suasana hati sering kacau dan dapat ditenangkan dengan petai. Sama halnya saat Anda mengalami stres, serotonin yang dihasilkan dapat membuat saraf-saraf tegang mengendur. Di samping itu, petai yang kaya serat ini merupakan antioksidan yang baik karena mengandung vitamin B6 untuk mengatur kadar gula darah dan membantu relaksasi. Zat besi yang terkandung di dalamnya mampu mencegah anemia.
Beda halnya dengan jengkol, mengonsumsi makanan ini justru sebaiknya dibatasi. Mengonsumsinya dalam kondisi berlebih bisa berbahaya bagi ginjal karena mengandung asam jengkolat.
Bila pH darah dalam keadaan normal, maka hal ini mungkin masih aman. Namun jika pH mulai di bawah tujuh, maka hal itu akan berbahaya. Jengkolat yang cenderung bersifat asam dapat membentuk kristal yang tidak larut dalam air. Akibatnya, rasa nyeri muncul saat buang air kecil.
Bahkan, bisa jadi urine akan mengandung darah karena adanya luka dalam ginjal akibat kristal tersebut. Bila sudah begini, cepat atasi dengan minum soda dan air putih sebanyak mungkin untuk menetralisasi kristal. Selanjutnya, segera pergi ke dokter. (tam)

KOMPAS.com  Jumat, 15 Oktober 2010 | 07:59 WIB
Editor: Asep Candra | Sumber :Sehatnews


Posting Lainnya:
Nihi Sumba Resort
The Brando Resort, Tahiti.
Royal Mansour, Marrakesh, Maroko.
The Peninsula Manila, Filipina.
Hotel Bel-Air, Los Angeles, Amerika Serikat.
Four Seasons Resort Sayan, Bali, Indonesia.
5 Resor Paling Eksklusif di Dunia



Info Lainnya:


Info Bisnis:






Mobile ads:





Komentar

Postingan Populer