Info

Selasa, 21 Juli 2020

Terapi Hipertensi Dengan Buah Buahan


Terapi Hipertensi Dengan Buah Buahan
Terapi Hipertensi Dengan Buah Buahan   


Hipertensi atau tekanan darah tinggi lebih dikenal sebagai penyakit, banyak dikenal di masyarakat. 

Tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung. 

Hipertensi atau tekanan darah tinggi lebih dikenal sebagai penyakit yang sering menyerang orang dewasa dan kelompok lanjut usia (lansia). Namun, pada kenyataannya, kasus hipertensi pada anak muda dan anak kecil ditemukan semakin banyak di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, dari 25,8 persen total kasus hipertensi nasional ternyata 5,3 pesen di antaranya dipegang oleh anak remaja berusia 15-17 tahun. 

Untuk menghindari masalah kesehatan Hipertensi ini, siapa saja pun dianjurkan untuk menjaga gaya hidup sehat. Salah satu yang bisa dilakukan yakni dengan rutin mengkonsumsi buah-buahan. 
Ada beberapa buah yang diangggap baik dikonsumsi, untuk mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi. Namun perlu diketahui juga, buah-buahan penurun darah tinggi ini bukanlah obat hipertensi, melainkan fungsinya hanya sebagai tambahan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari darah tinggi.

Berikut jenis buah yang bisa meredakan tekanan darah tinggi Anda.  

1. Pisang 
Melansir Buku Solusi Sehat Mengatasi Hipertensi (2009) oleh Redaksi AgroMedia, buah pisang, terutama pisang ambon hampir tidak mengandung natrium, tetapi banyak mengandung kalium serta vitamin B6, vitamin C, dan vitamin E. 

Vitamin E dan kalium tersebut berkhasiat menurunkan tekanan darah dan menjaga kecantikan. Selain itu, kandungan kalium dalam buah ini berfungsi untuk menyeimbangkan kadar air di dalam tubuh dan membantu membawa oksigen ke otak. Hemiselulosa pada pisang juga membantu proses pembuangan lemak dalam darah. 

Semangka mengandung banyak air, vitamin A, vitamin C, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, dan serat. Kandungan air dan kalium yang sangat besat pada semangka bermanfaat menetralkan tekanan darah tinggi. 

Selain itu, semangka juga mengandung likopen yang merupakan antioksidan untuk mencegah penuaan dini dan kanker. Manfaat lain semangka adalah untuk mencegah serangan jantung. 

3. Delima 
Melansir Buku Buah Ajaib Tumpas Penyakit (2013) oleh N. S. Budiana, Risa Schulman, Ph.D., asisten profesor di University of Calofornia, Los Angeles, Amerika Serikat (AS), dalam presentasinya yang berjudul Breakthrough Findings in Pomegranate Juice Research, menyatakan bahwa jus delima secara signifikan dapat meningkatkan kadar nitric oxide. 

Nitric oxide adalah molekul yang berperan pada endotel pembuluh darah yang rusak dan memperbaiki ereksi. 

Schulman menyatakan bahwa jus delima bekerja sebagai ACE inhibitor alami yang menurunkan kadar ACE sampai 36 persen dan mereduksi tekanan darah sistolik. ACE inhibitor digunakan untuk pengobatan tekanan darah dan penyakit jantung kongestif. 

4. Jeruk 
Melansir Buku Oganic Monster Drink (2014) oleh Pangkalan Ide, jeruk termasuk buah sumber pektin yang berfungsi menurunkan tekanan darah tinggi. 

Enzim pektin yang terdapat pada jeruk bisa memperkecil penyumbatan pembuluh darah. Selain itu, jeruk juga kata akan kandungan vitamin C dan fitonutrisi yang menyehatkan. 
Bahkan, sebanyak 8 ons jus jeruk setara dengan kandungan potassium (kalium) pada pisang. Dengan banyaknya kandungan vitamin dan nutrisi di dalamnya, jeruk telah dipercaya banyak orang dapat menurunkan tekanan darah tinggi. 

Sementara, polymethoxylated flavones (PMFs) pada jeruk dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Dengan begitu, rutin mengonsumsi jeruk diharapkan dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung. 

