Google Searching

Info

Kamis, 20 September 2018

Mengapa setelah digigit nyamuk kulit terasa gatal?


Mengapa setelah digigit nyamuk kulit terasa gatal?
 Nyamuk menghisap darah dikulit


Setelah digigit nyamuk maka kulit akan berasa gatal pada tempat bekas gigitan nyamuk tadi. Mengapa setelah digigit nyamuk kulit kita terasa gatal?

Nah jika anda ingin tahu lebih jauh, Berikut ini  penjelasan lengkapnya:
Nyamuk selalu dapat menemukan sasarannya dengan tepat karena mereka melihat dengan gerakan, panas tubuh, dan bau tubuh. S,aat Nyamuk menemukan sasaran dan menempel pada kulit kita maka Nyamuk akan menempelkan mulutnya dan mengeluarkan Probiosis yang bentuknya menyerupai sedotan, disamping itu juga terdapat pisau yang akan merobek kulit korban maju mundur hingga menemukan urat darah, setelah itu baru darah yang keluar diisap. 

Pada saat proses menghisap darah, nyamuk juga mengeluarkan air liur yang mengandung anti koagulan untuk mencegah darah yang ia isap membeku. Proses ini berlangsung cepat dan seolah-olah proses yang terjadi adalah nyamuk menusuk tubuh padahal tidak begitu, nyamuk membedah kita seperti layaknya dokter bedah yang cepat dan akurat. Setalah nyamuk kenyang dia akan mencabut probiosis dan terbang menjauh dari kulit kita. Air liur nyamuk yang tertinggal di kulit korban akan merangsang tubuh layaknya ada benda asing yang mengganggu, terjadilah proses yang dikenal dengan alergi, dan yang terjadi adalah bentol-bentol dan gatal.

Nah demikianlah proses nyamuk menggigit yang membuat kulit terasa gatal. Sudah jelas kan.

Baca Posting Nyamuk Lainnya:
Mengapa setelah digigit nyamuk kulit terasa gatal?
10 Tanaman Pemangsa
5 Macam Cabai Terpedas di Dunia
10 Makanan Ini Tingkatkan Metabolisme Tubuh
13 Jenis Vitamin dan Fungsinya Bagi Tubuh Manusia

Info Bisnis:


Mobile ads:


Kamis, 06 September 2018

AYAM LEGHORN Petelur Unggul


AYAM LEGHORN Petelur Unggul
AYAM LEGHORN JANTAN

Di Italia ayam Leghorn dikenal dengan nama sebutan Livorno / Livornese. Ayam Leghorn merupakan ayam ras berwarna Putih asal Italia jenis ayam mediterania, ayam ini berasal dari negara Italia tepatnya di Tuscany.
Jenis ayam ini kini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, semenjak tahun 1865 ayam ini lebih dikenal dengan sebutan ayam Leghorn.

AYAM LEGHORN Petelur Unggul
AYAM LEGHORN Betina Petelur Unggul

Ayam Leghorn merupakan salah satu jenis ayam unggulan untuk petelur. Ayam jenis Mediterania asal italia  ini pertama kali diternakan adalah jenis white leghorn sebagai ayam petelur. Ayam jenis ini banyak diternak di daerah beriklim tropis karena jenis ayam ini tahan terhadap suhu udara yang panas.

AYAM LEGHORN Petelur Unggul
AYAM LEGHORN BETINA

Berikut adalah beberapa ciri umum ayam Leghorn:

– Jengger di atas kepala dan kelambir di bawah paruhnya berwarna merah.
– Warna bulu bervariasi, seperti putih, hitam dan kuning kecoklatan.
– Kulit, paruh dan kakinya berwarna kuning.
– Bulu ekor menjulang keatas membentuk sudut lebih kurang 40 derajat.
– Memiliki cangkang telur yang berwarna putih.
– Bobot pejantan dewasa berkisar 2,7 – 2,95 kg, sedangkan bobot betina dewasanya berkisar 2 – 2,5 kg.
– Jumlah telur yang dihasilkan per tahun rata-rata 280 – 300 butir.
– Pakan yang dibutuhkan per harinya adalah sekitar 125 gram.


