Langsung ke konten utama

Unggulan

Jenis Sumber Energi Yang Dihasilkan Bumi

Ilustrasi sumber energi (www.iatekunsri.com) Kehidupan sehari hari kita sangat membutuhkan Enegi, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan, semuanya memerlukan energi untuk melakukan aktivitasnya. Selain mahluk hidup, berbagai kendaraan dan mesin juga membutuhkan Energi untuk membuatnya bergerak.  Energi yang digunakan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan berasal dari berbagai makanan dan minuman yang dimakannya, sumber energi ini dikenal dengan sumber energi yang dapat diperbaharui. Sumber energi ini tidak menimbulkan polusi udara.  Sementara energi untuk mesin mesin yang digunakan berasal dari bahan bakar berupa bensin, solar, atau dapat juga berasal dari bahan bakar bentuk lainnya. Bahan bakar berupa Bensin dan solar itu sendiri diperoleh dari sumber energi tak terbaharui, yaitu sumber energi yang berasal dari fosil. Sumber energi yang berasal dari fosil ini,  merupakan sumber energi yang paling banyak digunakan oleh manusia.  Karena tidak dapat diperbaharui maka banyaknya penggunaan jenis

Ciplukan Hambat Pertumbuhan Sel Kanker

Ciplukan Hambat Pertumbuhan Sel Kanker

Ciplukan Hambat Pertumbuhan Sel Kanker
Ciplukan Hambat Pertumbuhan Sel Kanker


Buah ciplukan (Physallisa angulata L) mengandung senyawa Fisalin dan Withanolid yang dapat menyembuhkan kanker.
"Fisalin dan Withanolid bersifat sitotoksik pada beberapa sel kanker dan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, paru-paru, dan kanker darah," kata mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Amelilinda Monikawati di Yogyakarta, Selasa.
Amelilinda bersama Inna Amandari dan Sofa Farida berhasil menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba ciplukan pada sel kanker payudara.

Berkat penelitian uji potensi antikanker pada ciplukan ketiga mahasiswa Fakultas Farmasi UGM tersebut memenangi Kompetisi Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) bidang Ilmu Pengetahuan Alam 2010.
"Secara in vitro, penelitian tersebut berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20 persen. Dari penelitian-penelitian yang dilakukan menguatkan hipotesis ciplukan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif," katanya.
Tidak hanya secara in vitro, kata dia untuk mendukung penelitian potensi ciplukan sebagai agen kemopreventif pada kanker payudara dilakukan pula secara uji in vivo.
"Uji secara in vivo bertujuan untuk mengobservasi pengaruh ekstrak etanolik herba pada hewan uji tikus betina galur Sprague Dawley," katanya.
Selama ini, kata dia pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi dinilai kurang efektif karena sering menimbulkan resistensi dan beberapa efek samping.
"Efek samping dari kemoterapi seperti mual, muntah, toksisitas pada jaringan normal, toksisitas pada jantung, dan menekan sistem imun," katanya.
Oleh karena itu, ia mengatakan dibutuhkan suatu alternatif terapi kanker yang lebih aman, terjangkau, efektif, dan tidak membahayakan sistem imun.

Sumber: Antara - Rabu, 8 Desember, 9.26WIB

Posting Kesehatan Lainnya:


Info Bisnis:
Mobile ads:




Komentar

Postingan Populer