Langsung ke konten utama

Unggulan

Nama Burung Di Indonesia

Nama Burung Di Indonesia Alap-alap     Alap-alap australia     Alap-alap capung     Alap-alap coklat     Alap-alap erasia     Alap-alap kawah     Alap-alap layang     Alap-alap sapi     Alap-alap walet     Alap-alap macan Alpine     Alpine papua Angsa     Angsa boiga     Angsa hitam Angsa-batu     Angsa-batu christmas     Angsa-batu coklat     Angsa-batu kaki-merah     Angsa-batu topeng Angsa-kerdil     Angsa-kerdil hijau     Angsa-kerdil kapas Anis     Anis buru     Anis cacing     Anis geomalia     Anis gunung     Anis hutan     Anis kening     Anis merah     Anis nusa tenggara     Anis punggung-merah     Anis siberia     Anis sisik     Anis sulawesi Anis-bentet     Anis-bentet kecil     Anis-bentet kelabu     Anis-bentet sangihe Anis-papua     Anis-papua besar     Anis-papua kecil Anis-puyuh     Anis-puyuh ajax Apung     Apung tanah     Apung zaitun Asi     Asi besar     Asi dada-kelabu     Asi kumis     Asi t

Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan berkeping biji tunggal (atau monokotil) adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama, seperti Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae.

Tumbuhan monokotil memiliki ciri-ciri:
   -  Batang tidak bercabang, 
   -  Batang tidak berkambium, 
   -  Akar serabut, 
   -  Pertulangan daun sejajar dan mempunyai ikatan pembuluh koklea (Mukhtar, 1992). 

Tumbuhan monokotil tidak memiliki cabang, ikatan pembuluh tertutup, tidak berkambium, mempunyai akar serabut, biji berkeping satu, dan jumlah biji tiga atau berkelipatan tiga (Saktiyono, 1989).
Pada batang tumbuhan golongan monokotil, jaringan permanen primer selain dari meristem apikal juga berasal dari meristem interkalar. Jaringan monokotil primer terdiri dari jaringan dasar fundamental dimana letak ikatan pembuluh terbesar. 

Pada batang monokotil tidak terdapat kambium, kecuali pada beberapa spesies. Karena itu tidak mempunyai jaringan sekunder, walaupun tidak dapat mengadakan pertumbuhan sekunder, batang monokotil dapat mempunyai batang yang besar karena adanya pertumbuhan meristem menebal. 

Pada anatomi batang dikotil dan monokotil tersebut, memiliki perbedaan pada tipe ikatan pembuluh pada batang. Pada dikotil, tipe ikatan pembuluhnya yaitu tipe kolateral terbuka dan bikolateral. Sedangkan pada monokotil, tipe ikatan pembuluhnya yaitu bertipe kolateral tertutup yang umumnya di bungkus oleh sarung sklerenkim. 

Susunan anatomi akar lebih sederhana daripada susunan anatomi batang walaupun susunan anatomi akar bervariasi. Pada penampang melintang akar primer dijumpai tiga sistem jaringan pokok yaitu epidermis, korteks, dan sistem jaringan pengangkut. Di ujung akar terdapat bagian akar primer yang lain, yaitu akar yang berfungsi melindungi promeristem akar.

Contoh Tumbuhan Monokotil:
1. Graminae atau Poaceae (rumput-rumputan): macam-macam rumput, padi, jagung, tebu,alang-alang dan sebagainya.
2. Palmae atau arecaceae (palem-paleman): pinang, kelapa sawit, sagu, enau, salak dan sebagainya.
3. Orchidaceae (kelompok angrek): Macam-macam jenis angrek
4. Musaceae (pisang-pisangan): macam-macam pisang
5. Pandanaceae (pandan): Macam-macam pandan
6. Zingiberaceae (jahe-jahean): jahe, lengkuas, kunyit, dan sebagainya.



More: 

Komentar

Postingan Populer