AYAM LEGHORN Petelur Unggul

AYAM LEGHORN Petelur Unggul


Untuk jenis Ayam white leghorn memiliki ciri :

– Memiliki telinga berwarna putih.
– Kaki berwarna kuning.
– Mata berwarna merah.
– Betinanya memiliki pial ganda, perut yang mendalam, dengan ekor yang pendek.
– Betinanya memiliki mata yang agak menonjol dengan paruh yang pendek dan tebal.

More:
AYAM LEGHORN Petelur Unggul


Sumber:
https://www.cacklehatchery.com/white-leghorn.html
https://www.townlinehatchery.com/product/white-leghorn/


Info Bisnis:
 
Mobile ads:


AYAM Berdasarkan Ras

Ayam Bukan Ras
Ayam Bukan Ras

Ada juga istilah Ayam "bantam" adalah istilah bahasa Inggris untuk ayam katai atau setengah katai hasil seleksi. Hewan unggas Ayam berdasarkan ras dikenal dengan sebuatan ayam Ras dan bukan Ras (buras, atau kampung). Dalam pengertian "ayam ras" menurut istilah itu yang dimaksud sebenarnya adalah ras yang dikembangkan untuk usaha komersial massal, seperti Leghorn ("lehor").
Dalam kelompok ayam buras terdapat pula ras lokal ayam yang khas namun tidak dikembangkan untuk usaha komersial. Ayam-ayam ras lokal demikian sekarang mulai dikembangkan (dimurnikan) sebagai ayam sabung, ayam timangan (pet), atau untuk acara ritual. Berikut ini adalah ras lokal ayam di Nusantara yang telah dikembangkan untuk sifat/penampilan tertentu:

 Ayam Pelung, ayam ras lokal dan unggul dari Priangan (Kabupaten Cianjur) yang memiliki kokokan yang khas (panjang dan bernada unik), termasuk ayam hias.

Ayam Kedu (termasuk ayam cemani), ayam ras lokal dan mulia dari daerah Kedu dengan ciri khas warna hitam legam hingga moncong dan dagingnya, termasuk ayam pedaging dan ayam hias.

Ayam Nunukan, ayam ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kaltim, dengan bentuk badan tegap dan ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias;

Terdapat pula beberapa istilah untuk menyebut penampilan fenotipe ayam khas tertentu namun sifat itu tidak selalu eksklusif milik ras tertentu, seperti

Ayam Walik (frizzle), ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tetapi tegak berdiri;

Ayam Bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya, sekarang mulai dibiak murnikan;

Ayam Katai (bantam), istilah umum untuk ayam dengan ukuran kecil (proporsi panjang kaki dengan ukuran badan lebih kecil daripada ayam "normal"), terdapat berbagai ras lokal dan ras murni seleksi yang masuk kategori ini. Ayam Katai dikenal juga dengan istilah Ayam Serama.

Ayam Ketawa, ayam (jantan) seleksi dengan suara kokok terputus-putus seperti orang tertawa, diduga pertama kali sengaja diseleksi di Sulawesi Selatan, tetapi sekarang telah tersebar di berbagai tempat.


Baca Juga:

Info Bisnis lainnya:
Mobile ads:


Rabu, 29 Agustus 2018

Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia

Batu Caves Temple
Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia


Batu Caves Temple Kuala Lumpur merupakan Salah satu kuil Hindu paling populer di luar India, Gua Batu adalah serangkaian kuil gua di bukit kapur yang terletak 8 mil sebelah utara KL di distrik Gombak. Pintu masuk ke Batu Caves memiliki tangga curam sebanyak 272 anak tangga.

Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia

 Patung Lord Murugan terbesar di dunia, dan patung Hindu terbesar kedua di dunia

Sesampai di gua, menaiki 272 anak tangga menuju Gua Kuil. Patung emas dewa Dewa Murugan yang tinggi tampak meremehkan ratusan turis dan peziarah yang mengunjungi gua-gua suci setiap hari. Patung ini memiliki perbedaan unik sebagai patung Hindu tertinggi kedua di dunia!


Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia


Gua Batu adalah situs kuil suci Hindu di luar ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Mudah diakses sebagai perjalanan sehari dari kota, Batu Caves adalah situs spiritual yang penuh warna, menarik, dan unik. Kuil di dalam Gua Batu dianggap sebagai salah satu kuil Hindu paling penting di Malaysia.
 


Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia

Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia
Suasana Festival Thaipusam di Batu Caves

Gua Batu selama festival Thaipusam adalah titik fokus dari festival Hindu tahunan Thaipusam, yang menarik ribuan penggemar dan pengunjung.  Festival ini Biasanya diadakan pada akhir Januari, prosesi dimulai pada malam sebelum Festival Thaipusam di Kuil Sri Mariamman di pusat kota KL.

 Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia
Pemandangan dalam Batu Caves Temple Kuala Lumpur

Prosesi lebih sering dilaksanakan di Batu Caves hingga larut pagi hari berikutnya; seluruh perayaan dimulai dan merupakan acara penuh warna yang berlangsung total delapan jam. Di masa lalu festival telah menarik lebih dari satu juta peziarah, menjadikannya salah satu pertemuan terbesar di dunia.


Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia

Jam Buka Batu Caves: Setiap hari, 06:00 - 21:00
Alamat: Gua Batu, Kuil Sri Subramaniam, Kuala Lumpur, Malaysia Tel: +603 2287 9422



Lokasi : 13 km utara Kuala Lumpur Cara menuju ke sana: Naik bus Intrakota No 11D dari Pasar Sentral atau bus Cityliner No 69 di Jalan Pudu untuk sampai ke Batu Caves. Taksi juga tersedia di mana saja di sekitar kota.


Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia

Batu Caves Temple Kuala Lumpur, Malaysia


One of the most popular Hindu shrines outside of India, the Batu Caves are a series of cave temples in a limestone hill located 8 miles north of KL in the Gombak district. The entrance to Batu Caves includes a steep flight of 272 steps.

Batu Cave is the site of a sacred Hindu shrine just outside of the Malaysian capital, Kuala Lumpur. Easily accessible as a day trip from the city, Batu Caves are a colorful, interesting, and uniquely spiritual site. The shrine inside the Batu Caves is considered to be one of the most important Hindu shrines in Malaysia.

The world's largest statue of  Lord Murugan, and second-largest Hindu statue in the world
Arriving at the caves, climb the 272 steps up to the Temple Cave. A tall golden statue of the Hindu deity Lord Murugan looks down on the hundreds of tourists and pilgrims who visit the sacred caves each day. This statue holds the unique distinction as the second-tallest Hindu statue in the world!


Batu Caves Opening Hours: Daily, 06:00 - 21:00 

Address: Batu Caves, Sri Subramaniam Temple, Kuala Lumpur, Malaysia Tel: +603 2287 9422 

Batu Cave 13km north of Kuala Lumpur How to get there: Take Intrakota bus No 11D from the Central Market or the Cityliner bus No 69 at Jalan Pudu to get to Batu Caves. Taxis are also available anywhere around city.

REff:
http://www.kuala-lumpur.ws/attractions/batu-caves.htm
http://www.travelingwiththejones.com/2014/12/10/12-fun-facts-about-kuala-lumpur-malaysia/
http://freelanceflaneur.blogspot.com/2011/04/ner-ner-ner-ner-ner-ner-ner-ner-batu.html


Info Bisnis:
Mobile ads:


Selasa, 28 Agustus 2018

Pahlawan Nasional Namanya John Lie



Pahlawan Namanya John Lie
 Pahlawan Namanya John Lie

Selamat Pagi Nusantara..Sekedar berbagi dari tulisan Gunawan Wibisono, yang saya dapat dari Media sosial Face Book.

Namanya John Lie, Lengkapnya: John Lie Tjeng Tjoan, anak kedua dari delapan bersaudara, pasangan Lie Kae Tae dan Oei Tseng Nie. Ayah John adalah pengusaha pengangkutan berbagai barang dagangan yang terkenal di Manado, Sulawesi Utara, semasa negara ini belum merdeka.

