Google Searching

Info

Kamis, 15 Oktober 2015

Cara Kunang-Kunang Berkembang Biak

Cara Kunang-Kunang Berkembang Biak
Cara Kunang-Kunang Berkembang Biak

Setiap mahluk hidup pasti dapat berkembang biak untuk mempertahankan kelestariannya, begitu juga dengan Kunang kunang atau Kica kica ini. Cara Reproduksi Kunang-Kunang berkembang biak dengan dua cara. Kunang kunang memiliki  dua tipe ritual perkawinan.

Tipe pertama, cahaya yang dilepaskan oleh Kunang kunang betina akan menarik perhatian kunang-kunang jantan. Pada tipe pertama ini ini, kunang-kunang betina merupakan pihak yang aktif mencari pasangan sedangkan yang jantan pasif.

Pada tipe kedua, ritual perkawinan diawali dengan kedipan-kedipan cahaya dari kunang-kunang jantan yang mencoba menarik perhatian kunang kunang betina dewasa.Pada tipe kedua ini ini, kunang-kunang jantan merupakan pihak yang aktif mencari pasangan sedangkan yang betina pasif.

Setap kedipan cahaya dari masing masing jenis kunang-kunang memiliki warna, intensitas dan kekuatan yang khas sehingga hanya kunang-kunang jenis yang sama yang mampu mengartikulasikan makna kedipan cahaya tersebut. Para ahli dalam membedakan berbagai jenis kunang-kunang yang ada salah satunya dengan mengamati kekhasan cahaya pada saat mencari pasangan.

Kunang-kunang betina biasanya  menunggu di atas tanah atau rerumputan sambil menunggu isyarat dari kunang-kunang jantan.  Ketika melihat cahaya kunang-kunang jantan, sang betina akan memberikan respon dengan pancaran cahaya yang mengisyaratkan bahwa ia telah menerima signal sang jantan.Selanjutnya pejantan terbang menuju betina. Setelah dekat, kunang-kunang jantan mengeluarkan cahaya terang berkali-kali, Demikian juga si betina akan melakukan hal yang sama yang menandakan siap bercumbu dan kemudian mereka kawin.

Proses Perkawinan Kunang Kunang
Perkawinan pada kunang kunang terjadi dengan saling menyentuhkan kedua alat kelaminnya yang berada di ujung perut dan dilanjutkan dengan perpindahan sperma dari pejantan ke tubuh betina. Abdomen betina akan menyimpan Sperma pejantan sampai ia siap bertelur. 

Pada saat proses perkawinan berlangsung  kunang-kunang tidak mengeluarkan cahaya, Proses perkawinannya dapat berlanjut sepanjang malam.Setelah proses perkawinan selesai, betina langsung memakan sang kekasihnya yang telah membuahi sel telurnya. Dengan memakan kunang kunang kekasihnya, maka sang betina mendapatkan tambahan protein untuk membesarkan sel telur yang ada dalam tubuhnya. Serangga jenis lainnya yang mempunyai kebiasaan seperti ini seperti yaitu Black widow.
 
Kunang-kunang bertelur pada saat hari gelap, setiap kunang kunang dapat bertelur antara 100 dan 500 butir.
Telur telur ini  diletakkan di tanah, ranting, rumput, tempat berlumut atau di bawah dedaunan. Daerah yang ideal sebagai lokasi menyimpan telurnya yaitu Pekuburan dan ladang ladang pertanian yang tanahnya relatif gembur dan tidak banyak terganggu. Larva kunang-kunang akan muncul setelah 30 hari, larva ini menyerupai cacing memancarkan cahaya, bentuknya pipih dengan kepala kecil dan rahang kuat. Fungsi cahaya pada larva hanya untuk memperingatkan pemangsa agar tidak mencoba mengganggunya. 

Setelah muncul Larva larva ini akan memakan makanan yang berupa cacing tanah, siput kecil atau serangga kecil lain. Saat menjadi larva adalah masa paling lama yaitu sekitar1-2 tahun sebelum menjadi kepompong. 
Hanya sebagian kecil dari telur kunang-kunang menetas menjadi larva dan hanya sedikit larva yang sukses menjadi kepompong karena dimangsa oleh pemangsa yang memangsa telur maupun anakan kunang-kunang.

Larva larva ini setelah cukup usianya maka membuat liang di dalam tanah untuk  menjadi kepompong larva. 
Selanjutnya ia akan masuk dan melingkarkan tubuhnya di dalam liang. Mulutnya akan mengeluarkan lendir lengket yang ditempelkan di dinding liang. Setelah sebulan larva beristirahat dalam liang, ia menanggalkan kulit untuk terakhir kali dan memasuki masa kepompong. Kepompong pada mulanya berwarna kuning pucat dan perlahan-lahan menjadi gelap, berlangsung sekitar 10 hari.

Awalnya Kunang-kunang dewasa keluar dari kepompong dengan tubuh pucat yang akhirnya berkembang menjadi lebih gelap. Kedua pasang sayap direntangkan agar mengembang dan kering, membentuk Elitera, perisai yang melindungi kedua sayap belakangnya yang lunak.

Kunang-kunang dewasa hidup selama 2 - 3 minggu, untuk melakukan perkawinan. Selama itu aktivitas makan kunang-kunang sangat beragam, beberapa jenis hanya mengisap cairan tumbuhan, sementara jenis lainnya meneruskan kebiasaan makan seperti ketika masih larva, sebagai pemakan serangga lain atau siput-siputan kecil. Tidak semua kunang kunang menghasilkan kerlip cahaya. Ada beberapa spesies kunang kunang yang terus menerus mengeluarkan cahaya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Lazada Promo