Langsung ke konten utama

Unggulan

Nama Burung Di Indonesia

Nama Burung Di Indonesia Alap-alap     Alap-alap australia     Alap-alap capung     Alap-alap coklat     Alap-alap erasia     Alap-alap kawah     Alap-alap layang     Alap-alap sapi     Alap-alap walet     Alap-alap macan Alpine     Alpine papua Angsa     Angsa boiga     Angsa hitam Angsa-batu     Angsa-batu christmas     Angsa-batu coklat     Angsa-batu kaki-merah     Angsa-batu topeng Angsa-kerdil     Angsa-kerdil hijau     Angsa-kerdil kapas Anis     Anis buru     Anis cacing     Anis geomalia     Anis gunung     Anis hutan     Anis kening     Anis merah     Anis nusa tenggara     Anis punggung-merah     Anis siberia     Anis sisik     Anis sulawesi Anis-bentet     Anis-bentet kecil     Anis-bentet kelabu     Anis-bentet sangihe Anis-papua     Anis-papua besar     Anis-papua kecil Anis-puyuh     Anis-puyuh ajax Apung     Apung tanah     Apung zaitun Asi     Asi besar     Asi dada-kelabu     Asi kumis     Asi t

Air Kawah Bulan Lebih Banyak Dibanding Sahara

Air Kawah Bulan Lebih Banyak Dibanding Sahara
Air Kawah Bulan Lebih Banyak Dibanding Sahara

  (Foto: NASA)

Ternyata kawah di Bulan juga mengandung karbon monoksida, amonia, merkuri, kalsium, dan perak. Sebuah kawah dingin di kutub selatan Bulan ternyata dipenuhi oleh es. Di beberapa tempat, kawasan tersebut bahkan lebih basah dibanding gurun Sahara. Temuan ini meningkatkan peluang didirikan basis tempat tinggal manusia di Bulan.

Kemungkinan adanya air tersebut diungkapkan oleh enam penelitian yang menganalisa hasil temuan pesawat ulang alik NASA yang “menghantam” Bulan dengan kecepatan 9.000 kilometer per jam pada 9 Oktober 2009 lalu.

Ketika itu, pesawat mendarat di kawah Cabeus, di kutub Selatan, Bulan. Kawah berukuran lebar 97 kilometer tersebut sepanjang sejarahnya, tidak pernah mendapatkan sinar matahari.

Hasil terbaru ini juga melengkapi temuan sebelumnya, di mana Cabeus juga mengandung sumber daya lain seperti karbon monoksida, amonia, methana, merkuri, kalsium, magnesium, dan perak dalam jumlah yang cukup besar. Meski demikian, jumlahnya tidak cukup besar untuk ditambang oleh manusia.
bukan berarti itu bisa ditambang.
Secara total, es mencakup 5,6 persen dari keseluruhan massa permukaan Cabeus. Membuat kawah tersebut dua kali lebih basah dibandingkan dengan daratan Gurun Sahara.

“Ini mengejutkan,” kata Tony Colaprete, peneliti NASA yang bertugas di AMES Research Center di Moffett Field, California, seperti dikutip dari Livescience, 22 Oktober 2010. “Banyaknya tempat di Bulan yang lebih basah dibandingkan dengan sebagian tempat di Bumi merupakan penemuan yang menarik. Apalagi, ditemukan pula ternyata air yang ada di bulan tersebut relatif murni,” ucapnya.

Sayangnya, bagian dasar kawah yang gelap permanen juga bersuhu sangat dingin. Sangat sulit mendesain peralatan yang mampu beroperasi pada suhu minus 233 derajat dan tidak mendapat energi dari sinar matahari.

Peneliti mengamati partikel-partikel yang terlontar ke udara saat pesawat menghantam permukaan Bulan. “Kristal es yang terlontar mengandung 80 sampai 90 persen air,” kata Colaprete. “Jika tidak, maka kristal tersebut akan hilang dalam 20 detik, menguap terkena sinar matahari,” ucapnya.

Sumber:VIVAnews

Jum'at, 22 Oktober 2010, 13:57 WIB
Muhammad Firman


Komentar

Postingan Populer