John Lie Tjeng Tjoan
John Lie Tjeng Tjoan

Sebagai anak laki-laki, John tak tertarik pada bisnis transportasi. Ia lebih senang pada kapal, pelayaran dan laut yang penuh tantangan. Tak heran, bila bocah kelahiran Manado, 11 Maret 1911, ini senang betul tatkala iring-iringan kapal perang gugus tugas AL Belanda sandar di pelabuhan Manado untuk istirahat. Lie ingin melihat lebih dekat kapal-kapal hebat ini.

Darahnya menggelora. Padahal ia baru 10 tahun. Terkagum-kagum ia melihat turet meriam, anjungan kapal yang gagah dan seragam AL yang putih mengkilat. 

Usia 17 hasratnya untuk mengenal laut tak bisa lagi terbendung. Dengan uang tabungan, John nekad kabur menuju Jakarta. Tak memiliki sanak saudara, di Tanjung Priok ia luntang-lantung. Demi menyambung hidup ia bekerja sebagai kuli angkut barang, sambil ikut kursus pelatihan soal navigasi kapal. Lie sempat jadi pesuruh di sebuah kapal jasa paket milik Belanda, sebelum akhirnya masuk sebagai pelaut di Kapal Motor Tosari yang melayani pelayaran ke luar negeri. 

Perang Dunia Kedua pecah dan KM. Tosari dijadikan kapal perbekalan bagi tentara sekutu. Di kapal inilah Lie diajari dasar-dasar militer, agar bisa membela diri. Termasuk teknik-teknik menghindar dari pengejaran, yang kelak sangat berguna bagi tugasnya.

 Pahlawan Namanya John Lie

Sesampainya di tanah air, Mei 1946, Lie langsung mengabdikan diri pada Angkatan Laut Republik Indonesia, yang waktu itu masih bernama BKR LAUT (Badan Keamanan Rakyat) dan bertemu dengan pimpinannya, Laksamana Mas Pardi di markas besarnya di Jogjakarta.

Sebentar. Markas Angkatan Laut di Jogjakarta? Jauh dari pantai?
Begitulah faktanya, AL kita pernah bermarkas di kota yang jauh dari laut! Tal ada pelabuhan di Jogjakarta. Sebagian besar kapal-kapal kita sudah dihancurkan Belanda! Masa-masa yang sungguh kelam dan membuat pilu hati. Markas AL pun mengungsi!

Mas Pardi, langsung terkesan dengan pengalaman Lie dalam dunia pelayaran hingga manca negara.
“Kita kurang personil. Kamu mau pangkat apa? Mayor?” tanya Bapak Angkatan Laut Republik Indonesia itu.
Lie langsung menjawab: “Saya kemari tidak mencari pangkat. Saya hanya ingin mengabdi”
Akhirnya, Lie mendapat pangkat kelasi III dan di tempatkan di Cilacap, sebuah kota pelabuhan di Jawa Tengah bagian selatan.

Lalu, tantangan baru pun muncul. Sebuah kapal dagang besar berbendera Singapura penuh muatan karet sebanyak 800 ton milik negara, hendak diselundupkan ke Singapura dan hendak dijual di sana.
Kapten kapalnya takut. Ia tahu, di tengah jalan pasti akan dicegat kapal perang Balanda. Dengan kapal penuh muatan begitu, lajunya jadi lambat, sulit untuk lari menghindar.

Lie mengambil tantangan itu, menggantikan sang kapten. Dan mulai berlayar keluar Cilacap. Memasuki selat Sunda, semua lampu penerang (navigasi) ia matikan dan melaju lurus menuju Kota Singa. Lie sukses mengantarkan muatan!
Dari sanalah peran ‘penyelundup bagi Negara’ bermula. Ia biasa membawa barang dagangan milik saudagar besar dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan selalu sukses dijual ke Singapura, Malaysia atau Thailand. Para pedagang ini pun tak sungkan menyisihkan sebagian keuntungan bagi Republik yang masih belia.