5. Belimbing 
Melansir Buku The Miracle of Fruits (2013) oleh Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz., jumlah kalium dalam belimbing relatif banyak. Dalam 100 gram belimbing, terdapat kalium 130 mg. 
Sementara jumlah natrium dalam belimbing termasuk rendah, yakni hanya 4 mg per 100gram bahan. Kedua zat ini berperan untuk mengendalikan keseimbangan cairan tubuh. 
Karena tingginya kandungan kalium dan rendahnya kadar natrium, belimbing pun dianggap mampu mengurangi risiko stroke dan menurunkan tekanan darah tinggi. Kalium juga diperlukan untuk menormalkan irama jantung dan pengalihan oksigen menuju otak. 

6. Kiwi 
Melansir Buku Health Secret of Kiwifruit (2010) oleh Pangkalan Ide, konsumsi kiwi direkomendasikan bagi penderita tekanan darah tinggi untuk mencegah stroke dan serangan jantung. 
Kandungan kalium pada kiwi hampir sama dengan pisang yang populer sebagai sumber kalium. Kalium ini bermanfaat untuk mengatur denyut jantung agar tetap normal, menurunkan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dalam tubuh. 
Kandungan magnesium kiwi yang cukup tinggi juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan mengontrol ritme jantung. Kerja sama ini bertambah mantap dengan adanya serat kiwi yang mampu menurunkan kadar kolesterol darah. 
Buah kiwi juga kata akan asam folat yang mampu menurunkan kadar homosistein, yang apabila kadarnya terlalu tinggi dalam darah bisa menyumbat pembuluh darah hingga menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. 

Penderita tekanan darah tingi biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi kalium dalam jumlah cukup. Hal tersebut disebabkan oleh tekanan darah normal memerlukan perbandingan antara natrium dan kalium yang sesuai di dalam tubuh. 
Buah yang Identik dengan Bulan Puasa Untuk memenuhi kebutuhan kalium itu, penderita hipertensi pun dianjurkan mengonsumsi buah yang tinggi kalium, di antaranya timun suri. 
Melansir Buku Timun Suri dan Blewah (2012) karya Drs. H. Hendro Sunarjono, APU (Purn.) dan Rita Ramayulis, DCN., M.Kes, berdasarkan kandungan gizi per 100 gram timun suri, dapat diketahui bahwa buah ini merupakan bahan makanan sumber vitamin C dan kalium. 

Timun suri dapat dikatakan sebagai sumber vitamin C dan kalium karena dengan mengonsumsi 100 gram buah, maka kebutuhan vitamin C dan kalium harian sudah terpenuhi sebanyak 1/3 bagiannya. 

8. Blewah 
Blewah juga bisa dikatakan sebagai sumber kalium dan provitamin A, karena komposisi kalium dan beta karoten (provitamin A) dalam 100 gram blewah cukup tinggi. 
Secara umum, kandungan gizi dalam buah blewah bermanfaat untuk: Meningkatkan daya tahan tubuh, menguatkan fungsi ginjal dan limpa, serta menurunkan tekanan darah tinggi. 

9. Alpukat 
Alpukat tidak hanya bisa dijadikan pilihan buah sumber lemak baik bagi tubuh, tetapi juga bisa menjadi buah penurun darah tinggi. 
Alpukat diketahui mengandung kalium yang baik untuk pembuluh darah, serat, antioksidan, folat, vitamin B6, vitamin C, asam pantotenat, dan vitamin K. 

Melansir Buku Khasiat Dahsyat Alpukat (2014) oleh Reiza Farandika Kurniawan S.Ked., setengah buah alpukat ukuran sedang bahkan menyumbang sekitar 540 mg kalium bagi tubuh atau 15 persen lebih tinggi dibanding pisang. 

Fungsi kalium ini tidak lain salah satunya adalah untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan debaran jantung. (Irawan Sapto Adhi) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi",

Tag:
CaraAtasi Darah Tinggi, Darah tinggi, Hipertensi,Terapi Hipertensi dengan Buah Buahan,Cara Enak Atasi Darah Tinggi Dengan Buah Buahan,Buah penurun tekanan darah tinggi ,


Baca juga:

Info:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Info

Info Promo