Google Searching

Info

Selasa, 17 Juli 2018

Jembatan Kota Intan di Kota Tua Jakarta


Jembatan Kota Intan Kota Tua Jakarta
Jembatan Kota Intan (foto: www.flickr.com)
Jembatan Kota Intan Kota Tua Jakarta

Jembatan Kota Intan berada di kawasan  Kota Tua Jakarta yang dikenal dengan old city jakarta. Jembatan Kota Intan adalah jembatan tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC.

Jembatan Kota Intan kini terletak di Kali Besar kawasan Kota Tua wilayah Jakarta Barat dan berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Kota Tua Jakarta juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), Kawasan ini adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia.  Luas wilayah khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Dijuluki "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah. 
                                                                                                   
Nama Jembatan Kota Intan telah berganti-ganti nama sesuai pergantian zaman. Pada mulanya jembatan ini disebut Engelse Burg atau "Jembatan Inggris" yang dibangun pada tahun 1628.

Kenapa dinamakan Jembatan Inggris ?

Dinamakan Jembatan Inggris, karena pada saat jembatan itu dibangun terdapat kubu pasukan Inggris di sebelah Timur jembatan tersebut. Pada tahun 1628-1629 jembatan ini pernah rusak karena penyerangan pasukan Banten dan Mataram. Kemudian dibangun kembali oleh VOC Belanda pada tahun 1630 dan berganti nama menjadi "Jembatan Pasar Ayam" atau Hoenderpasarburg, karena di seberang jembatan tersebut terdapat pasar ayam,bagi penduduk Batavia.


Jembatan Kota Intan 1900-1940

Jembatan Kota Intan 1900-1940 sumber wikipedia

Dalam perjalanannya tahun 1655 jembatan ini pernah diperbaiki dari batu setelah jembatan yang lama yang terbuat dari kayu hancur pada waktu banjir dan diberi nama Het Middelpunt Burg atau "Jembatan Pusat". Bentuk dan gayanya tidak berubah hingga saat ini. 

Pada masa kejayaan Ratu Juliana, jembatan ini pernah berganti nama menjadi Jembatan Ratu Juliana, karena pernah diperbaiki oleh sang ratu.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jembatan ini berganti nama menjadi Jembatan Kota Intan sesuai dengan nama lokasi setempat, dimana pada masa awal pembangunannya terletak persis di ujung kubu/bastion Diamond dari Kastil Batavia.

Jembatan Kota Intan ini merupakan jembatan gantung, seperti kebanyakan jembatan-jembatan besar lain yang juga digantung di negeri asalnya VOC, yaitu Belanda.

Dari atas jembatan ini kita dapat melihat kantor pabean, ke arah Utara. Jembatan ini masih ada sampai sekarang meski kayu hutannya sudah diganti dengan baja. Pada abad ke17 kapal-kapal masih dapat berlayar lebih jauh ke arah hulu Sungai Ciliwung dengan cara mengangkat tengah-tengah jembatan itu ke atas. Akan tetapi tidak diketahui bahwa jembatan tersebut pernah mempunyai fungsi sebagai batang pajak seperti yang disebut di daerah Luar Batang. 

Situs Gedung Candra Naya di Jakarta
Menara Syah Bandar Jakarta
Museum Bahari Jakarta
Serba Serbi Kota Jakarta,
Taman RPTRA Kali Jodo Jakarta
Museum Bank Indonesia di Kota Tua Jakarta,
 Situs Gedung Candra Naya di Jakarta

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Kota_Intan
http://jakarta.panduanwisata.id/jakarta-barat/melihat-sisi-sejarah-dari-jembatan-kota-intan/


Mobile ads:


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Info Promo