1947 ketika negara berhasil membeli 10 kapal cepat, Lie pun mendapat salah satu diantaranya. Ia memberi nama kapalnya “Outlaw” bisa diartikan sebagai: berandalan, bengal, badung atau tak tahu aturan.
Dan dari perjuangan Lie kemudian kita tahu: semua sepak terjangnya tidak ada dalam aturan baku!
Tugasnya mentereng: menyelundupkan barang dagangan ke negara asing, menjualnya, dan uangnya lalu dipakai buat membeli aneka macam senjata: pistol, senapan mesin, amunisi, peluru, granat hingga mortir.
Lie ‘belanja’ di pasar gelap, lalu menyelundupkannya masuk ke negara ini setelah lebih dahulu selalu berhasil mengelabuhi cegatan AL Belanda, Inggris dan Amerika.
Senjata-senjata inilah yang kemudian disalurkan ke berbagai daerah perjuangan di seluruh Indonesia guna melawan Belanda! 

Tak heran bila senjata milik pejuang kita -dahulu- bisa beraneka macam bak permen nano-nano. Sebagian hasil merebut dari musuh dan sebagian besar adalah hasil selundupan. Ada Sten buatan Inggris, Luger pistol Jerman, Browning Amerika, senapan mesin Sovyet. Pendeknya ada uang, ada barang!
Lie bukan penyelundup biasa. Ia ‘sakti’. “Berandal “ ini diberi kebebasan luar biasa untuk bergerak. Jangan kaget ia dibekali surat tugas -menyelundup-langsung dari Kolonel Abdul Haris (AH) Nasution, selaku wakil Panglima TKR (Tentara Kemanan Rakyat) atau orang kedua setelah Panglima Besar Soedirman!
Selain itu pelaut ini juga mengantongi ‘surat ‘pengantar’ dari semua tetua/ tokoh suku di Sumatera Utara dan Aceh agar ia tidak diganggu!

Lie disukai semua kalangan. Bagaimana tidak? Saudagar menyayangi dia, sebab dagangannya laku dengan baik di luar negeri. Penerima barang di Singapura dan Malaysia juga suka, karena Lie selalu membawa barang terbaik.
Pedagang senjata, apalagi. Matanya yang sipit, karena ia memang keturunan cina, memudahkan Lie masuk ke berbagai kalangan dunia hitam penjual senjata.
Ia yang juga seorang Nasrani yang taat, yang juga diterima di kalangan saudagar berkulit putih. Sempurna sekali.

Buat TNI? Besar jasanya. Sebagian besar senjata untuk perjuangan, yang dimiliki TNI, salah satunya berkat pengabdian dan perjuangan Lie dalam menyelundupkan senjata.
Lie terkenal. Ia diburu oleh AL Belanda, AL Inggris dan Amerika, tapi Outlaw selalu bergerak dengan senyap. Menghilang ditelan gelapnya malam. Ia hapal semua dangkal dalamnya perairan. Kapan pasang dan surutnya laut. Pintu masuk jalan tikus semua pelabuhan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Singapura, Malaysia bahkan hingga ke Thailand! Berlayar dalam gelap, tanpa lampu penerang (navigasi), sudah biasa baginya.
Orang-orang di Selat Malaka sampai menjulukinya sebagai ‘Hantu Malaka’ dan wartawan BBC yang pernah ikut memburunya menyebut kapal Outlaw dan kaptennya, John Lie, sebagai “the black speed boat”.
Di Phuket, Thailand, Roy Rowan wartawan majalah Life terbitan Amerika, membuntuti sepak terjangnya dan memuat dalam tulisan dan foto menawan sepanjang 4 halaman penuh. Roy kagum pada dedikasi Lie, yang membawa begitu banyak uang kontan tetapi tetap terpakai sebagaimana mestinya, belanja senjata!


