Google Searching

Info

Selasa, 05 Februari 2013

Buah Rambutan

Buah Rambutan

Musim buah buah Rambutan telah tiba, banyak sekali para pedagang yang menjajakan rambutan baik yang dijajakan keliling dari kerumah rumah maupun yang mangkal di satu tempat. Berikut ini Klasifikasi ilmiah dari Rambutan:

Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Eudiots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Sapindales
Famili: Sapindaceae
Genus: Nephelium
Spesies: N. lappaceum
Nama binomial Nephelium lappaceum.

Rambutan tergolong kedalam tumbuhan berkeping biji dua atau sering disebut dengan istilah Dikotil (Dicotyledonae).  Rambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Kata "rambutan" berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut. Pohon Rambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti Afrika, Kamboja, Karibia , Amerika Tengah, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Sri Lanka.

Pohon rambutan sealu dalam keadaan hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi pohon dapat mencapai hingga 8m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4m.

Rambutan memiliki bentuk Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur, dengan variasi tergantung umur, posisi pada pohon, dan ras lokal. Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan merona (flushing) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini ditandai dengan warna daun  hijau muda karena didominasi oleh banyaknya daun muda.Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh.

Pembungaan dan bunga
Tumbuhan Rambutan menghasilkan bunga setelah tujuh tahun jika ditanam dari biji atau generatif, namun pada usia 2 tahun sudah dapat berbunga jika diperbanyak secara vegetatif. Rambutan berumah dua, tetapi bersifat androdioecious, ada tumbuhan penghasil bunga jantan saja dan tumbuhan penghasil bunga banci. Tumbuhan jantan tidak pernah menghasilkan buah. Pembungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air. Masa kering tiga bulan menghentikan pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembentukan bunga. 
Bunga majemuk, tersusun dalam karangan, dengan ukuran satuan bunga berdiameter 5 mm atau bahkan lebih kecil. Bunga jantan tidak menghasilkan putik. Tumbuhan banci yang baru berbunga biasanya menghasilkan bunga jantan, baru kemudian diikuti dengan bunga dengan alat betina (putik). Bunga banci (hermafrodit) memiliki benang sari yang fungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadi pembuahan hanya satu yang biasanya berkembang hingga matang, sementara yang lainnya tereduksi. Penyerbukan dilakukan oleh berbagai jenis lebah, namun yang paling sering hadir adalah Trigona, lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar lalat. Di berbagai apiari, bunga rambutan juga menjadi sumber utama nektar bagi lebah peliharaan.

Di daerah Sumatera bagian utara, yang tidak mengenal musim kemarau rambutan dapat menghasilkan buah dua kali dalam setahun. Di tempat lain, bunga muncul biasanya setelah masa kering 3 bulan (di Jawa dan Kalimantan biasanya pada bulan Oktober dan November).

Buah Rambutan

Buah Rambutan
Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki "rambut" di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi "daging". Bagian buah yang dimakan, "daging buah", sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas ("rambutan ace"/ngelotok). Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah.
Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Desember hingga Maret, dikenal sebagai "Musim Rambutan". Masanya biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti durian, Duku, Manggis,Cempedak dll.




Varietas rambutan
Di Indonesia, Balai Penelitian Buah Solok yang melakukan tugas untuk perbaikan varietas.Pola perbaikan yang diterapkan hingga saat ini adalah seleksi dari plasma nutfah yang tumbuh di berbagai pusat keanekaragaman di Indonesia, terutama di Sumatera, Kalimantan, serta Jawa. Lembaga di Malaysia yang melakukan perbaikan kultivar adalah MARDI.

Varietas Unggul Rambutan yang sudah dilepas Departemen Pertanian Republik Indonesia hingga 2005 adalah :                                
1.  Bahrang' dari Langkat.
2.  Rapiah dari Pasar minggu.
3.  Lebak bulus' dari Pasar minggu,
4.  Narmada' dari NTB
5.  Sibatuk Ganal' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,
6.  Nona' dari Kampar, Riau,
7.  Binjai' dari Binjai, Sumatra Utara
8.  Antalagi' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,
9.  Sibongkok' dari Sungai Luhut, Kalimantan Selatan,
10. Garuda' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan
11. Tangkue Lebak' dari Kecamatan Maja, Banten,
12. Kundur' dari Riau

Selain itu, dikenal pula beberapa ras lokal yang juga dikenal baik untuk keperluan terntentu, seperti 'Sinyonya' dan 'Sitangkue' yang dianjurkan untuk digunakan sebagai batang bawah dalam okulasi.
Berikut ini ada beberapa nama ras lokal yang saya kenal :

1. Si Macan
2. Ace Pelat
3. Ace Gundul
4. Simanis
5. Sinyonya
6. Parakan

Selain yang disebutkan diatas, ras rambutan banyak sekali, cuma sudah sangat jarang ditemukan saat ini.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Lazada Promo