Langsung ke konten utama

Unggulan

Nama Burung Di Indonesia

Nama Burung Di Indonesia Alap-alap     Alap-alap australia     Alap-alap capung     Alap-alap coklat     Alap-alap erasia     Alap-alap kawah     Alap-alap layang     Alap-alap sapi     Alap-alap walet     Alap-alap macan Alpine     Alpine papua Angsa     Angsa boiga     Angsa hitam Angsa-batu     Angsa-batu christmas     Angsa-batu coklat     Angsa-batu kaki-merah     Angsa-batu topeng Angsa-kerdil     Angsa-kerdil hijau     Angsa-kerdil kapas Anis     Anis buru     Anis cacing     Anis geomalia     Anis gunung     Anis hutan     Anis kening     Anis merah     Anis nusa tenggara     Anis punggung-merah     Anis siberia     Anis sisik     Anis sulawesi Anis-bentet     Anis-bentet kecil     Anis-bentet kelabu     Anis-bentet sangihe Anis-papua     Anis-papua besar     Anis-papua kecil Anis-puyuh     Anis-puyuh ajax Apung     Apung tanah     Apung zaitun Asi     Asi besar     Asi dada-kelabu     Asi kumis     Asi t

Anggur Mampu Mengikat Racun Logam di Otak




img
(Foto: thinkstock)
Kamis, 09/12/2010 09:02 WIB


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Manchester, Manfaat anggur serta buah-buahan lain yang berwarna biru dan ungu dalam mencegah pikun pada telah diteliti secara ilmiah. Penelitian terbaru mengungkap cara kerjanya, yakni dengan mengikat racun logam di otak.

Racun itu adalah senyawa hidroksil radikal yang terbentuk dari zat besi yang tidak terikat dengan sempurna. Di otak, penumpukan senyawa ini menyebabkan kerusakan sel dan memepercepat munculnya salah satu penyakit degeneratif yakni kepikunan.

Untuk menetralisir efek racun yang ditimbulkan, zat besi membutuhkan senyawa pengikat yang disebut chelator. Senyawa ini akan mengikat zat besi dan mendetoksifikasi sehingga tidak lagi membahayakan sel otak.

Salah satu sumber chelator yang mudah ditemui dalam makanan sehari-hari adalah buah dan sayur-sayuran, terutama yang berwarna biru atau ungu. Teh hijau, anggur dan blueberry merupakan contoh makanan dengan kandungan chelator yang cukup tinggi.

Seorang profesor dari University of Manchester, Douglas Kell mengungkap hal itu dalam sebuah penelitian belum lama ini. Temuannya tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Archives of Toxicology yang terbit baru-baru ini.

Dikutip dari Telegraph, Kamis (9/12/2010), racun logam yang tidak terikat sempurna itu tidak hanya berisiko mempercepat kepikunan. Menurut Prof Kell, racun tersebut juga memicu berbagai penyakit generatif lain yang bisa menyerang bagian tubuh manapun.

Dugaan sebelumnya, manfaat anggur dalam mencegah pikun merupakan efek dari kandungan antioksidan di dalamnya. Dugaan ini juga dibantah oleh Prof Kell, karena antioksidan tidak akan banyak berguna selama racun logam masih dalam bentuk tidak terikat sempurna.

(up/ir)

Komentar

Postingan Populer