 

Perjuangan tak selamanya lancar.
Ketika Lie hendak keluar dari Labuan Bilik, sebuah pelabuhan di Malaysia, tiba-tiba sebuah pesawat Belanda terbang rendah, melintas tepat di samping kapal seperti hendak memeriksa, lalu di ujung sana tiba-tiba pesawat mendaki dengan cepat. Pilotnya seperti disadarkan, bawah kapal cepat di bawah sana adalah kapal penyelundup yang selama ini dicari. Ia harus segera bertindak.
Persawat mendadak berbalik dan menukik tajam. Ia siap menyerang! Lie sudah pasrah, tutup mata dan berdoa. Ia terpergok siang hari, di laut terbuka, tak ada pelindung apapun. Pesawat menukik cepat. Tepat disaat picu senjata hendak ditekan penembak, sang pilot iba-tiba membanting kemudi ke kanan lalu pergi.
Belakangan diketahui, bahan bakar pesawat sangat menipis, diperkirakan tak bisa terbang hingga pangkalan bila ia harus menembaki kapal. Outlaw selamat.
Di Selat Malaka ia hampir mati, ketika kapal cepat Belanda mencegatnya dan langsung memberondong dengan peluru Bofors sebesar senter. Lie segera melaju cepat , tetapi peluru terus mengejarnya.
Rasanya, keberuntungannya akan habis disini. Otlaw berlari zig-zag dan senapan mesin kapal dibelakang terus menyalak. Tak ada pilihan lain, ia memerintahkan anak buahnya berdoa. Kapal kalah cepat karena penuh senjata dan mesiu. Rasanya, tinggal menunggu ajal. Satu peluru saja masuk lambung kapal, tamat.
Tiba-tiba, entah mengapa, hujan turun dengan deras, laut pun mendadak bergelombang tinggi dan kabut turun. Ini kesempatan baik. Lie berbelok tajam dan segera menghilang!
30 September 1949, Lie mendapat tugas baru, mengisi sebagai perwira di Pos Hubungan Luar Negeri di Bangkok. Ia tugas di darat. Ironisnya kapal Outlaw yang pindah tangan ke Kapten Kusno tertangkap Belanda tepat di hari pertamanya berlayar!

Kisah heroik Outlaw pun berakhir.
Ketika perang dengan Belanda usai, dan banyak pemberontakan terjadi di berbagai daerah, John Lie kembali bertugas di laut. Ia membawa kapal pengangkut milik TNI-AL dan melayani mengangkutan logistik dan pasukan yang bertugas memadamkan pemberontakan RMS yang bermarkas di kota Ambon, Maluku.
Desember 1966 John Lie mengakhiri karirnya di Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda (bintang satu).
Jendral Besar AH. Nasution memberi kesaksian, “jasa John Lie tiada tara besarnya bagi AL, karena ia adalah Panglima Armada AL di saat negara sedang dalam keadaan genting menghadapi pemberontakan di berbagai daerah, seperti pemberontakan RMS di Maluku, PRRI/ Permesta di Sumatera Barat, Makassar dan Sulawesi Utara”
Lie terpaksa mengganti namanya menjadi Jahja Daniel Dharma karena rezim orde baru yang tidak menyukai nama-nama berbau asing.
Totalitasnya dalam mengabdi membuat ia terlambat untuk menikah. Ia menyunting Pdt. Margaretha Dharma Angkuw, diusianya yang ke 45 tahun!
Pasangan Lie dan Margaretha mengisi hari-harinya dengan mengurus dan menyantuni ratusan anak yatim piatu, orang-orang terlantar di jalanan, pemulung, tukang becak dan kaum papa lainnya. Harta dan uang pensiuannya habis untuk membantu mereka. Rumahnya selalu penuh oleh mereka yang minta tolong.
Pasangan ini tidak dikaruniai keturunan hingga Lie wafat pada tanggal 27 Agustus 1988 karena stroke dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Pada 10 November 1995, Lie memperoleh Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Soeharto, dan Presiden SBY memberinya gelar: Pahlawan Nasional Pada 9 November 2009.
Nama Lie juga diabadikan menjadi nama kapal perang, KRI (Kapal Republik Indonesia) John Lie, dengan nomor lambung 358, sebuah kapal perang jenis Korvet, kapal cepat, jenis yang cocok dengan karakter Lie saat dahulu membawa Outlaw!

