Google Searching

Info

Senin, 25 Februari 2013

Laba Laba

Foto: dari berbagai sumber

Laba-laba, Tarantula atau disebut juga labah-labah, termasuk kedalam kelompok  serangga. Laba-laba adalah sejenis hewan berbuku-buku atau dengan istilah ilmiahnya arthropoda  dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki.  Hewan ini memiliki ciri ciri khas, seperti warna yang gelap, kaki kaki yang panjang, dan bulu bulu kecil yang memenuhi seluruh tubuh.

Laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae dan termasuk ke dalam kelas Arachnida bersama sama dengan hewan berkaki Delapan lainnya seperti kalajengking, Ketonggeng dan Tunggau.
Hampir semua jenis laba-laba yang ada didunia ini, dengan perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan subordo Mesothelae, memiliki bisa atau racun yang berada pada sepasang taringnya kepada mangsanya. Meski demikian, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia.

Salah satu bagian yang menarik dari laba laba  ialah taringnya yang bisa menyalurkan racun. Begitu taringnya ini dihujamkan ketubuh mangsanya, racun dari taring akan segera masuk kedalam jaringan tubuh. Akibatnya mangsa itu akan segera lumpuh tidak berdaya.

Seperti kebanyakan spesies laba laba, tarantula hidup  sebagi carnivora, yaitu pemakan hewan lain seperti ular kecil , tikus dan kadal. Mereka tinggal dilubang lubang pohon dan celah celah tanah. Tarantula banyak ditemui diwilayah tropis seperti meksiko dan amerika selatan.

Tidak semua laba-laba dapat membuat jaring perangkap untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera --yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat-- dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak pada bagian belakang tubuhnya.

Serat sutera ini berfungsi untuk membantu pergerakan laba-laba, seperti berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.
Usia tarantula lebih lama dari jenis laba laba lainnya. Tarantula betina bisa hidup lebih lama dari pada jantan yakni sekitar 20 tahun. Tarantula betina bias hidup sekitar 2,3 tahun tanpa makan.Induk tarantula bisa menghasilkan sekitar 1000 telur setiap kali bertelur. Telur telur ini akan menetas dalam waktu 6 minggu. Namun hanya sedikit dari anak anak tarantula yang bisa bertahan hidup. Hal ini disebabkan pemangsa tarantula banyak berkeliaran disekitar mereka, salah satunya hewan pengerat.



Anatomi laba-laba terdiri dari:
(1) empat pasang kaki
(2) cephalothorax
(3) opisthosoma

Tak seperti serangga yang lain laba-laba hanya memiliki dua. Segmen bagian depan disebut cephalothorax atau prosoma, yang sebetulnya merupakan gabungan dari kepala dan dada (thorax). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen (perut) atau opisthosoma. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle atau pedicellus.

Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki, dan satu sampai empat pasang mata. Selain sepasang rahang bertaring besar (disebut chelicera), terdapat pula sepasang atau beberapa alat bantu mulut serupa tangan yang disebut pedipalpus. Pada beberapa jenis laba-laba, pedipalpus pada hewan jantan dewasa membesar dan berubah fungsi sebagai alat bantu dalam perkawinan.

Mata pada laba-laba umumnya merupakan mata tunggal (mata berlensa tunggal). Kebanyakan laba-laba memiliki penglihatan yang tidak begitu baik, tidak dapat membedakan obyek warna, atau hanya sensitif pada gelap dan terang.

Laba-laba penghuni gua bahkan ada yang buta. Perkecualiannya terdapat pada beberapa jenis laba-laba pemburu yang mempunyai penglihatan tajam dan bagus, termasuk dalam mengenali warna.
Untuk menandai kehadiran mangsanya pada umumnya laba-laba mengandalkan getaran, baik pada jaring-jaring suteranya maupun pada tanah, air, atau tempat yang dihinggapinya. Ada pula laba-laba yang mampu merasai perbedaan tekanan udara. Indera peraba laba-laba terletak pada rambut-rambut di kakinya.

Laba-laba penenun (misalnya anggota suku Araneidae) membuat jaring-jaring sutera berbentuk kurang lebih bulat di udara, di antara dedaunan dan ranting-ranting, di muka rekahan batu, di sudut-sudut bangunan, di antara kawat telepon, dan lain-lain.

Jaring ini bersifat lekat, untuk menangkap serangga terbang yang menjadi mangsanya. Begitu serangga terperangkap jaring, laba-laba segera mendekat dan menusukkan taringnya kepada mangsa untuk melumpuhkan dan sekaligus mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya.
Sedikit berbeda, laba-laba pemburu (seperti anggota suku Lycosidae) biasanya lebih aktif. Laba-laba jenis ini biasa menjelajahi pepohonan, sela-sela rumput, atau permukaan dinding berbatu untuk mencari mangsanya. Laba-laba ini dapat mengejar dan melompat untuk menerkam mangsanya.

Bisa yang disuntikkan laba-laba melalui taringnya biasanya sekaligus mencerna dan menghancurkan bagian dalam tubuh mangsa. Kemudian perlahan-lahan cairan tubuh beserta hancuran organ dalam itu dihisap oleh si pemangsa. Berjam-jam laba-laba menyedot cairan itu hingga bangkai mangsanya mengering. Laba-laba yang memiliki rahang (chelicera) kuat, bisa lebih cepat menghabiskan makanannya dengan cara merusak dan meremuk tubuh mangsa dengan rahang dan taringnya itu. Beberapa laba-laba penenun memiliki kemampuan membungkus tubuh mangsanya dengan lilitan benang-benang sutera. Kemampuan ini sangat berguna terutama jika si mangsa memiliki alat pembela diri yang berbahaya, seperti lebah yang mempunyai sengat; atau jika laba-laba ingin menyimpan mangsanya beberapa waktu sambil menanti saat yang lebih disukai untuk menikmatinya belakangan.

Keragaman Jenis laba laba hingga sekarang, sekitar 40.000 spesies laba-laba telah digolong-golongkan ke dalam 111 suku. Akan tetapi mengingat bahwa hewan ini begitu beragam, banyak di antaranya yang bertubuh amat kecil, seringkali tersembunyi di alam, dan bahkan banyak spesimen di museum yang belum terdeskripsi dengan baik, diyakini bahwa kemungkinan ragam jenis laba-laba seluruhnya dapat mencapai 200.000 spesies.



Ordo laba-laba ini selanjutnya terbagi atas tiga golongan besar pada aras subordo, yakni:

•    Mesothelae, yang merupakan laba-laba primitif tak berbisa, dengan ruas-ruas tubuh yang nampak jelas. memperlihatkan hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan leluhurnya yakni artropoda beruas-ruas.

•    Mygalomorphae atau Orthognatha, yalah kelompok laba-laba yang membuat liang persembunyian, dan juga yang membuat lubang jebakan di tanah. Banyak jenisnya yang bertubuh besar, seperti tarantula dan juga lancah maung.

•    Araneomorphae adalah kelompok laba-laba ‘modern’. Kebanyakan laba-laba yang kita temui termasuk ke dalam subordo ini, mengingat bahwa anggotanya terdiri dari 95 suku dan mencakup kurang lebih 94% dari jumlah spesies laba-laba. Taring dari kelompok ini mengarah agak miring ke depan (dan bukan tegak seperti pada kelompok tarantula) dan digerakkan berlawanan arah seperti capit dalam menggigit mangsanya.
Bidang studi yang mempelajari tentang laba-laba disebut arachnologi.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Lazada Promo