Info

Minggu, 26 Juli 2020

Resin Merupakan Senyawa Organik

Resin merupakan senyawa organik atau campuran berbagai senyawa polimer alam yang disebut terpentin, berbentuk padat atau semi padat. Resin mudah larut dalam pelarut organik tetapi tidak larut dalam air (Boer & Ella, 2000). Resin alam merupakan resin yang tereksudasi secara alamiah dan keluar secara alami maupun buatan. Resin yang tereksudasi secara alamiah mengandung campuran antara gum dan minyak atsiri. Resin alam memiliki bentuk berupa padatan, berwarna mengkilap dan bening kusam, rapuh, meleleh bila kena panas dan mudah terbakar (Sedtler et al. 1975 dalam Namiroh 1998). Kirk dan Othmer (1941) dalam Larasati (2007), mengklasifikasikan resin alam sebagai berikut: 

Klasifikasi Resin alam sebagai berikut: 

1. Damar, yaitu golongan resin yang memilki bilangan asam rendah dan dapat larut dalam minyak serta pelarut organik, contohnya adalah damar mata kucing. 
2. Golongan resin yang termasuk dalam resin semi fosil, jenis ini juga dapat larut dalam minyak serta pelarut organik, contoh golongan resin ini adalah damar resak, damar biru, dan damar hitam. 
3. Kopal, yaitu golongan resin yang memiliki bilangan asam lebih tinggi dibandingkan damar, resin ini dihasilkan dari jenis pohon damar (Agathis sp) yang tergolong dalam famili Araucariacea. 
4. Jenis-jenis resin yang lain seperti gondorukem, shellac, dan balsam.

Resin merupakan eksudat (getah) yang keluar dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan, umumnya oleh jenis pohon runjung atau konifer. Getah ini biasanya membeku, bisa dalam proses yang cepat maupun lambat, dan membentuk massa yang keras dan transparan.(wikipedia).

Resin banyak digunakan orang semenjak zaman peradaban, seperti yang telah dikutip oleh orang Yunani bernama Theophratus dan orang Romawi Kuno bernama Plinius. Resin banyak digunakan, khususnya untuk bahan perekat, pernis, sebagai bahan pencampur parfum dan dupa, juga untuk sumber bahan baku berbagai bahan organik olahan.

Semua bahan tadi secara kimiawi mempunyai kesamaan dan tersusun dari polimer atau molekul-molekul kompleks dengan berat molekul  yang tinggi. Bentuk khas dari tiap molekul menentukan wujud plastik apakah plastic ini berupa fiber, seperti karet atau suatu resin.

Resin sintesis memiliki dua sifat jika dilihat dari proses pembentukannya. Jika dibentuk dengan tanpa reaksi kimia ia akan bersifat Termoplastik (dapat kembali ke bentuk semula) dan apabila dibentuk secara reaksi kimia maka sifatnya adalah Termoset (tidak bisa kembali ke bentuk semula) sebagai contoh: epoxy, polyuretan, polyster dll. Resin sintesis yang banyak ditemukan di tempat berjualan untuk membuat kerajinan fiberglass biasanya terdiri dari 2 zat yaitu polymed yang berfungsi untuk hardenernya dan resin sintesis yang berfungsi sebagai basenya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai resin. 

More:

Info:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Info

Info Promo