Saat Lie wafat, rumahnya dipenuhi banyak tentara yang menjaga dengan penuh hormat dan Presiden Soeharto sendiri pun datang melawat, barulah ratusan pemulung, yatim piatu, tukang becak, gelandangan dan kaum papa lainnya tersadar: bahwa orang yang selama bertahun-tahun merawat mereka dengan harta benda milik pribadi, tanpa gembar-gembor, ternyata bukan orang sembarangan, ia seorang Pahlawan Negara!
Isak tangis warga tersisih tak tertahankan, ketika iring-iringan mobil Jenazah berangkat menuju makam, tempat Lie istirahat untuk terakhir kalinya.

Hari ini, 27 Agustus 2018, tepat di hari kepergianmu, Lie, saya pun mengenangmu, agar perjuanganmu tak sia-sia. Orang yang hebat. Yang rela berkorban apa saja demi tegaknya NKRI.
Ketika kita -saudara sebangsa- berselisih karena SARA, saya sedih, ingat Lie.
Dari berbagai sumber,
(Gunawan Wibisono)
#pahlawannasional
#johnlie
#sejarahnasional
#kisahpahlawanku
#Pahlawan Nasional Namanya John Lie




Info bisnis:



Mobile ads:


Kamis, 16 Agustus 2018

Udang Mantis Dengan Keindahan Warnanya


MANTIS SHRIMP,Udang Mantis,
Udang Mantis dengan keindahan warnanya


Krustasea berwarna-warni yang biasa kita sebut sebagai udang mantis. Udang mantis atau stomatopoda adalah krustasea laut dari ordo Stomatopoda. 
Krustasea laut ini memiliki cakar tinju yang digunakan untuk menghancurkan cangkang mangsanya. Udang mantis dapat melakukan pukulan dengan sangat cepat, yaitu sekitar 80 km/jam, sehingga mampu merusak cangkang keras mangsanya.

MANTIS SHRIMP,Udang Mantis,

Beberapa spesies memiliki "klub" yang dikalsifikasi khusus yang dapat menyerang dengan kekuatan besar, yang lain memiliki kaki depan yang tajam yang digunakan untuk menangkap mangsa. Para peneliti telah menjelaskan bahwa cakar udang mantis memiliki struktur mirip tulang ikan. Struktur ini memungkinkan udang mantis untuk memberikan dampak kerusakan tinggi pada mangsa tanpa harus menghancurkan cakarnya sendiri.


MANTIS SHRIMP,Udang Mantis,
MANTIS SHRIMP,Udang Mantis,



MANTIS SHRIMP,Udang Mantis,

MANTIS SHRIMP,Udang Mantis,
Udang Mantis berwarna hijau kebiruan.



Lihat lainnya:

Dari berbagai sumber.


Mobile ads:


Klasifikasi Ilmiah Udang Mantis


Klasifikasi Ilmiah Udang Mantis
 Klasifikasi Ilmiah Udang Mantis

Udang Mantis atau dikenal dengan Udang Sentadu

Klasifikasi ilmiah Udang Mantis
Kingdom:     Animalia
Filum:     Arthropoda
Subfilum:     Crustacea
Kelas:     Malacostraca
Subkelas:     Hoplocarida
Ordo:     Stomatopoda
Latreille, 1817
Superfamilia dan Familia

Bathysquilloidea
    Bathysquillidae
    Indosquillidae
Gonodactyloidea
    Alainosquillidae
    Hemisquillidae
    Gonodactylidae
    Odontodactylidae
    Protosquillidae
    Pseudosquillidae
    Takuidae
Erythrosquilloidea
    Erythrosquillidae
Lysiosquilloidea
    Coronididae
    Lysiosquillidae
    Nannosquillidae
    Tetrasquillidae
Squilloidea
    Squillidae
Eurysquilloidea
    Eurysquillidae
Parasquilloidea
    Parasquillidae

Lihat lainnya:

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Udang_sentadu





Mobile ads:


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mobi Info

...

Info Promo